Sabtu, 19 April 2014

JOSEPHINE MARCH 2


jadi,ini adalah kelanjutan dari The BysGis serial Josephine yang pertama. enjoy it everyone ^^



Josephine march 2

"Yoonpa!Ooppa!Nooppa!Boomppa!!!" teriak ku menyebutkan nama pendek sepupu yang berasal dari korea. mereka berempat seperti kedua koko ku! mereka satu paket! mereka berempat kakak adik kandung yang dapat dikatakan wajah ku dan mereka hampir mirip,terutama boompa! dia mat sangat mirip dengan ku. aku memeluk paksa mereka berempat dan mengecup pipi mreka sati per satu. aku tak percaya,mereka datang! aku benar-benar rindu sepupu ku dari korea! mereka sudah seperti kakak laki-laki ku sendiri. tak lama kemudian, sebuah kereta kuda berhenti di depan pi tu yang terbuka lebar. sepatu bot kulit berwarna coklat muda mendarat dahulu dan keluarlah pria yang selama ini ingin ku hajar mukanya,Franco lam dari hongkong!
"tak bisa ku mendaratkan pesawat ku di kebun kosong sebelah sana?" tanya dia sedikit sombong.seperti biasa,dia akan sedikit sombong dan aku akan meninjunya sekarang!
'PAK!' suara tangkisan franco membuat semua orang yang menonton menyengir kagum.
"kau sesikit berubah!" ujar ku dan dia melepaskan topi baseball andalanya sambil menundukan kepala pada ku sedikit memberi hormat. pagi ini, pagi yang cerah! pagi yang membawa berkah! para sepupu pria ku menuju dapur dan menyaoa marxus yang sedang bersiap kudapan ringan untuk pagi ini. aku menuju lorong yang sepi dan mencoba check ponsel ku. "how's your day,jo? what did you find at that old house?jewelry?old books?" sms stven baru ku buka pagi ini. kalau aku menelfonya kemungkinan besar dia masih bermanja dengan bantal gulingnya yang sudah usang itu."amazing dude! sepupu ku mulai berkumpul kayak mereka itu pindah sarang. aku tak tahu !aku akan mencari tahu nanti siang di perpusatakaan daerah.". ketuk ku pada qwerty touchscreen.

  aku tak menyangka perpustakaan ini baunya seperti buku ramuan china yang sudah ditulis sejak ratusan tahun lalu. apek? iya! tapi tak terlalu tajam aroma buku jadulnya.aku berjalan melewati satu demi satu deretan buku dengan bermacam jenis buku. dari ilmu perbintangan alias astronomi,lalu funiture dengan bermacam model dari beberapa era. akhirnya sampai pada bagian yang ku suka,komik jepang! Aku mulai berjinjit untuk meraih komik di rak buku yang ke-5. 'Gila!karya hiromi mashibanya lengkap banget.' ucap ku dalam hati kegirangan. 7,9,13,16,20,25 buku komik berhawil aku seleksi dari satu lemari buku besar dan tinggi. Aku memeluk 25 komik ku dengan kedua tangan ku dengan susah payah. Aku menatap seluruh bangku baca ,tapi semua sedang penuh.PENUH!! 'Shit!' Umpat ku mengutuk tempat ini. Mau tak mau ,aku harus mau bergabung dengan orang yang duduk di dekat jendela sebelah kanan ku. Ku menahan 25 komik dengan dua tangan yang penuh,melangkah 10 langkah dan menurunkan komik ku dngan pelan. "Excuse me, can you share this seat with me?please?" Ujar ku sambil menyengir memohon. Orang itu menatap ku dengan tajam tanpa tersenyum dan tak mencoba berkata menjawab ucapan ku. dia kembali menundukan kepala dan mengulurkan tangan seolah dia berkata silahkan pada ku. Aku duduk manis dan mulai membaca. 3,6,8 komik sudah slesai ku baca kurang 17 komik lagi. Komik yang ke 9 mamasih karangan hiromi mashiba,judulnya 20 tahun. Gara-gara aku membaca komik ini yang ada bau kawinnya membuat ku teringat pernikahan Laurance. 'Clara pentixion ha? Heemm....' aku mencoba mengingat-ingat bagaimana wajah dul sewaktu kita mawih sering bermain bersama. Merangkai bunga,merajut syal,membuat pai apel yang gosong ,kegiatan seperti itu selalu beulang setiap hari sewaktu kecil . Clara,dia gadis cantik 3 tahun lebih tua dari ku. Hidung mancung,kulitnya merah,matanya hijau permata,rambutnya coklat ikal yang selalu ia gelung. Aku bangun dari lamunan ku,bangkit dan menuju deretan buku design. Aku mengambil 5 katalog weeding design,kembali ke bangku dan memulai membuka-buka katalog. Dressnya semua bagus tak ara yang lebih bagus atau jelek semua,membuat ku ingin melamun menatap ke luar jendela. 'Rrttt....' panggilan masuk dari pim.
"Semua sudah siap?"
"Sudah nona maksud ku josy, tinggal wedding dressnya."
"Oh ya? Cepat sekali kerja mu?"
"Clara meminta seseorang yang mendisain dressnya adalah anda!"
"Ha? Aku?!" Ujar ku terkejut sampai-sampai orang yang duduk di depan ku menatap mata ku dengan tajam. Aku membugkukkan badan sebagai tanda memohon maafmaaf dan melanjutkan pembicaraan dengan suara se-kecil semut.
Aku mulai bingung. bagaimana aku bisa mendisain wedding dress dengan tema garden party? ha? garden party? lourance memang sudah gila! bagaimana dia bisa menerapkan tema garden party padahal dia sendiri alergi dengan serbuk bunga. bodoh! aku melamun sambil membiarkan buku skets terbuka lebar dan pensil tetap berada di genggaman ku. ku melamun kembali menerawang lebih jauh ke arah luar jendela. pemandann yang luar biasa. tampak bukit yang di hinggapi rumah tua bangsawan miliki kakek dari jendela sini. terlihat kecil seperti rumah barbie, mungkin rumah barbie abad ke-5 lebih tepatnya. tangan ku mulai bergerak, kertas putih mulai berubah menjadi penuh dengan coretan tangan ku yang entah kemana arah gambarannya. dan akhirnya jadi! aku sedikit tersenyum pahit menatapnya. benar-benar gambaran tak tahu arah yang jelas. pria di depan ku mulai menelpon kawannya. dengan bahasa yang sedikit aku mengerti, ia berbicara betapa tidak lengkapnya perpustakaan ini. ia tak bisa menemukan buku kedokteran spesialis jantung yang lengkap. aku menghosok dagu sambil berfikir dan beranjak pergi ke mas-mas penjaga perpus. kembali ke bangku dengn 3 buku besar tebal berdebu dan berbau apek! aku menyerahkan buku itu kepada pria di depan ku tanpa berkata-kata.
'bagaimana dia?' lirih pria itu.
"jika anda mencari buku apa saja, tolong beritahu saya! saya lebih tahu tampat ini daripada orang yang jaga perpus." ujar ku dan kembali duduk.


   taman Springfield menjadi keputusan akhir. clara dan laurance setuju mereka akan menikah di taman ini di sah-kan oleh pastor setempat.sudah 3 hari ini orang-orang pada gila menyiapkan perlengkapan pesta kawinan laurance. ke-11 pria The ByGis sudah datang dan 2 wanita yang lain selalu sibuk. tapi memang seperti itu kenyataanya. Emi selalu sibuk dengan job volunter-nya di sebuah desa kecil terpelosok jauh dari jamahaan manusia bersama tim dan dosen mudanya. lalu Nolla dia selalu sibuk dengan kegilaanya tentang hewan apalagi yang namanya anjing. dia rela harus bolak balik dari Afrika ke Amerika hanya untuk mengurusi penampunagan anjing di amerika dan group Zoologi di hutan tandus afrika. ya ampun! hidupku lebih baik walau mendapati cemoohan yang tak sedap daripada 2 wanita The BysGis yang selalu sibuk seperti penderita rabies.
"jo! come here!" teriak Boompa dari jendela kecil yang terbuka lebar di ruang dapur. aku berlari menuju dapur. benar! spriengfield dengan rumah tua ini hanya berjarak 80 langkah kaki saja, jauh? tidak juga, dekat amat? bisa dibilang ya. aku memasuki lorong dan sudah ada clara di depan ku. memakai wedding dress karangan ku. 11 sepupu melingkari clara dan mata marcus takjub tak percaya adiknya menjadi lebih cantik daripada aku.oke! aku memang tak pernah menjadi cantik di mata semua pria walaupun pria itu adalah Steven. ngomong-ngomong tentang steven, 2 hari ini aku belum bbm,skype,atau mencoba mengirim sms padanya.
"aku rasa kau masih 12 tahun yang selalu membututi ku kerja dan sekarang kau...."
"kau sudah menjadi 19 tahun menikah tanpa kuliah dahulu!." pekik haru marcus sambil mengusapkan serbet ke matanya. terlihat sedikit kejengkelannya terhadap adiknya itu.
"kalau aku jadi kau, aku tak akn membiarkan adik ku menikah sebelum lulus kuliah! kecuali, kalau dia kemasukan bola dahulu." sindir Franco yang akhirnya membuat ku menyikut perutnya. kalau tak salah, clara pernah mengirimi aku postcard bergambar university of cambridge 1 tahun 8 bulan yang lalu.
"aku rasa,gaun ini sedikit sesak di badan ku!"pekik clara sambil meletakkan tangan kanan ke perutnya.
"aku sudah kemasukan bola 2 bulan!" ujarnya lagi. what?! bagaimana? aku tak bisa berkata-kata dan rupanya bukan aku seorang yang speachless tapi selurun orang membukam mulutnya. marcus tak tahan lagi dan dia mulai menggulung adonan-adonan yang akan di persiapkan untuk pernikahan adiknya esok hari.
aku keluar sambil menutup mulut ku yang melebar selebar bentuk O besar.

   aku kembali mengunjungi perpus apek ini. "hai,Ms,Jo! you look so tired?" sapa seorang pustakawan. aku tak berucap hanya tersenyum manis sebisa ku. aku kembali duduk di tempat yang sama bersama orang yang sama. kelihatannya orang didepan ku sama seperri ku,mrnyukai spot bangku ini. aku tak bisa berkonsentrasi dengan apa yang ku baca. komik-komik hiromi mashiba aku biarkan bergeletak di bangku begitu saja. aku meringkuk dengan headset masih menancap di telinga volumenya tancap gas! aku mulai menggaruk kepala ku dengan cepat seperti orang uring-uringan tak karuan. tiba-tiba pria di depan menyodorkan kertas memo kuning pada ku.
'thank you for the books, you help me alot.' tulis dia dengan namanya, Jasee di bawah pojok kanan memo bersama emoticon senyum. ha? emot senyum? dia mau ngajak anak 16 tahun kencan? apa dia gak sadar wajahnya aja udah kayak om-om. tapi, om-om yang kece hehehe... aku tersenyum manis adanya dan kembali meringkuk.
'ya tuhan! England is Hell for me!' umpat dalam hati menyesali datang ke england yang tak kuku ketahui england sebelah mananya diri ku sekarang berpijak. selain itu, aku baru tahu seseorang yang dulu di katakan akan menikah dengan ku,akan menikah esok hari dengan sahabat ku akrab klop banget dan sehati sejiwa dengan ku dengan keadaan sudah kebobolan 2 bulan. lagu jadul favorit kakek ku berdendang keras di telinga ku.'thought you travel so far boy,i'm sorry you are 25 minutminutes to late..' lirik 25 minutes MLTR ini rasanya cocok berkeliaran di telinga ku saat ini. 10 buan lalu surat trakhir dari aurncelaurance untuk ku. dia kata dia kan berencana untuk another wild adventure di amerika dan akan memakan waktu lebih dari 7 tahun dan soal pertunangan itu akan dipikirkan setelah 7 tahun itu. what a bitch! aku menegakkan badan menatap lurus ke arah pria itu,memfokuskan mata dan mulai menangis. bukan menangis yang terisak-isak seperti bocah ingusan tapi menangis yang tak di hemdaki. air mata ku tiba-tiba saja jatuh tepat di komik hiromi mashiba yang judulnya 20 tahun. pria tepat di depan ku melongo kebingunn. aku dapat menatap wajah ya yang bisa di bilang tampan tapi gak tampan-tampan juga lebih tepatnya bad boy but nice! mata yang tak sipit atau lebar terdapat bola mata berwarna coklat tua pekat,rambut landak pendek,kumis tipis dan berjengkot seperti jarum menutupi bibirnya yang kecil dan tipis. dia tak terlihat seperi om-om yang pedofil tapi om-om yang kece. aku mengusap kedua mata sebelum ku mengusap,pria itu menawari selembar tisu merek paseo. paseo? ya ampun berasa di indonesia saja. "aku tak tahu alasan kamu menangis tapi, jika aku berbuat salah maafkan aku." ujarnya mencoba tidak tampil sebagai kambing hitam. aku tersenyum lagi dan menggelengkan kepala. dan aku mulai menceritakan apa yang sedang yang terjadi. menceritakan pada orang asi? kau bodoh josy tapi tak apalah yang penting saat ini aku tenang .

06.54 A.M.

  hari yang tak pernah ingin ku harapkan datang juga. aku mengitip dari luar jendela, semua orang berlari berputar-putar seperti ada kebakaran yang terjadi. aku mulai bangkit dan tidur kembali. aku tak sanggup. 4 jam lagi hari yang menyebalkan datang juga. masa ada orang nikahan jam 10-an temanya garden party pula,untung ini di england walau entah di sebelah mananya kalau di indonesia,bisa-bisa hancur pestanya. gak akan datang ratusan orang yang di undang karena jam segitu matahari sudah nyentrik amat apalagi di gresik nge-punk banget tuh mataharinya.
    07.16 a.m.
  aku mulai bangkit dari kasur ku dan menuju kamar mandi. aku berendam tak tahu berapa lamanya aku akan berendam yang penting aku berendam dan menenangkan pikiran ku. aku mulai meraih ipod ku dan mulai memainkan beberapa musik. busa-busa menutupi badan ku terlihat amazing,aku mencoba memontretnya dan... dan... dan tak mungkin aku masukan ke instagram walau sebenarnya aku ingin. bisa gawat kalau aku upload bisa-bisa daftar cemoohan yang pahit bertambah banyak. aku membuka jendela kecil dari tempat ku bersandar. tepat di luar menghadap springfield dapat ku tatap. Yoonppa mendapati ku sedang mencuri pandang ke arah springfield. dia melambaikan tangan dan tersenyum. lalu om gan menatap ku juga. om gan? rupanya sudah datang. "hoi!! josyy!! berapa lama kau akan berendam?" teriak om gan dengan bahasa mandarin yang lancar. aku hanya menggelengkan kepala padanya. aku mengencangkan volume ipod dan menyandarkan kepala ke tembok. memejamkan mata dan mencoba mencerna apa yang pria seperti om-om kece yang kalau tak salah namanya jesse ucapkan pada ku. "anggap saja itu sebagai perkawinan mu sendiri! kau harus berdandan lebih cantik dari pada penggantin wanita.pria akan mengerti mengapa kau seperti itu!"
  sudah lebih dari 42 menit aku berendam, ujung jari-jari ku mulai berkeriput. aku menutup jendela,mematikan ipod dan mulai bergegas berdandan layaknya gadis remaja yang akan pergi ke prom.
  9.37 a.m.
aku belum menemukan gaun apa yang akan ku pakai. semua wardrobe ku aku bongkar. aku cobai satu demi satu dress yang ku punya daei kekecilan sampai tak pantas dengan tema kondanganya. dan akhirnya aku menemukan sebuah dress berwarna biru muda langit dan lengannya putih berpola bunga dan roknya melebihi lutut 6 cm. larena aku tak suka rok di atas lutut. sepatu ku hanya flat shoes fladeo biasa berwarna biru juga. dan yang terakhir, rambut! aarrgghh aku benci rambut ku yang hitam pekat sepekat sayap gagak dan panjang melebihi ketiak 8 cm. aku bingung harus aku apakan.
  9.45 a.m.
rambut ku masih berantakan tak karuan, tak berbentuk, tak mulus,kusut,berdiri semua rambut ku seperti habis tersetrum. shit! what i must suppose to do? damn!
tok tok tok! suara ketukan membuat ku menatap pintu kamar ku yang berwarna merah itu. "josy it's me,Pim! i'm ready to give my best servis." ujar lembut sopan pim. aku membuka pintu dan memeluknya erat dan hampir mencium pipinya. aku duduk manis di depan cermin rias ku layaknya tuan putri yang angun nan menawan menungu perias profesional ku menyulap ku menjadi lebih dan lebih awesome daripada angsa.
10 menit. hanya 10 menit dan akhirnya selesai juga. menatap wajah ku yang tak ku percaya ini adalah aku. rambut hitam ku di kelabang dan tersanggul manis menampakkan kedua kuping ku yang mungil. bibir mungil ku ter-lipglos menjadi warna natural yang manis. 'unbelievable!' pekik ku kagum. benar, pim adalah pria multitalent. pim membungkuk dan memasangkan sandal elizabeth favorite ku. ' anda bisa lecet dengan flatshoes itu nona.' ujarnya saat memakaikan sandal. ya ampun,serasa seperti putri sungguhan. aku berdiri membelakangi pintu kmar ku. aku menoleh mengarah ke arah pim yang sedang merapikan alat make up ku. aku tersenyum dan menarik nafas dalam'dalam. menyakinkan diri,memantapkan iman untuk melangkah keluar dari rumah tua. aku memilih keluar lewat pintu belakang yang berada di dapur. aku melangkah dengan hati-hati agar tak terpeleset sehingga tak perlu re-make-up lagi. aku menatap marcus mengenggam erat serbet putihnya. matanya terlihat khawatir,tubuhnya gemetaran,dan dia mengigit bibir bawahnya. aku menghampirinya dan menepuk pundaknya dan terseyum lembut. hanya itu saja yang bisa ku lakukan sekarang ini u tuknya. "kau tahu josy? aku tak tenang! tak tidur semalam! rasanya aku ingin menghajar pria brengsek itu! dia membuat adik ku... kemasukan bola 2 bulan. 2 bulan? damn!" ujar marcus sambil menghentkkan tangan ke arah meja dapur dengan keras. aku hanya mengelus pundaknya sekali lagi. "tapi.... clara terlihat sangat.. cantik! dan bahagia! dan rasanya aku bisa menerima pria brengsek itu." lanjut marcus sambil sedikit senyum tipis. "kau,sama dengan ku." bisik ku padanya.


   aku berjalan di karpet putih ini. para tamu sudah berkumpul semua dan memandangi ku saat berjalan. akhirnya aku menemukan kursi bertuliskan nama ku tepat di depan altar. duduk di sebelah pria yang..... "STEVE!!!" pekik ku leras dan lantang. aku memeluknya erat. "ya ampun! i miss ypu like crazy stev!", steve menatap ku lekat-lekat dan akhirnya menatap tatanan rambut ku kreasi dari multitalent man. 'me too' bisiknya tepat di telinga ku. clara berjalan anggun dengan wedding dress kreasi ku sendiri. clara terlihat cantik sangat amggun dan bahagia. ia menatap ku dan tersenyum aku membalas senyumnya. aku bersandar pada pundak steve dan memegang tannnya.
"dia cantik" bisik steve.
"aku sedikit prihatin sama dia."
"ha? kenapa?"
"baju itu aku buat tanpa arah imajinasi yang jelas."
"apa? kau parah josy! tapi itu sebuah mahakarya yang indah" puji steve dan mengusap rambut ku dengan pelan lembut dan gentel.


   setelah ucapan 'i do' dari dua orang yang sedikit mendapatkan kutukan di hari pernikahan mereka, akhirnya menuju sedikit pesta. aku berdansa bersama steve. aku mengantungkan kedua tangan ku di lehernya dan begotu pula steve. kami berdansa dengan tempo selambat-lambatnya, mencoba meresapi beberapa hari tanpa bertemu dengannya tanpa mendengar suaranya dan terpisahkan dengan waktu yang berbeda hampir 180°. dan saatnya di ujung acara pelemparan buket bunga. aku malas mengikutinya jadi aku berada di sebelah kiri beberapa langkah dari kerumunan yang merebutkan buket bodoh itu. 1,2,3...... buket terlempar. bukan di tengah-tengah kerumunan tapi tepat di hadapan ku. aku tak menangkapnya hanya membiarkan saja tiba-tiba saja 2 orang di kanan-kiri ku menangkapnya tepat di hadapan ku. "ya ampun! akan ada triangle love! betapa manisnya cerita mu josy." pekik kagum clara. what? triangle love? aku menatap orang yang mengapit ku sekarang dan rupanya mereka adalah steve dan pria yang kalau tak salah namanya jesse.

  kakek tua memanggil ku ke ruanganya. aku memasuki dan mendapati sosok belakang wanita dengan rambut hitam sepekat sayap burung gagak seperti aku, aku melangkah lebih dekat dengan bangku wanita itu duduk." oh kau datang josy." ujar kakek yang muncul dari ruangan tersembunyi di ruang kerjanya itu. wanita itu berbalik dan menatap ku dengan tatapn dingin, bibir merah yang meskipun tanpa lipstik tetap merah,mata dingin tak berdosa,hidung mancung seperti orang eropa, rambut tergerai se leher beraksen indo-england dan tak salah lagi itu adalah "ucapkan salam pada ibumu." ujar kakek. aku menunduk memberi hormat tak bersuara. aku memilih duduk di sofa yang membelakangi jendela putih lebar daripada duduk di sebelah ibu ku sendiri.karena aku tahu,dia tak pernah sedikitpun menyukai ku darah dagingnya sendiri.
"kenapa aku harus berhadapan denganya?" ujar ibu ku dengan jengkel.
"kau! dia tetap anak mu." geraham kakek mulai bergelatuk kesal.
"anak yang di lahirkan untuk masalah politik! malangnya nasib mu,jose!"
"setidaknya kau mengunjunginya beberapa kali atau menyuratinya sesekali di hari natal atau tahun baru. dia masih anak mu Rose" kesal kakek lagi.
"kenapa aku harus melakukanya? bukannya frank sudah melakukanya? Frank ayah ya dan Frank lebih menginginkanya daripada aku."
"apa kau tak punya sedikit hati untuk anak ini? dia anaka mu juga bersama Frank!"
"sedikit hati?apa kakek bilang sedikit hati? hati ku berubah jadi jati 20 tahun lalu saat Hary mati di bunuh oleh mu! karena itu aku bisa menikah dengan Frank dan kau ,kakek ua!membentuk aliansi dengan ayah Frank!"
dan akhirnya semua menjadi saling berteriak sahut menyahut dengan ucapan yang tak pantas untuk ku dengarkan. anak di bawah umur,seharusnya sekarang berada bersama steve mencicipi macaroon dan mungkin sedikit sampange. ya ampun betapa indahnya pemandangan yang kulihat dari jendela ruang kerja kakek ini. aku memasang wajah dingin sedingin es dan menutup telinga ku sekuat-kuatnya denn headset ku. aku tak kuat dengan tabrakan suara keras headset dan teriakan kakek dengan wanita high-class yang di sebut kakek adalah ibu ku. aku melepaskan headset dan dapat sedikit aku dengarkan suara steve yang menyanyikan lagu jadul air suply- i can wait forever. seperti liriknya 'i know its worth it all to spend my life alone with you' membuat ku ingin menghabiskan,membuang semua rasa rindu ku pada steve sekarang juga.
"kau lihat kek! dia saja memasang wajah lebih dingin daripada aku,dan tatapanya sesinis duri mawar.kenapa kau terlalu khawatir padanya? dengan frank yang selalu peduli padanya,dia akan baik-baik saja!!" teriak ibu berjalan dengan menghentakkan sepatu heels hitamnya dengan keras menuju keluar ruangan dan membanting pintu tepat saat aku menatap sosoknya dari belakang. 'she's so beautiful' ujar ku bergumam kecil dan menatap lagi keluar jendela tetap dengan wajah tak berexpresi.
kakek menghela nafas, aku bisa merasakannya. nafas yang ia buang adalah nafas prihatin terhadap ku. "sekarang kau tahu kan mengapa aku membiarkan laurance menikah dengan clara sampai-sampai memberkati pernikahan mereka?" tanya kakek dan aku mengangukkan kepala. 'agar akau tak seperti ibu ku.' gumam ku dalam hati. aku beranjak pergi dan kakek menyodorkan beberapa berkas yang rapi tersimpan di map biru. "kalian semua bebas! kau bisa keluar dari sekolah mu terkutuk itu!" ujar kakek memegang kepalanya yang pusing tak karuan. aku melangkah pergi menjauh dari bangku kerja kakek. aebelum aku melangkah keluar,aku menoleh ke arahnya "actually,sekolah itu memang terkutuk dengan segudang prestasi non-akademiknya dan sedikit akademik. mungkin,aku akan mulai ikut extra hockey dan basket dan menyelesaikan sekolah di sana walau harus bulukan dan beruban seperti mu kek." ujar ku aambil tersenyum dan melangkah keluar kelaur menuju pesta. tepat di luar rumah,ke-11 sepupu ku berkumpul, aku memberikan dokument itu dan mereka memeluk ku dengan erat. aku keluar dari kerumunan kesebelasan kakak ku dan mencari steve. "hei!" sapa pria ber-tuxedo cream. tinggi,tampan,seperti cunning tatum versi tua berumur 42 tahun. "oh hai frank!" balik ku sapa. ayah ku terlihat seperti work-holic dan melajang. 'dan dia tak berubah sama sekali.' gumam ku
"kau tahu?eemm... mungkin kita bisa ngopi bersama."
"ahh,aku tak suka kopi,tapi mungkin itu boleh juga."
"oh iyakah? aku tak tahu. emm.. mungkin setelah kau lulus,kau boleh datamg ke rumah ku dan kuliah di perancis."
"aah.. terima kasih tapi rasanya aku akan memilih korea. aku sudah mendaftar beasiswa di sana."
"oohh... sayngnya ya.."
"iya sayang sekali."
percakapan yang amat-amat garing dan canggung. kami berdiam diri dan akhirnya aku..
"aku harus mencari steve!" ujar ku
"oh? oke baiklah."
aku melangkah menjauh beberapa langkaj dan menoleh ke belakang."
"emm frank? mungkin kita bisa minum jus bareng dan beberapa kue.. tentu saja kue low sugar."
"oh?! tentu saja."
"aku tunggu lusa jam 3 di cafe de'monte dan aku akan mengajak steve."
"oke josy tentu saja dengan steve"
"oke. bye.. Dad!"
dan akhirnya ungkapan dad keluar dari bibir ku. aku berlari mengejar sosok steve yang tak jauh dari ku, aku tak tahu apa rupa ayah ku saat aku panggil dia 'dad' untuk pertama kalinya. aku mengaitkan tangan ku ke lengan steve,bersandar di pundak steve dan berbisik jika aku barusan bertemu dengan ayah ku.
"lalu apa yang kau lakukan lusa besok?" tanya steve dengan penasaran.
"entalah karena itu masih menjadi sebuah rahasia tersendiri."



                -THE END