Jumat, 23 Mei 2014

The BysGis

YOSHIKUNI EMI

   alunan jazz di sebuah cafe clasic menemani pagi ku hari ini. di tambah moccacino yang baru saja datang bersama sepotong roti lapis berlumer keju yang masih hangat membuat pagi ku terlihat sempurna.aku menyeduh sedikit moccacino yang berada di cangkir putih  bertuliskan 'Never Understanding Love' berharap hari ini akan berlalu dengan amat sangat lambat. sambil menatap buku tebal berhalaman 2000 lembar, aku mulai mengambil keputusan antara mengambil proyek dosen ku atau proyek The BysGis sendiri. sebenarnya malas untuk bertemu dengan kakek tua itu di england apalagi ia pernah menahan mobil kodok kesayangan ku selama 4 bulan pula sewaktu ia berlibur di tokyo selama 5 bulan. menjengkelkan adalah kata yang pas untuk mendiskripsikan sifat kakek tua itu. Tapi, aku sedikit tak enak dengan Josy. josy selalu menjadi perempuan perkasa yang di kelilingi kesebelasan sepupu yang tak berguna di mata para wanita The BysGis. terkadang aku ingin memaninya tapi, sekali lagi aku malas bertemu kakek itu karena masalah dendam lama yang masih membekas sedikit di kotak kenangan otak ku. meraih ipone5 ku dan mengetuk nama Nolla, wanita tertua dalam member Th BysGis.
"hey wwhats's up!" ujar nolla sedikit berteriak.
"where are you sist?"
"AFRIKAA!! aarrgghh... ada cicak di baju ku?! wushwush!" nolla berteriak sangat keras. suaranya terdengar sampai dua bangku dari tempat ku menikmati roti berlumer keju. padahal,ini belum aku loudspeaker akalau aku loudspeaker bisa-bisa aku tidak di izinkan jadi pelanggan cafe ini lagi.
"ikut The BysGis sist?kasian josy jadi wanita terakhir lagi."
"duh Em! aku gak bisa datang lagi. kau tau kan,kau dan aku masih dendam dengan kakek tua itu walau masalahnya benar-benar masalah kanak-kanak dan lagi, aku terlalu sibuk! pasien ku yang tak sabaran dan suka mengutuk selalu meminta ku memeriksa mereka setiap jam."
"aku tau kau terlalu populer di kalangan manusia bahkan anjing tergila-gila pada mu Nolla."
"sudahlah! aku tak bisa berbicara lama lagi. bye.."
suara Nolla hilang tak terdengar oleh ku lagi. dan kali ini fix sudah! untuk pertemuan The BysGis josy harus seorang diri menghadapi kesebelasan laki-laki payah.

  aku menyeruput moccacino ku kembali lalu membaca buku tebal yang menyebalkan tepat di depan ku.aku mengetuk keypad ponsel ku,berfikir mengarang untaian kata maaf dan beribu alasan kepada josy karena tak bisa menemaninya.
    send...
tak lama pesan baru masuk dan rupanya berasal dari dosen muda yang tersohor di universitas. dosen ini sebenarnya pernah memberikan beberapa kenangan manis yang tak akan ku lupakan tapi tak pernah ku ceritakan kepada orang lain bahkan kepada nolla atau josy yang selalu dekat dengan ku. kenangan yang berlatarkan di suatu tempat yang tidak romantis dan tak seberapa terkenal dan beberapa tahun lalu terkena tsunami. Di fukushima,kita menjadi relawan menolong segala usia segala jenis makhluk hidup yang sekiranya masih bisa di tolong. Dan saat itu, aku duduk di bangku terakhir SMA dan dia pria berumur 23 tahun kuliah di universitas terkenal dan sekarang ia menjadi dosen di universitas yang sekarang aku tempati. Saat bertemu denganya untuk pertama kalinya di universitas benar-benar gak kaget.hanya saja firasat ku bercabang tentang dirinya.
  Lonceng pintu masuk cafe berbunyi. Another customer come. aku menyeruput lagi dan mulai memainkan game fashion icon di ponsel ku. Saking asyiknya aku tak sadar kalau sudah ada seseorang yang duduk di depan ku.'ehheemm!!' Ia berdeham, aku sqdar dengan suara dehaman itu. Aku menatap dirinya dan rupanya."Satoshi-kun" gumam ku pelan menyebut nama seseorang yang baru saja ku pikirkan. "Aahh!! maksud ku, sensei! Gomennasai!" Aku lepas kendali. Dia bukan pria yang dulu memberikan kenangan manis saat menjadi relawan petama kali di fukushima,tapi dia sekarang pria mapan bertambah tampan beribawa dan dewasa duduk di depan ku dengan status sosialnya SENSEI bukan SATOSHI.
 Dia berdeham lagi dan menyeruput moccacino ku. MENYERUPUT MOCCACINO KU!! Tepat di tempat bibir ku menempel di bibir cangkir,ia mendaratkan bibirnya juga. 'What? UNDIRECT KISS!!' Teriak ku dalam hati kegirangan dan kaget. Bukannya munarik. Di lainlain sisi benar aku senang banget rasanya mau lonjak-lonjak api gak etis kalau lonjak-lonjal di tempat ini apalagi di depannya.nanti bisa-bisa aku di kira orang gila. Tapi di lain sisi aku menjerit kaget. Main nyeruput minuman orang aja,menapa gak pesan saja secangkir lagi. Pasti lebih enak masih anget.
"Moccacino ini enak sekali! Tak salah kalau kau selalu ke ini tiap pagi."
Aku tercengkang mendengar ucapannya. Kenapa dia tahu kalau aku sering kesini tiap pagi?jangan-jangan dia sering stalking aku.
"Aku sewa apartement di gang depan itu!jadi tahu kalau kamu ke sini tiap pagi. Tenan aku bukan tipe pria yang suka stalking wanita yang ia fans." ucapnya sambil menunjukan gang tepat di depan cafe. Wanita yang ia fans? Aku? Berarti dia masih...
"Oh ya besok kita akan berangkat pagi sekali! Tadi aku sudah bilang ke lainnya lewat sms."
Lewat sms? Ke semua orang? Kenapa aku gak dapat smsnya?
"Aku sengaja tak sms diri mu! Karena aku tahu, kau pasti sedang nongkrong di sini. Sengaja aku mampir sekalian cicipi moccacinonya." Ujarnya lagi dan kali ini akumenundukkan kepala membukam mulut dan pipi ku merona merah. Sedikit nge-fly dengar ucapannya yang begitu membuat ku senang.
"Tapi? Bukanya dulu kamu tak suka kopi? Tapi sekarang malah suka moccacino favorite ku juga." celoteh satoshi lagi. Dari awal celotehannya aku tak menjawab hanya diam mengatupkan bibir membekukan lidah dan pura-pura bisu. Bukannya aku tak suka,malah aku amat sangat suka dengan kehadiranya seperti ini. Tapi ini semua terlalu mendadak dan berlebihan.
"Em! Kau masih marah? Kau bilang kau sudah tak marah dengan ku." suara menjadi lembut
Marah? Aku tak marah hanya saja tak ingin bicara.
"bodohnya aku! Jelas-Jelas kau masih kecewa dengan ku. meskipun kau memaafkan aku tapi kau tetap kecewa dengan ku. "
Aku tak menjawab. Hasrat ingin berbicara membuka bibir ini tapi,tak tahu apa yang harus ku katakan. Aku bukan pujangga yang pintar mengarang beribu alasan yang akan membuat semua hati orang luluh akan alasan yang tak benar faktanya. lalu terdengar oleh ku menghela nafas kebingungan dengan sikap ku.
"Aku tak berhak melarang mu untuk mencaci maki diri ku dalam hati karena memang aku pria yang brengsek saat kejadian itu. Tapi kau tau? That was my sweetest memory an i'll never forget it. Dan aku berharap, aku bisa memperbaiki kesalahan ku dan membuatnya lebih lebih blkenangan yang terbaik lagi." kini suaranya lebih lembut dan terdengar rapuh di telinga ku. Aku menatap wajahnya. Matanya! Matanya seperti berkata kalau dia benar-benar menyesal dengan apa yang sudah ia perbuat kepada ku. Dalam tatapan ku, Ia seperti ingin menangis. Iq mengacak-acak rambutnya yang sudah agak godrong itu. Ia berdiri..
" i know Em! I'm the jerk one! And you deserve to hate me." Dan akhirnya ia pergi keluar begitu saja. Aku menatap punggungnya yang pergi dan yang ku lakukan melanjutkan permainan fashion icon di ponsel.
"I think i'm the jerk one!" Gumam ku sambil mengerutkan bibir dann kemabali bermain fashion icon. aku berhenti meletakkan tablet ku di atas kitab yang tebal. mata ku terpaku menatap tulisan di cangkir 'never understanding love' melamun entah kemana hayalan ku membawa ku ke suatu alam bawah sadar yang dapat membius ku beberapa menit dari gerak-gerik kehidupan di sekitar. mungkin memang satoshi yang salah tetapi,kemungkinan besar aku penyebab kesalahan satoshi jadi, dengan akata lain aku adalah kambing hitam dari semua konflik 3 tahun lalu. dan sebenarnya aku sudah sadar dengan kesalahan ku ini. aku hanya... hanya.. hanya.. tak tahu bagaimana merangkai kata-kata yang pas untuk berucap di depannya, menatap sepasang bola mata yang akan membuat ku membungkam begitu saja, lalu menatap lekukan bibir yang membuat tubuh ku mati gaya. aku tak bisa! dan mungkin saja aku kalah!! kalah melawan ego ku yang terlalu besar,
 ego yang selalu mengontrol sampai mendoktrin otak ku jika perempuan tak berhak bekata maaf di depan seorang pria karena kodrat wanita bukan untuk MENGEJAR tapi untuk DIKEJAR! doktrin yang tumbuh dari didikan kakek tua kami. dan salah ku juga mudah menelan didikan pria tua bangka yang tinggal menunggu waktu ajal tiba.

10.00 a.m.

  aku tak sadar sudah lebih 2 jam berdiam diri menyalahkan diri sendiri di sini selama ini. aku tak memiliki kegiatan yang penting hari ini. aku putuskan sekedar mampir di ruang club 'PECINTA SEGALA MAKHLUK HIDUP' yang di dirikan oleh satoshi-kun. club ini sudah berdiri lebih dari 18 bulan tetapi, sampai detik ini belum dapat nama yang pas sesuai hati kami semua. kira-kira sudah 16 kali kita mengganti nama club tetapi tetap saja belum ada yang cocok. ruang club terlihat lenggang seperti biasa. hanya ada 5 orang saja. ketua,wakil,seketaris,bendahara,dan tak lupa satoshi. aku masuk dengan mulut masih membungkam rapat menuju kursi di pojok dekat dengan kandang anjing lambrador yang beberapa hari lalu kami temukan dengan keadaan kritis di sebuah gang sempit. anjing itu menggonggong menyapa ku. sekecil senyiman tak terlukis di bibir ku, hanya lekukan bibir kaku yang datar terpampang jelas di wajah ku. aku meletakkan tangan di kandang,dan ia menempelkan tubuhnya di tann ku seolah-olah ia sedang aku elus padahal bukan. aku hanya ingin membalas sapaan lambrador tersebut. 'klutuk' suara pesan masuk. aku tak membukanya hanya asyik menatap sikap lambrador itu yang masih bergelut dengan tangan ku yang menempel di kandangnya. 'klutuk' pesan kedua masuk tapi tetap aku hiraukan. 'klutuk' pesan ketiga,'kluk' pesan keempat,'klutuk' pesan kelima. dan akhirnya sampai lagu don't i - teen top berbunyi, aku mengambil ponsel dari saku jins emba ku.
 "eehhm?" gumam ku. tapi tak ada balasan. aku hampir, hampir ingin pencet end call rupanya waja yoonpa terpampang di layar ponsel. kalau josy selalu dekat dengan boom, tapi aku selalu dekat yoonpa. nama aslinya adalah Park Jong yoon. di ambil nama akhirnya yoon di tambah akhiran dari kata Oppa akhirnya namanya berubah menjadi yoonpa. ia terliha tersenyum pada ku aku tersenyum padanya.
"oppa!"teriak ku sedikit manja.
"emi-chan?" jawabnya dengan gaya sok imut. tiba-tiba seluruh orang menoleh ke arah ku. aku mengeluarkan headset dan berbalik ke arah kanan. kami berbincang-bincang panjang lebar seolah-olah kita pasangan burung yang saling jatuh cinta,tak bisa berhenti berkicau. Tapi ,kalau kami berdua tak bisa berhenti mengeluarkan senyuman yang termanis sebisa kita berdua. menatap mata yoonpa lebih muda daripada menatap mata satoshi. walau aku terlihat asyik bervideo call-ria, aku sempatkan untuk melirik ke arah kawan-kawan satu club ku berkumpul. dan sesuai dugaan ku! aku mendapati tak sengaja satoshi melirik ku dengan wajah merah padam seperti ingin meledak. walaupun ia meledak,ia tak berhak untuk meledak kepada ku. mengumpat ku atau mengutuk yoonpa karena anatar aku dan dia sudah berakhir. "ha? Married? who with who?" teriak ku spontan dan sekali lagi, teriakan ku menarik perhatian anggota yang lainnya. aku kembali berputar dan memberikan mereka pandangan punggung ku yang tak seperti malaikat tanpa sayap ini. yoonpa menceritakan segalanya tentang laurance dan clara. aku sedikit khawatir tentang josy. josy wanita yang rapuh walau kelakuannya tak pernah menampakkan kerapuhannya yang amat dalam. kelakuan josy memang bisa memanipulasi apa yang ia sedang pikirkan. orangkan terkecoh dari penampilan josy,karena begitulah josy. beberapa konflik kehidupan yang akhirnya membentuk dirinya seperti berpakaian besi,bertopi baja,dan bertombak panjang padahal dia tak seperti itu. hatinya sama seperti wanita lainnya malah sedikit lebih lembut. selembut air mengalir yang tak dapat di raih oleh tangan kosong.

"aku capek nee-san! sudah capek di buat melayang olehnya. semakin lama ia membuat diri ku melayang lebih tinggi dari pada biasanya,membuat ku hampir yakin dia seorang yang akan menjadi tempat naungan ku berteduh dari segala penat karena konflik yang tak pernah selesai di antara aku,kakek buyut,dan orang tua biologis ku. ya ampun! aku seperti wanita yang bodoh! sudah terlena oleh semua bualan dia dan perhatian dia selama ini! 8 tahun dia berbual dan mengobral perhatian kepada ku. rupanya itu hanya akal busuk saja. walau sebenarnya dia benar-benar tulus perhatian kepada ku. benar sih tulus! tapi dengan sebuah alasan simple 'kasian' ia mengobral perhatian yang memang sejak awal bukan untuk melayangkan diri ku tapi hanya sebagai melampaiaskan rasa simpati belaka. malang nasib ku ini! seharusnya sejak awal aku tahu! Steve satu-satunya orang yang mengerti diri ku dan perhatian kepada ku bukan karena alasan yang sesimpel itu yang alhirnya membuat ku melayang lebih tinggi dan jatuh lebih sakit dari biasanya."

balas josy setelah aku mengiriminya sms menanyakan apa yang sedang terjadi di sana. steve! benar hanya steve yang tahu apa yang selalu menjadi isi hati josy. nee-chan, panggilan akrab josy kepada ku, seolah-olah aku ini kakaknya sendiri. tapi, itu hampir benar. dia adik sepupu ku bukan? jadi,josy bisa dikatakan juga adik ku.kakak? rasanya aku rindu dengan kakak ku sendiri. lelaki pertama sebelum yoonpa yang selalu membuat diri ini nyaman untuk mengutarakan apa saja yang aku ingin ku ucapkan. dari ucapan non-sense sampai pembicaraan yang serius ia tetap mau mendengarkan ku. nama kakak ku sudah terpampang di layar,tinggal aku touch yang berwarna hijau aku bisa bertukar cerita denganya kembali. haduh! rasa rindu mulai menyelubungi diri ku. satoshi mendekati ku, memberikan sebungkus roti coklat. aku mengadahkan wajah menatap matanya lekat-lekat walau sebenarnya aku tak kuat lagi menatap matanya itu. terlihat satoshi sudah mulai membuka bibirnya seakan-akan ia ingin mengatakan sesuatu pada ku. tiba-tiba saja ia mengatupkan bibir dan berpaling meninggalkan tempat ku. aku menatap punggungnya lekat-lekat. punggung yang sedang berjalan lurus itu adalah penghancur hati ku yang tak bisa ku lupakan kenangan yang dulu pernah kami buat bersama saat pertama kali bertemu dan esok pagi,aku dan dirinya akan berada di tempat penuh sejarah bagi hati kita berdua yang pernah berlabuh satu sama lain. lagu don't i teentop terdengar lagi, aku menatap layar ponsel dan rupanya dari Kurosaki,kakak ku. dengan cepat secepat rasa rindu menghantui diri ku,aku menerima telepon itu. aku membungkam bibir dengan tangan kanan. aku tak kuasa lagi! rindu yang menghantui sudah terlalu tebal seperti awan hitam yang mengumpal pembawa air hujan. dan akhirnya awan hitam itu meneteskan air hujan setetes demi setetes air mata ku jatuh. butiran air begitu sa keluar dari mata ku tanpa ku rencanakan. awalnya hanya setetes tapi lama kelamaan tetesan itu semakin deras. aku terisak-isak tak bisa bekata lagi. aku memilih menutup ponsel dengan tiba'tiba disaat tengah-tengah cerita kakak ku. sekali lagi! aku menyita pandangan semua orang yang berada di depan. mereka menatap ku dengan tatapan keheranan dan keanehan terlintas juga tatapan menjijikkan sekilas. aku berdiri,menuju pintu membungkuk untuk menyampaikan salam dan saat aku sah menup pintu, aku berlari tanpa arah yang pasti. aku tak tahu harus kemana dan siapa aku berlari menuangkan rasa rindu ini. shit aku terlihat seperti wanita yang ceroboh!

  Mega stereo dalam volume yang full memutarkan lagu Blue dari boyband bigbang. tidak, tidak semua boyband itu bencong. tetapi ada yang manly seperti bigbang. mereka tidak terlihat amat sangat bencong dengan tubuh yang lencir gemulai tidak! mereka tidak seperti begitu. mereka pria yang berbadan bidang,bersuara merdu,bergaul dengan asyik, dan bad boys but nice. yes they are! kecuali GD dia tak berbadan bidang,tidak berhati besar,tidak bergaul dengan asyik,dan pastinya bad boy yang almost menuju ke worse boy. tersinggung? ya maaf mau gimana lagi! itu GD yang aku kenal sejak aku TK kemungkinan sejak aku belum lahir dan merenggut nyawa ibu ku sendiri kami sudah saling kenal. selalu jahil,menjambak rambut ku,mengejek ku,berberteriak pada ku,dan tubuhnya? ya ampun sangat amat malnutrisi. tapi mau tak mau aku harus mengakuinya,dia atau GD adalah salah satu The BysGis tertua nomer 2 setelah om gan. tak percaya kan? apalagi aku! aku masih ingat apa yang dia teriakkan sewaktu ia ditrima menjadi murid trainer SM entertaiment dan aku juga masih ingat apa yang ia katakan pada ku via telepon rumah saat ia bergabung ke YG entertaiment, gara-gara itu ia di marahi ayahnya tagihan telepon rumah jadi melonjak mahal. aahh... aku jadi rindu dengan semua sepupu ku. 'tingtong!' suara bel rumah ku terdengar. aku membuka pintu dan sudah ada satoshi berdiri didepan pagar rumah. 'hey!emi!kau harus menghampirinya!' bisik otak ku pada diri sendiri. kaki ku bergerak,melangkah dengan sedikit rasa ragu-ragu. sempat aku menghela nafas dan menelan air ludah. perasaan ini bukan seperti 'i see a prince charming' tapi seperti 'i see the devil' sehingga aku melangkahkan kaki ini dengan sedikit rasa takut. takut the devil akan menerkam ku atau mengubah ku menjadi zombie.
"aah aku hanya mau memberikan ini." satoshi menyodorkan sebuah kertas putih seperti undangan ke pesta. aku tak tahu undangan apa itu yang penting antara pesta pernikahan dan hari jadi club kami. kami berdua diam selama beberapa menit. terlihat oleh ku sosok yang menoleh ke arah kanan sambil menunduk dan tatapan tajam sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu. kemungkinan topik yang harus ia ucapkan sehingga pembicaraan ini tak menjadi garing dan kita tak menjadi patung yang sejak tadi di tonton oleh para pejalan kaki. aku menatap lurus ke wajahnya tepat! tanpa perasaan ragu atau malu. "ciee ehem! ada pria di depan rumah Emi-chan cie...." beberapa teman lama ku lewat dan menyahuti kita. barulah itu pipi ku berubah menjadi merah. aku menunduk dan menatap ke arah lain dan tersipu malu. TERSIPU MALU!! aku mencuri pandangan ke arah satoshi dan rupanya ia juga sedang merona. expresi yang belum pernah ia tunjukkan kepada ku sebelumnya. "sensei! sensei,mau masuk?" akhirnya aku bersuara! aku membukakan pagar kecil setinggi lutut ku. "aah tidak! tak usah! aku hanya ingin mengantarkan saja,tak ada niatan untuk mampir." ucapnya yang sedikit membuat ku jatuh. bukan jatuh ke tanah tapi sedikit remuk lah perasaan ku. "Emi?!" suara pria lain terdengar di balik punggung satoshi. aku menjinjitkan sedikit kaki ku dan terlihat, kakak ku di belakang satoshi sekarang! dengan cepat aku membuka pagar,menyenggol pundak satoshi kemungkinan dengan keras,dan memeluk kakak ku. "ni-chan! sejak kapan datang? kok jalan kaki? mobilnya mana? sudah makan? kebetulan aku sudah masak,masuk ke dalam?" ujar ku dengan kegirangan. akhirnya salah satu orang ku rindukan hari ini berada di samping ku dan aku tak menyangkan itu adalah kakak ku. "emi,ada tamu kan?" jawaban singkat kakak ku. aku menoleh ke arah ke satoshi dan mulai membuka mulut untuk mengenalkannya. " halo saya dosen di universitas emi,saya pembimbing club yang ia ikuti. saya cuma datang memberikan lembaran kertas itu. dan sekarang saya mau pamit!" ucapnya lalu ia membungkuk dan pergi berjalan menjahui aku dan kakak ku.

  aku mengutarakan semua kejadian itu. kejadian dimana menjadi kenangan manis dan pahit yang sebelumnya tak pernah aku rasakan. aku sudah terbiasa bercerita tentang masa lalu ku bersama satoshi. sudah tak ada air mata yang turun lagi saat cerita itu di putar kembali. Serasa aku bisa lepas dari segala ikatan yang selama ini mengahantui ku selama ini, hantu masa lalu bertampang seram tapi selalu membawa satu ember penuh dengan permen manis membuat ku tertarik untuk merasakan manisnya, selalu ingin membuat ku merasakan rasa manisnya...
"Biarkan aku mengantar mu besok!" Ujar kakak ku,kurosaki. Aku terdiam tak memberikan jawaban. "Akan ku antar sampai tujuan!"ucapnya lagi tapi aku tak membuka mulut untuk menjawab ucapannya. "Susah?berikan ponsel mu!aku akan menelpon guru mu!" Jengkel kurosaki dan ia mengambil ponsel ku yang tergeletak seperti tak bertuan di meja kecil dekat TV. Akhirnya kurosaki bercakap ria dengan satoshi. Ya tuhan! Semoga saja sewaktu expedisi pertolongan hewan esok kau kirim malaikat penolong untuk ku.

     Pagi telah datang. Ketinggian matahari sudah menunjukan pukul 7. Aku berdiri di depan pagar rumah seorang diri sambil meniupkan udara ke tangan ku. Seperti biasa pagi ini seperti hari yang lalu! Suhu masih -5°C brrr.. walau tak seberapa dingin,tetapi ini termasuk dingin untuk ku. 450 detik kemudian, kurosaki datang dengan mobilnya yang baru saja selesai di bengkel yang terletak 2 gang dari sini. Perjalanan ke fukushima di tempuh 5 jam perjalanan kendaraan roda 4.anggota club lainnya berkendara dengan mini bus yang di sewa dengan uang kas kita yang lumayan banyak. Tak ada anggota yang bisa ku hubungi kecuali Nirina. Sahabat lama ku yang sudah membanting perasaan,jatuh,bangun bersama ku sejak SMP. Sebenarnya dia bukan sahabat ku tapi hanya teman dekat yang sudah klop di hati ku. Persahabatan itu tak perlu dengan ucapan SAHABAT tapi hanya perlu ikatan batin yang terjalin kokoh sejak lama. Nirina sudah tahu bagaimana bunga sakura bersemi di hati ku dan satoshi dulu karena nirina ikut dengan ku menjadi volunter amatir untuk pertama kalinya. "Em?" Panggil Kakak ku. Aku menoleh ke arahnya.
"bagaimana perasaan mu pada pria itu?"
"Entahlah! Aku tak tahu! Menaruh hati kepada seseorang yang tua itu sangat amat membingungkan. Sehari itu aku bisa di buatnya terbang melayang-layang dengan sayap yang terbuat dari pelopak bunga ume. Sehari itu juga aku bisa dibuatnya jatuh ke dalam sebuah lubang yang dalam bersama dengan keledai yang asik menatap ku."
"Keledai? "
"yap! Keledai! Keledai hewan yang selalu jatuh pada lubang yang sama berkali-kali."
"Berarti kamu mendiskripsikan kamu bodoh? What?"
"Iyaa benar aku bodoh. Karena menaruh hati kepada seseorang itu tak pernah bisa berjalan dengan pikiran selalu mata kebenaran di butakan oleh perasaan yang tak menentu dan hanya membuat diri ku terbelenggu di hubungan yang akan di benci semua wanita."
"Dan tak semua orang dewasa itu berfikir dewasa. Kemungkinan orang dewasa berfikir dengan cara yang sama seperti orang yang jauh lebih muda. Haah! Kenapa menyukai seseorang itu selalu merumitkan?!" Ujar ku dan mulai frustasi. Kakak ku mengelus kepala ku dan aku jatuh ke dalam lautan perasaan yang menentu.
"Serasa aku ini spora bunga dandelion yang sudah mekar dan terbang mengikuti aluran angin yang meniup ku." Ucap ku mengeluh. Mengeluh adalah hal yang aku benci karena di saat aku mengeluh berarti selalu saja sesuatu yang tak bisa ku raih.memang selalu ada sesuatu bukan satu hal tapi kemungkinan banyak hal yang tak bisa di raih oleh manusia, tapi setidaknya hal yang tak bisa di miliki itu pernah ku genggam erat di tangan ku. Headset sudah menyumpal telinga ku dan membawa ku ke dalam mimpi yang indah.

   Seberkas cahaya terlihat di mata ku. Punggung satoshi dan kurosaki terlihat jelas di depan ku. Mereka sepertinya mengobrol sesuatu,sesuatu yang tak bisa ku dengar dan tak ku ketahui. Aku membuka pintu mobil dan mereka berdua bejabat tangan sepertinya mereka hanya mengobrol sesuatu yang tidak aneh-aneh atau menyangkut diri ku. Aku menatap wajah kurosaki dengan heran dan ia mengangkat kedua bahunya. "Boys talk" ujarnya dan pergi membawakan ransel ku. Aku melewati pagar lebar,luas,megah dan kokoh. Pagar yang dulu masih sering dilewati oleh para pelajar SD sekarang menjadi basecamp kami untuk 4 hari sebelum kami harus pindah ke selatan dan bertemu dengan relawan yang lainnya berasal dari universitas Y. Ya tuhan aku harus bertahan 4 hari sebelum akhirnya bertemu orang baru. ransel dan koper ku sudah ku letakkan di ruangan kelas 4-4, aku mlangkah melihat-melihat ruangan demi ruangan. Dan akhirny aku melangkah ke sebuag ruangan luas. Hanya ada sebuah grand piano tertutup tak bertuan. Tak ada yang memainkanyya, piano itu berdebu terlihat seperti diri ku. Kesepian dan hanyut akan penungguan yang tak berujung. Aku melangkah mendekat,membuka piano dan aku mulai menekan tuts do, terdengar bunyi yang merdu klasik seperti baru saja di beli. Sore itu bercahaya langit oranye,aku memainkan sebuah lagu klasik yang jelas tak ada yang tahu lagu apa itu. Hanya aku dan piano tahu apa yang sedang ku mainkan. Setap tuts piano mengandung apa yang selama ini ku pendam. Sore ini piano tua dan aku saling bercerita apa yang sudah membuat kita menangis bersama.

   3 hari telah lewat. Benar seperti dugaan ku! Aku menghabiskan hari-hari hanya bersama hewan dan nirina. mengobrol ala kadarnya dan bercanda bersama anggota lainnya. Berpapasan tak menatap tak menyapa saling membisu saling menatap mata memberikan rasa rindu yang tertahankan oleh realita. setiap malam,aku memohon berkali-kali pada tuhan agar aku terlepas dari segala ikatan yang hanya membuat ku seperti boneka porselin nan cantik tapi tak pernah di mainkan hanya sebagai pajangan di lemari kaca. Kami berangkat meninggalkan basecamp ini meninggalkan wilayah kecil yang tak pernah ku lupakan. Di tempat ini, aku mencurahkan hati ku untuk pertama kalinya. 3 jam perjalanan akhirnya sampai pada daerah yang sedikit tak asing oleh ku. Anjing labrador menyalak ke arah ku. Aku mendekatinya perlahan-lahan, tangan ku mencoba menyentuhnya. Langkah ku sudah pasti lambat,hati ku menahan nafas, jantung ku dagdigdug bagaimna jika aku di gigit oleh anjing ini yang tiba-tiba ia mengidap rabies atau terkontaminasi dalam tahapan yang sudah berat? Rasanya itu seperti menatap jubah malaikat maut yang lewat tapi tanpa senjatanya. Satoshi mendekat dan sekarang sejajar dengan ku. Tanganya juga ingin meraih anjing itu,tapi tangan satoshi teelebih dulu yang menyentuh anjing itu. "Satosui-kun?" Gumam ku pelan. Satoshi tersenyum lebar,anjing itu mulai bermanjaan di tangannya. Membelai dengan penuh kasih sayang yang tak terungkap. "Apa kau tahu? Anjing ini dulu yang pernah kita selamatkan. Dulu ia kecil dan tak pernah sopan dan sekarang ia malah lebih parah sifatnya." Ujar satoshi sambil memanjakan anjing itu dengan tangannya. Anjing? Ahh... aku teringat! Gara-gara anjing ini kita bertemu dan menjalin kasih walau hanya sebentar. "Dan gara-gara anjing ini,aku mengenal mu. Bisa berbicaradengan mu setelah dari awal bertemu aku selalu ingin berbicara tapi tak ada kesempatan saat itu." Tiba-tiba satoshi berucap kembali. Aku sedikit shock tak berbicara. Bibir ku mengatup rapat. Aku berdir seperti patung,gugup,bingung,mati rasa saat itu juga satoshi berdiri dan menepuk pundak ku dengan tangan yang satunya,yang masih bersih lalu meninggalkan ku sendiri bersama anjing labrador yang masih menjulurkan lidahnya tapi tatapannya masih marah. Aku meninggalkan tempat itu dan masuk ke dalam sebuah rumah kuno kemungkinan jaman edo tak begitu besar tapi cukup menapung kami semua. Rumah ini tua sampai-sampai kayu lantainya akan berbunyi 'jiit' jika kamu berjalanan dengan pelan atau santai. Baunya seperti bau kayu pinus,harum tapi tak menyengat. Seperti biasa, aku mulai menelusuri ruanan di setiap rumah. Rumah ini berbeda dengan sekolah SD yang kemaren. Selalu ada barang yang unik dan membuat ku tertarik tapi di rumah ini aku hanya dapat menemukan alat sekadarnya aja. Kecuali biola tua tahun 1956, 1956? Tua seperti rumah ini. Ya ampun apa tidak ada barang modern sedikitpun di rumah ini? Serasa aku hidup 20 tahun lebih tua! tapi biola ini barang lumayan juga. Bisa untuk menghibur diri sendiri. Aku menjelajah lagi,membuka semua laci di setiap lemari dan aku menemukan foto keluarga. Foto tua dan kelihatannya yang tinggal disini nenek berumur 72 tahun seorang diri yang sedang menunggu suaminya pulang berlayar dan tak kembali pulang selama 40 tahun. Aku tahu karena ada surat cinta yang tertulis singkat terselip di tengah-tengah album foto. nenek itu menunggu kakek itu pulang dan selama itu,ia membesarkan ke-3 putranya yang bisa aku bilan tak terlalu jelek juga. ponsel ku bergetar 2 kali. 2 sms telah masuk . Aku membuka sms yang pertama
 "Nee-san, aku bertemu degan ibu ku. Rosaline H. Crocs bertambah cantik! Sangat menawan,anggun,dan seperti biasa angkuh,garang tapi selalu seperti pantas untuknya. Alasan kakek memberkati laurnce karena ia tak ingin aku seperti rose walaupun wajah ku seperti fank,aku masih anak kandung rose yang tentunya memiliki sifat yang mirip dengannya walau tak semuanya. Aku tak tahu jika pernikahan yang bahagia bisa membuat roasaline terlihat lebih cantik dan bahagia walau wajahnya masih terlihat mendendam perasaan dendam yang lama kepada kakek. Dan frank,terlihat sangat amat tampan! Setelan tuxedonya membuat ia seperti pria gagah. Dan aku juga tak mengerti bagaimana perceraian bisa membuat frank menjadi tampan dan bahagia seperti ini. Dan kau tahu? aku mulai berkomitment akan memanggil frank dengan sebutan 'dad'. Enatalah aku rasa ia berhak ku panggil seperti itu karena itu adalah kebenarannya ia adalah ma dad." Dari Josy memberi tahu kebahagiannya yang mulai menjadi lebih bersinar. ya ampun aku mulai penasaran bagaimana kalau aku bisa sebahagia josy lagi? beberapa foto di kirimkan yoonpa melalui line. Terlihat juga saat josy berdempet oleh kedua pria yang berebut bouquet, aku memiliki firasat kalu akan ada kisah triangle love versi josy. Aku keluar mencari beberapa snack tertinggal di bagasi mobil. Aku mulai membuka bagasi dan mulai mengangkut bahan snack. "Kau seharusnya meminta bantuan kepada orang lain." Ujar seseorang yang tiba-tiba berada di sebelah kanan ku. Kewakan badan yang memang kelakian banget,suara yang berat,kacamata berframe bubble gum membuat ku menoleh ke wajahnya. "Kau punya nirina kan? Kenapa kau selalu mencoba sok tegar kau memang tak pernah berubah!" Ucapnya sekali lagi. Ucapannya itu membuat ku terpana padanya serasa ia tak asing bagi ku. Untuk pertama kalinya aku melakukan hal bodoh untuk menyakinkan diri ku kebenaran identitas yang muncul dan tak asing oleh ku. Aku mencium ke arah lejernya dan tercium aroma lavender, lavender seperti aroma yg selalu di miliki oleh....
"Kristov!!!" Jerit ku dan langsung memeluknya dengan erat. Aku mencengkram pelukan ku sekuat tenaga hampir saja aku membuat dia terguling dan untung saja ia dapat menahanya. Aku mulai mencium dirinya di segala penjuru wajahnya. Pipi,hidung,dan kening sudah aku cium. "Ciuman mu terlalu parah,Em!" Ujarnya sedikit protes.
"Seharusnya kau mencium ku seperti..." sebelum selesai ucapannya, ia menarik pingang ku,aku memejamkan mata dan akhirnya kami berciuman yang seperti seharusnya kita lakukan, bibir bertemu bibir.
"Eheem!!" Suara dehaman seseorang menghentikan ciuman kami berdua. THATS MY FIRST KISS!! Aku menampar pipi kristov dengan keras dan suaranya terdengar sangat nyaring.
Ponsel ku bergetar lagi aku menatap layar, ada sms dari kurosaki.
"Aku harap ini hanya kabar burung tapi aku dengar tim kristov menjalankan misi yang sama dengan mu em. Dan ku harap kau berhati-hati kalau ada apa-apa hubungi aku pasti kan ku hajar pria itu."  Sms ke-dua yang belum aku baca.

"Hei em! Emi!! Kau tak seharusnya marah pada ku! Itukan hal yang sudah biasa kita lakukan.. hei!" Teriak kristov dan mecoba menangkap ku dari langkah ku yang berjalan cepat.
"Ha?" Ujar ku dan menatap matanya lekat-lekat, tangan ku mulai bersiap untuk menamparnya.
"Don't you remeber when we were child?"
"Apaan sih.." ujar ku dan masih menghindar darinya. Aku kembali masuk ke dalam rumah dan diikuti nirina. Nirin mencengkram pundak ku dan aku menatap wajahnya dengan tersenyum gembira. Aku tertawa tekiki-kikik kecil dan wajah ku memerah. Nirina hanya diam tak bertanya pada ku.
"Ada apa?" Ujar ku serius . Wajah merah berubah menjadi serius.
"Apa kau tak lihat?"
"Appan sih nir? Jangan serius gitu dong! Kamu seperti barusan lihat hantu"
"Beneran em!Beneran gak tahu? tadi kan ada tivani di sebelah satoshi."
Shit dan akhirnya apa yang aku tak inginkan terjadi. Tivani adalah mantan pacar kristov dan sekarang jadi pacar satoshi sejak saat bertemu pertama kali di tempat ini. Dan saat itu, tivani mencuri start ku untuk memiliki satoshi. Benar saja aku tak akan mampu menyaingi tivani. Ia wanita cantik,putih,langsing seperti model dan memang ia seorang model harajuku yang terkenal. Karena itu banyak pria yang nempel pada dirinya termasuk satoshi.
"Oh ya? Aku ada kristov!" Ujar ku mencoba menyembuntikan wajah kaget ku dari nirina.
" ya ampun em! K usah begitu juga deh. Terserah dah, aku mau nolong anjing dulu." Nirina kesal dan meninggalkan aku sendiri.
Aku memainkan biola tua itu belum selesai, kristov sudah berdiri di depan ku.
"Apa kau yakin? Kau sduah tak ada hubungan dengan pria itu?" Tanyanya dengan heran.
"Satoshi? Ia guru ku hanya sekedar hubungan murid dan guru tidak salah bukan?"
"Tapi kau terlihat seperti sedikit berharap dan dia juga seperti itu."
"Tidak itu sduah kisah yang usang! Dia sudah jalan bareng tivani bukan?"
"Mereka bukan jalan bareng memang mereka udah tunangan. Tapi tak pernah terkuak pertunangan itu. Dan itulah alasan ku memutuskannya." Cerita kristov membuat mulut ku terbuka lebar. Aku tak bisa berhenti mengaga. Aku kanget dan tak tahu apa yang harus ku lakukan saat itu. Aku pergi sambil melambaikan tangan dan menuju bukit belakang rumah tua ini. Sebenarnya aku tak tahu kalau ada bukit cuma iseng lari dan tidak sengaja menemukan bukit ini. Aku mencari tempat yang pas untuk duduk menikmati pemandangan dan mencerna segala permasalahan ini. Aku duduk sendiri di gazebo yang sepi hanya ada suara gemuruh rumput bergoyang. Walaupun sepi, aku tak bisa menemukan jawaban yang tepat. Beberapa saat kemudian seorang duduk di samping ku. ia rupanya satoshi.
"Kau sudah dengar ya?" Ujar dia tiba-tiba tanpa aku beucap dahulu. Aku tak menjawab hanya menganggukkan kepala. Suara hembusan nafas terdengar oleh ku. Aku ingin sekali menoleh ke arahnya tapi aku tak sanggup.
" lucu sekali jaman modern masih saja ada perjodohan." Ujarnya sambil dibuat-buat. Aku tak tahu harus apa tapi yang pasti, saat ia berbicara seperti hatinya tersayat-sayat. Tangan kiri ku menyentuh pundaknya, dan tangan kanan ku mengelus kepalanya. Kedua gerakan itu gerakan REFLEK yang tak ku hendaki. Sontak aku kaget dan berhenti mengelus kepalanya. Ia memandang ku dengan tatapan yang dalam dan tajam. Ia memeluk ku kemudian. Pelukan hangat sangat erat seperti pelukan pertama kita. Aku tak mengelak dari cengkramannya. Walau sangat kuat tapi terasa hangat. Seperti satoshi yang baru saja aku kenal.
"Aku kira aku bisa bersama mu saat itu. Saat kita pertama tapi, aku sadar semakin aku tenggelam pada alunan mu semakin nyata kesempatan bersama mu adalah nihil!" Suara satoshi bergetar, aku mengusap lagi kepalanya lebih lembut seakan-akan ia adalah anak ku.
"Aku kira saat itu, aku bisa membuat kenangan indah bersama, bertukar cerita, menonton film bersama, melakukan hobi kita bersama, tetapi semakin dalam khayalan ku semakin dibutakan pula pandangan ku sampai saat dia datang. Dia datang membawa tali ikat yang baru agar aku tak terlepas dari ikatannya." Lanjut satoshi. Rasanya cerita satoshi mirip seperti nasib josy tetapi josy lebih beruntung daripada satoshi. Aku tetap mengelusnya lembut dan perlahan. Satoshi hanyut dalam pelukan ku dan aku hanyut terhadapnya. Kita berdua sama-sama dalam keadaan yang paling jelek, keadaan yang sangat rapuh dimana tak ingin ditunjukkan kepada orang lain selain orang yang dicinta. Tanpa ku sadari, tivani sudah ada di sebelah kami. Memandang kami dengan lekat,wajah datar,dan mata menyipit. Shit! Aku pasti di kira tukang cabe-cabean. "Tiv?" Ujar ku melembut. Satoshi bangkit menatap tivani dengan datar dan merangkul ku. Tivani tak berutik ia hanya menatap dengan datar dan pergi beberapa menit kemudian. "Emi? Wanna come with me?" Kristov datang secara tiba-tiba. Krstov! Akhirnya bala bantuan untuk ku datang juga. Aku mengangguk, dan dia menyambut tangan ku. Ini kristov yang aku kenal, selalu datang menyambut tangan ku, selalu menjadi emergency call ku, dan selalu menjadi jalan keluar di setiap kesulitan. Aku tak tahu mengapa di saat aku merindukan kristov kita tak pernah bertemu tetapi di saat aku terjebak dan tersesat membutuhkan pertolongan, ia selalu hadir di samping ku. Ponsel ku bergetar, ku berhnti sejenak dan membukanya rupanya dari jo lagi.
"Nee-san sekarang yang aku butuhkan hanya steven dan kakek sudah menyetujuinya. Kita tak tahu apa yang akan terjadi kedepannya tapi kita berkomitmen apapun yang terjadi we'll still holding our hand together. Tapi bukan itu juga ku khawatirkan. Rasanya mulai terpikat dengan pria baru yang tak mau aku sebut namanya. Karena itu masih menjadi sebuah rahasia tersendiri bagi ku. Hanya saja aku masih belum bisa membuka hati untuk orang baru. bagaimana kabar si kutil kristov? aku benar-benar mermerindukannya
 josy terdengar sangat bahagia,membuat ku sangat-sangat-sangat iri. kristove menepuk pundak ku dengan lembut. aku menatapnya dan ratapannya sangat tajam,serius,dan seakan-akan membutuhkan aku untuk mendengarkannya.
"apa kau tak membuat satoshi dan tivani menjadi pasangan bahagia?" ujar kristov aku terdiam dan menunduk .
"aku tahu ini bukan hal yang normal , 2014 masih ada acara perjodohan,tetapi setidaknya kali ini nyata. mereka akan menikah walau kau merestui atau tidak mereka tak akan peduli" lanjut kristov.
"kita hanya sebatas orang yang hidup dalam kenangan mereka."
"aku tahu! aku tahu kris, kita hanya sebatas orang dalam kenangan walau itu kenangan,mereka tidak akan melupakan kita,begitu pula dengan kita." jawab ku. aku mengahadap ke arah kristov. dan sekarang kita sudah saling berhadapan, tinggi ku hanya setinggi hidung kristov yang mancung itu. aku menyentuh pundaknya sambil tersenyum.
"ayoo kita buat mereka menjadi pasangan yang bahagia!!" ujar ku dengan penuh semangat.

semua rencana sudah kami pikirkan semalaman. dan hari ini kita , aku dan kristov akan memulai rencana kita berdua. walau kami berdua harus ikhlas menerima semusemua,kami tidak bersedih. kami yakin dapat membuat mereka menjadi pasangan yang bahagia.Sehari, Dua hari sudah terlewatkan dan renacana kami menghasilkan hasil yang manis. antara satoshi dan tivani sudah terlihat kemesraan di antara mereka, dari mulai berdansa bersama,bernyanyi lagu ballad bersama,dan tentu saja memasak dan membersihkan rumah bersama. walau kegiatan yang mereka hal yang sepele, tapi itu benar-benar kemajuan yang pesat untuk mereka berdua. dan di hari terakhir sebelum kita kembali ke rumah masing-masing, kami mengelar farawell party. kami ber-BBQ bersama,menari,bernyanyi, dan tak lpa minum sake bersama walau hanya beberapa gelas saja. Kristov bangun dari tempat ia duduk dan mengambil alih perayaan farawell party, ia mengucapkan sepatah dua kata tentang betapa senangnya ia bisa menjadi relawan di sini, bertemu dengan ku kembali dan kenangan manis walau singkat. kristov kembali ke tempatnya sekarang giliran satoshi mengambil alih acara.
"aku benar-benar berterima kasih kepada kalian semua. atas waktu yang singkat ini, aku tak bisa melupakan kalian semua. terlalu banyak kenangan manis bersama di tempat yang tak berpenghuni ini. dan juga, aku bersyukur hanya beerapa hari saja aku bisa memperbaiki hubungan ku dengan tunangan ku,tivani. aku tahu kami berdua mungkin tak akan pernah memiliki perasaan yang bisa menyatu tapi setidaknya, kami berusaha untuk menyatukan perasaan kami tanpa menghilangkan orang yang kami cinta. berkat orang yang kami cinta, kami bisa memiliki pernikahan yang bahagia walaupun tak sepenuhnya seperti itu. Tivani, ayoo kita hidup dengan baik dan bahagia !!" pidato saoshi yang tak terdengar jelas dan tak tercena baik oleh otak ku sempat membuat ku hampir meneteskan air mata. tiba-tiba kristov bagkit dan mengambil alih lagi.
"YOSHIKUNI EMI jika kau berumur 29 dan belum menikah, aku akan datang ke rumah mu dan melamar mu!!!!!!" teriak kencang kristov membuat ku malu. muka ku tersipu malu sampai-sampai aku harus menutupi wajah ku dengan kedua tangan ku. krstov kembali duduk tapi kali ini ia pindah posisi berada di samping ku tepat.
"baimana?" tanya kristov dengan sedikit sombong.
"kan ku tunggu kau untuk membuktikannya." ujar ku menepuk pundak kristov.




           - THe END-



Senin, 19 Mei 2014

lirik pitch perfect

Udah pada tahu kan akapela movie satu ini...
Benar sekali judulnya pitch perfect dimana semua pemainnya merebutkan juara akapela nasional. Sound boring movie ha? Tapi believe me ini bukan film yang membosankan walaupun sering sekali menyanyi tapi wo yakin kalian semua bakal suka

Ini link lirik yang kalian bisa download ,lirik salah satu lagu pitch perfect yang wo suka bangeetttt

http://downloads.ziddu.com/download/23788789/pitch-perfect.doc.html

lirik rixton me and my broken heart

http://downloads.ziddu.com/download/23788764/rixton.doc.html

Tuh diatas link yang sengaja wo kasih itu buat semua orang pecinta rixton me and my broken heart

Selasa, 13 Mei 2014

HALO THAILAND


Haloo......
Beberapa bulan lalu kawan-kawan dari thailand datang...
Aku tak tahu nama sekolah mereka karena itu terlalu panjang dan rumit hampir tak bisa aku ingat. Hanya ingat depannya saja NAWAMINTHARA dan tak tahu belakangnya..
Foto di atas adlah foto di hari pertama saat mereka datang aku berfoto bersama pip sebelah kiri dan earth sebelah kanan. Alu menyukai mereka tapi lebih menyukai earth karena ia terlalu ramah dan ceriah. Pria yang ceria selalu menyenangkan hohohoho....


Dan ini foto pertama kali saat mereka baru sampai dan turun dari bis. Terlihat pip yang memberikan salam. Ya ampun dia terlihat manis saat itu...


Dan yang ini foto diambil hari kedua saat mereka datang yang berarti mereka harus kembali ke thailand. Di foto itu terlihat felix,pria thailand yang lucu dan baik hati. Dia selalu welcome kepada semua orang.. and i'm glad i met you felix ^^


Dan yang ini dengan earth lagi... bersama teman ku disty, akj berfoto lagi dengan earth. Aku harap aku memiliki foto lebih banyam bersama mereka huhuhu......
Terutama dengan felix dan earth,pasti sudah aku ajak selfie berulang kali. Ya ampun felix and earth both of you are my . And you always be in my heart.

POSE DAY









Hai semua... kali ini wo (saya) mau bercerita sedikit tentang poseday kegiatan sekolah yang dilaksanakan tanggal 26 april bulan lalu. Sebenarnya wo lupa kepanjann dari poseday tapi yang penting, poseday di selenggarakan untuk meriahkan hari kartini yang jatuh pada tanggal 21 april. Seperti di atas, wo memakai tema kartini yang amat sangat simpel hanya kebaya berwarna pink,bawahan jeans hitam,rambut terurai seperti biasa, dan tanpa make-up tak lupa juga wo pakai ulos, semacam selendang yang dipakai orang batak kebanyakannya. Dan memang wo ini orang batak jadi kagak kaget kalau wo ini keras kepala kayak tengkorak gajah (what the heck).

Memang wo sengaja untuk memekai pakaian seperti itu bukannya mau melanggar aturan tapi wo hanya melakukan mencoba sesuatu hal yang hampir mirip dengan apa yang ibu kartini lakukan waktu jaman dulu. Jaman ibu kartini yang namanya make-up itu belum ada hanya ada gincu alias lipstik saja karena itu wo pilih tanpa make-up dan tanpa lipstik karena wo benci di beri lipstik, selalu saja menjadi lebih merona bibir wo dan wo benci yang menor-menor -.-'

Selain itu, kalian pasti penasaran gak mungkin kan acaranya cuma anak satu sekolah datang pakai kebaya atau blangkon tanpa doing someting. Jangan khawatir saat poseday ada stan bazaar yang memang didirikan oleh setiap kelas dan kelas wo kebagian daerah lampung, tapi stan wo tak mirip atau tak ada sentuhan dekorasi ala lampung


Itu wo dengan ima lagi mau berkeliling menjajahkan panganan dan minuman yang stan kami jual. Curcol sedikit yaa... sebenarnya seminggu sebelum poseday, wo jatuh sakit gejala tipes dan sehari sebelum poseday wo bela-belain kerja samapai malem hari,baru pung sekitar jam 7 malam itu aja pulang karena saat wo salim dengan guru kimia wo,bu dani. Beliau bilang kalau badan wo sedikit hangat. Karena itu wo langsung pulang dan siap-siap tepar di rumah. Habis wo takut jatuh sak lagi padahal baru saja sembuh tapi wo kerjanya terlalu berat...


Ini teman-teman wo satu kelas bisa dilihat sendiri jajanan yang kelas wo jajahkan, hampir habis dan memang sudah habis saat poseday tapi walau habis kita tak meraih untung apapun karena..... there is something that i can't share to all of you..


Dan saat poseday ada lomba boyband juga dan ini penampilan pertama boyband dari kelas X apa gitu wo lupa hehehehe.....

Sekian dan terima kasih ^^



Sabtu, 19 April 2014

JOSEPHINE MARCH 2


jadi,ini adalah kelanjutan dari The BysGis serial Josephine yang pertama. enjoy it everyone ^^



Josephine march 2

"Yoonpa!Ooppa!Nooppa!Boomppa!!!" teriak ku menyebutkan nama pendek sepupu yang berasal dari korea. mereka berempat seperti kedua koko ku! mereka satu paket! mereka berempat kakak adik kandung yang dapat dikatakan wajah ku dan mereka hampir mirip,terutama boompa! dia mat sangat mirip dengan ku. aku memeluk paksa mereka berempat dan mengecup pipi mreka sati per satu. aku tak percaya,mereka datang! aku benar-benar rindu sepupu ku dari korea! mereka sudah seperti kakak laki-laki ku sendiri. tak lama kemudian, sebuah kereta kuda berhenti di depan pi tu yang terbuka lebar. sepatu bot kulit berwarna coklat muda mendarat dahulu dan keluarlah pria yang selama ini ingin ku hajar mukanya,Franco lam dari hongkong!
"tak bisa ku mendaratkan pesawat ku di kebun kosong sebelah sana?" tanya dia sedikit sombong.seperti biasa,dia akan sedikit sombong dan aku akan meninjunya sekarang!
'PAK!' suara tangkisan franco membuat semua orang yang menonton menyengir kagum.
"kau sesikit berubah!" ujar ku dan dia melepaskan topi baseball andalanya sambil menundukan kepala pada ku sedikit memberi hormat. pagi ini, pagi yang cerah! pagi yang membawa berkah! para sepupu pria ku menuju dapur dan menyaoa marxus yang sedang bersiap kudapan ringan untuk pagi ini. aku menuju lorong yang sepi dan mencoba check ponsel ku. "how's your day,jo? what did you find at that old house?jewelry?old books?" sms stven baru ku buka pagi ini. kalau aku menelfonya kemungkinan besar dia masih bermanja dengan bantal gulingnya yang sudah usang itu."amazing dude! sepupu ku mulai berkumpul kayak mereka itu pindah sarang. aku tak tahu !aku akan mencari tahu nanti siang di perpusatakaan daerah.". ketuk ku pada qwerty touchscreen.

  aku tak menyangka perpustakaan ini baunya seperti buku ramuan china yang sudah ditulis sejak ratusan tahun lalu. apek? iya! tapi tak terlalu tajam aroma buku jadulnya.aku berjalan melewati satu demi satu deretan buku dengan bermacam jenis buku. dari ilmu perbintangan alias astronomi,lalu funiture dengan bermacam model dari beberapa era. akhirnya sampai pada bagian yang ku suka,komik jepang! Aku mulai berjinjit untuk meraih komik di rak buku yang ke-5. 'Gila!karya hiromi mashibanya lengkap banget.' ucap ku dalam hati kegirangan. 7,9,13,16,20,25 buku komik berhawil aku seleksi dari satu lemari buku besar dan tinggi. Aku memeluk 25 komik ku dengan kedua tangan ku dengan susah payah. Aku menatap seluruh bangku baca ,tapi semua sedang penuh.PENUH!! 'Shit!' Umpat ku mengutuk tempat ini. Mau tak mau ,aku harus mau bergabung dengan orang yang duduk di dekat jendela sebelah kanan ku. Ku menahan 25 komik dengan dua tangan yang penuh,melangkah 10 langkah dan menurunkan komik ku dngan pelan. "Excuse me, can you share this seat with me?please?" Ujar ku sambil menyengir memohon. Orang itu menatap ku dengan tajam tanpa tersenyum dan tak mencoba berkata menjawab ucapan ku. dia kembali menundukan kepala dan mengulurkan tangan seolah dia berkata silahkan pada ku. Aku duduk manis dan mulai membaca. 3,6,8 komik sudah slesai ku baca kurang 17 komik lagi. Komik yang ke 9 mamasih karangan hiromi mashiba,judulnya 20 tahun. Gara-gara aku membaca komik ini yang ada bau kawinnya membuat ku teringat pernikahan Laurance. 'Clara pentixion ha? Heemm....' aku mencoba mengingat-ingat bagaimana wajah dul sewaktu kita mawih sering bermain bersama. Merangkai bunga,merajut syal,membuat pai apel yang gosong ,kegiatan seperti itu selalu beulang setiap hari sewaktu kecil . Clara,dia gadis cantik 3 tahun lebih tua dari ku. Hidung mancung,kulitnya merah,matanya hijau permata,rambutnya coklat ikal yang selalu ia gelung. Aku bangun dari lamunan ku,bangkit dan menuju deretan buku design. Aku mengambil 5 katalog weeding design,kembali ke bangku dan memulai membuka-buka katalog. Dressnya semua bagus tak ara yang lebih bagus atau jelek semua,membuat ku ingin melamun menatap ke luar jendela. 'Rrttt....' panggilan masuk dari pim.
"Semua sudah siap?"
"Sudah nona maksud ku josy, tinggal wedding dressnya."
"Oh ya? Cepat sekali kerja mu?"
"Clara meminta seseorang yang mendisain dressnya adalah anda!"
"Ha? Aku?!" Ujar ku terkejut sampai-sampai orang yang duduk di depan ku menatap mata ku dengan tajam. Aku membugkukkan badan sebagai tanda memohon maafmaaf dan melanjutkan pembicaraan dengan suara se-kecil semut.
Aku mulai bingung. bagaimana aku bisa mendisain wedding dress dengan tema garden party? ha? garden party? lourance memang sudah gila! bagaimana dia bisa menerapkan tema garden party padahal dia sendiri alergi dengan serbuk bunga. bodoh! aku melamun sambil membiarkan buku skets terbuka lebar dan pensil tetap berada di genggaman ku. ku melamun kembali menerawang lebih jauh ke arah luar jendela. pemandann yang luar biasa. tampak bukit yang di hinggapi rumah tua bangsawan miliki kakek dari jendela sini. terlihat kecil seperti rumah barbie, mungkin rumah barbie abad ke-5 lebih tepatnya. tangan ku mulai bergerak, kertas putih mulai berubah menjadi penuh dengan coretan tangan ku yang entah kemana arah gambarannya. dan akhirnya jadi! aku sedikit tersenyum pahit menatapnya. benar-benar gambaran tak tahu arah yang jelas. pria di depan ku mulai menelpon kawannya. dengan bahasa yang sedikit aku mengerti, ia berbicara betapa tidak lengkapnya perpustakaan ini. ia tak bisa menemukan buku kedokteran spesialis jantung yang lengkap. aku menghosok dagu sambil berfikir dan beranjak pergi ke mas-mas penjaga perpus. kembali ke bangku dengn 3 buku besar tebal berdebu dan berbau apek! aku menyerahkan buku itu kepada pria di depan ku tanpa berkata-kata.
'bagaimana dia?' lirih pria itu.
"jika anda mencari buku apa saja, tolong beritahu saya! saya lebih tahu tampat ini daripada orang yang jaga perpus." ujar ku dan kembali duduk.


   taman Springfield menjadi keputusan akhir. clara dan laurance setuju mereka akan menikah di taman ini di sah-kan oleh pastor setempat.sudah 3 hari ini orang-orang pada gila menyiapkan perlengkapan pesta kawinan laurance. ke-11 pria The ByGis sudah datang dan 2 wanita yang lain selalu sibuk. tapi memang seperti itu kenyataanya. Emi selalu sibuk dengan job volunter-nya di sebuah desa kecil terpelosok jauh dari jamahaan manusia bersama tim dan dosen mudanya. lalu Nolla dia selalu sibuk dengan kegilaanya tentang hewan apalagi yang namanya anjing. dia rela harus bolak balik dari Afrika ke Amerika hanya untuk mengurusi penampunagan anjing di amerika dan group Zoologi di hutan tandus afrika. ya ampun! hidupku lebih baik walau mendapati cemoohan yang tak sedap daripada 2 wanita The BysGis yang selalu sibuk seperti penderita rabies.
"jo! come here!" teriak Boompa dari jendela kecil yang terbuka lebar di ruang dapur. aku berlari menuju dapur. benar! spriengfield dengan rumah tua ini hanya berjarak 80 langkah kaki saja, jauh? tidak juga, dekat amat? bisa dibilang ya. aku memasuki lorong dan sudah ada clara di depan ku. memakai wedding dress karangan ku. 11 sepupu melingkari clara dan mata marcus takjub tak percaya adiknya menjadi lebih cantik daripada aku.oke! aku memang tak pernah menjadi cantik di mata semua pria walaupun pria itu adalah Steven. ngomong-ngomong tentang steven, 2 hari ini aku belum bbm,skype,atau mencoba mengirim sms padanya.
"aku rasa kau masih 12 tahun yang selalu membututi ku kerja dan sekarang kau...."
"kau sudah menjadi 19 tahun menikah tanpa kuliah dahulu!." pekik haru marcus sambil mengusapkan serbet ke matanya. terlihat sedikit kejengkelannya terhadap adiknya itu.
"kalau aku jadi kau, aku tak akn membiarkan adik ku menikah sebelum lulus kuliah! kecuali, kalau dia kemasukan bola dahulu." sindir Franco yang akhirnya membuat ku menyikut perutnya. kalau tak salah, clara pernah mengirimi aku postcard bergambar university of cambridge 1 tahun 8 bulan yang lalu.
"aku rasa,gaun ini sedikit sesak di badan ku!"pekik clara sambil meletakkan tangan kanan ke perutnya.
"aku sudah kemasukan bola 2 bulan!" ujarnya lagi. what?! bagaimana? aku tak bisa berkata-kata dan rupanya bukan aku seorang yang speachless tapi selurun orang membukam mulutnya. marcus tak tahan lagi dan dia mulai menggulung adonan-adonan yang akan di persiapkan untuk pernikahan adiknya esok hari.
aku keluar sambil menutup mulut ku yang melebar selebar bentuk O besar.

   aku kembali mengunjungi perpus apek ini. "hai,Ms,Jo! you look so tired?" sapa seorang pustakawan. aku tak berucap hanya tersenyum manis sebisa ku. aku kembali duduk di tempat yang sama bersama orang yang sama. kelihatannya orang didepan ku sama seperri ku,mrnyukai spot bangku ini. aku tak bisa berkonsentrasi dengan apa yang ku baca. komik-komik hiromi mashiba aku biarkan bergeletak di bangku begitu saja. aku meringkuk dengan headset masih menancap di telinga volumenya tancap gas! aku mulai menggaruk kepala ku dengan cepat seperti orang uring-uringan tak karuan. tiba-tiba pria di depan menyodorkan kertas memo kuning pada ku.
'thank you for the books, you help me alot.' tulis dia dengan namanya, Jasee di bawah pojok kanan memo bersama emoticon senyum. ha? emot senyum? dia mau ngajak anak 16 tahun kencan? apa dia gak sadar wajahnya aja udah kayak om-om. tapi, om-om yang kece hehehe... aku tersenyum manis adanya dan kembali meringkuk.
'ya tuhan! England is Hell for me!' umpat dalam hati menyesali datang ke england yang tak kuku ketahui england sebelah mananya diri ku sekarang berpijak. selain itu, aku baru tahu seseorang yang dulu di katakan akan menikah dengan ku,akan menikah esok hari dengan sahabat ku akrab klop banget dan sehati sejiwa dengan ku dengan keadaan sudah kebobolan 2 bulan. lagu jadul favorit kakek ku berdendang keras di telinga ku.'thought you travel so far boy,i'm sorry you are 25 minutminutes to late..' lirik 25 minutes MLTR ini rasanya cocok berkeliaran di telinga ku saat ini. 10 buan lalu surat trakhir dari aurncelaurance untuk ku. dia kata dia kan berencana untuk another wild adventure di amerika dan akan memakan waktu lebih dari 7 tahun dan soal pertunangan itu akan dipikirkan setelah 7 tahun itu. what a bitch! aku menegakkan badan menatap lurus ke arah pria itu,memfokuskan mata dan mulai menangis. bukan menangis yang terisak-isak seperti bocah ingusan tapi menangis yang tak di hemdaki. air mata ku tiba-tiba saja jatuh tepat di komik hiromi mashiba yang judulnya 20 tahun. pria tepat di depan ku melongo kebingunn. aku dapat menatap wajah ya yang bisa di bilang tampan tapi gak tampan-tampan juga lebih tepatnya bad boy but nice! mata yang tak sipit atau lebar terdapat bola mata berwarna coklat tua pekat,rambut landak pendek,kumis tipis dan berjengkot seperti jarum menutupi bibirnya yang kecil dan tipis. dia tak terlihat seperi om-om yang pedofil tapi om-om yang kece. aku mengusap kedua mata sebelum ku mengusap,pria itu menawari selembar tisu merek paseo. paseo? ya ampun berasa di indonesia saja. "aku tak tahu alasan kamu menangis tapi, jika aku berbuat salah maafkan aku." ujarnya mencoba tidak tampil sebagai kambing hitam. aku tersenyum lagi dan menggelengkan kepala. dan aku mulai menceritakan apa yang sedang yang terjadi. menceritakan pada orang asi? kau bodoh josy tapi tak apalah yang penting saat ini aku tenang .

06.54 A.M.

  hari yang tak pernah ingin ku harapkan datang juga. aku mengitip dari luar jendela, semua orang berlari berputar-putar seperti ada kebakaran yang terjadi. aku mulai bangkit dan tidur kembali. aku tak sanggup. 4 jam lagi hari yang menyebalkan datang juga. masa ada orang nikahan jam 10-an temanya garden party pula,untung ini di england walau entah di sebelah mananya kalau di indonesia,bisa-bisa hancur pestanya. gak akan datang ratusan orang yang di undang karena jam segitu matahari sudah nyentrik amat apalagi di gresik nge-punk banget tuh mataharinya.
    07.16 a.m.
  aku mulai bangkit dari kasur ku dan menuju kamar mandi. aku berendam tak tahu berapa lamanya aku akan berendam yang penting aku berendam dan menenangkan pikiran ku. aku mulai meraih ipod ku dan mulai memainkan beberapa musik. busa-busa menutupi badan ku terlihat amazing,aku mencoba memontretnya dan... dan... dan tak mungkin aku masukan ke instagram walau sebenarnya aku ingin. bisa gawat kalau aku upload bisa-bisa daftar cemoohan yang pahit bertambah banyak. aku membuka jendela kecil dari tempat ku bersandar. tepat di luar menghadap springfield dapat ku tatap. Yoonppa mendapati ku sedang mencuri pandang ke arah springfield. dia melambaikan tangan dan tersenyum. lalu om gan menatap ku juga. om gan? rupanya sudah datang. "hoi!! josyy!! berapa lama kau akan berendam?" teriak om gan dengan bahasa mandarin yang lancar. aku hanya menggelengkan kepala padanya. aku mengencangkan volume ipod dan menyandarkan kepala ke tembok. memejamkan mata dan mencoba mencerna apa yang pria seperti om-om kece yang kalau tak salah namanya jesse ucapkan pada ku. "anggap saja itu sebagai perkawinan mu sendiri! kau harus berdandan lebih cantik dari pada penggantin wanita.pria akan mengerti mengapa kau seperti itu!"
  sudah lebih dari 42 menit aku berendam, ujung jari-jari ku mulai berkeriput. aku menutup jendela,mematikan ipod dan mulai bergegas berdandan layaknya gadis remaja yang akan pergi ke prom.
  9.37 a.m.
aku belum menemukan gaun apa yang akan ku pakai. semua wardrobe ku aku bongkar. aku cobai satu demi satu dress yang ku punya daei kekecilan sampai tak pantas dengan tema kondanganya. dan akhirnya aku menemukan sebuah dress berwarna biru muda langit dan lengannya putih berpola bunga dan roknya melebihi lutut 6 cm. larena aku tak suka rok di atas lutut. sepatu ku hanya flat shoes fladeo biasa berwarna biru juga. dan yang terakhir, rambut! aarrgghh aku benci rambut ku yang hitam pekat sepekat sayap gagak dan panjang melebihi ketiak 8 cm. aku bingung harus aku apakan.
  9.45 a.m.
rambut ku masih berantakan tak karuan, tak berbentuk, tak mulus,kusut,berdiri semua rambut ku seperti habis tersetrum. shit! what i must suppose to do? damn!
tok tok tok! suara ketukan membuat ku menatap pintu kamar ku yang berwarna merah itu. "josy it's me,Pim! i'm ready to give my best servis." ujar lembut sopan pim. aku membuka pintu dan memeluknya erat dan hampir mencium pipinya. aku duduk manis di depan cermin rias ku layaknya tuan putri yang angun nan menawan menungu perias profesional ku menyulap ku menjadi lebih dan lebih awesome daripada angsa.
10 menit. hanya 10 menit dan akhirnya selesai juga. menatap wajah ku yang tak ku percaya ini adalah aku. rambut hitam ku di kelabang dan tersanggul manis menampakkan kedua kuping ku yang mungil. bibir mungil ku ter-lipglos menjadi warna natural yang manis. 'unbelievable!' pekik ku kagum. benar, pim adalah pria multitalent. pim membungkuk dan memasangkan sandal elizabeth favorite ku. ' anda bisa lecet dengan flatshoes itu nona.' ujarnya saat memakaikan sandal. ya ampun,serasa seperti putri sungguhan. aku berdiri membelakangi pintu kmar ku. aku menoleh mengarah ke arah pim yang sedang merapikan alat make up ku. aku tersenyum dan menarik nafas dalam'dalam. menyakinkan diri,memantapkan iman untuk melangkah keluar dari rumah tua. aku memilih keluar lewat pintu belakang yang berada di dapur. aku melangkah dengan hati-hati agar tak terpeleset sehingga tak perlu re-make-up lagi. aku menatap marcus mengenggam erat serbet putihnya. matanya terlihat khawatir,tubuhnya gemetaran,dan dia mengigit bibir bawahnya. aku menghampirinya dan menepuk pundaknya dan terseyum lembut. hanya itu saja yang bisa ku lakukan sekarang ini u tuknya. "kau tahu josy? aku tak tenang! tak tidur semalam! rasanya aku ingin menghajar pria brengsek itu! dia membuat adik ku... kemasukan bola 2 bulan. 2 bulan? damn!" ujar marcus sambil menghentkkan tangan ke arah meja dapur dengan keras. aku hanya mengelus pundaknya sekali lagi. "tapi.... clara terlihat sangat.. cantik! dan bahagia! dan rasanya aku bisa menerima pria brengsek itu." lanjut marcus sambil sedikit senyum tipis. "kau,sama dengan ku." bisik ku padanya.


   aku berjalan di karpet putih ini. para tamu sudah berkumpul semua dan memandangi ku saat berjalan. akhirnya aku menemukan kursi bertuliskan nama ku tepat di depan altar. duduk di sebelah pria yang..... "STEVE!!!" pekik ku leras dan lantang. aku memeluknya erat. "ya ampun! i miss ypu like crazy stev!", steve menatap ku lekat-lekat dan akhirnya menatap tatanan rambut ku kreasi dari multitalent man. 'me too' bisiknya tepat di telinga ku. clara berjalan anggun dengan wedding dress kreasi ku sendiri. clara terlihat cantik sangat amggun dan bahagia. ia menatap ku dan tersenyum aku membalas senyumnya. aku bersandar pada pundak steve dan memegang tannnya.
"dia cantik" bisik steve.
"aku sedikit prihatin sama dia."
"ha? kenapa?"
"baju itu aku buat tanpa arah imajinasi yang jelas."
"apa? kau parah josy! tapi itu sebuah mahakarya yang indah" puji steve dan mengusap rambut ku dengan pelan lembut dan gentel.


   setelah ucapan 'i do' dari dua orang yang sedikit mendapatkan kutukan di hari pernikahan mereka, akhirnya menuju sedikit pesta. aku berdansa bersama steve. aku mengantungkan kedua tangan ku di lehernya dan begotu pula steve. kami berdansa dengan tempo selambat-lambatnya, mencoba meresapi beberapa hari tanpa bertemu dengannya tanpa mendengar suaranya dan terpisahkan dengan waktu yang berbeda hampir 180°. dan saatnya di ujung acara pelemparan buket bunga. aku malas mengikutinya jadi aku berada di sebelah kiri beberapa langkah dari kerumunan yang merebutkan buket bodoh itu. 1,2,3...... buket terlempar. bukan di tengah-tengah kerumunan tapi tepat di hadapan ku. aku tak menangkapnya hanya membiarkan saja tiba-tiba saja 2 orang di kanan-kiri ku menangkapnya tepat di hadapan ku. "ya ampun! akan ada triangle love! betapa manisnya cerita mu josy." pekik kagum clara. what? triangle love? aku menatap orang yang mengapit ku sekarang dan rupanya mereka adalah steve dan pria yang kalau tak salah namanya jesse.

  kakek tua memanggil ku ke ruanganya. aku memasuki dan mendapati sosok belakang wanita dengan rambut hitam sepekat sayap burung gagak seperti aku, aku melangkah lebih dekat dengan bangku wanita itu duduk." oh kau datang josy." ujar kakek yang muncul dari ruangan tersembunyi di ruang kerjanya itu. wanita itu berbalik dan menatap ku dengan tatapn dingin, bibir merah yang meskipun tanpa lipstik tetap merah,mata dingin tak berdosa,hidung mancung seperti orang eropa, rambut tergerai se leher beraksen indo-england dan tak salah lagi itu adalah "ucapkan salam pada ibumu." ujar kakek. aku menunduk memberi hormat tak bersuara. aku memilih duduk di sofa yang membelakangi jendela putih lebar daripada duduk di sebelah ibu ku sendiri.karena aku tahu,dia tak pernah sedikitpun menyukai ku darah dagingnya sendiri.
"kenapa aku harus berhadapan denganya?" ujar ibu ku dengan jengkel.
"kau! dia tetap anak mu." geraham kakek mulai bergelatuk kesal.
"anak yang di lahirkan untuk masalah politik! malangnya nasib mu,jose!"
"setidaknya kau mengunjunginya beberapa kali atau menyuratinya sesekali di hari natal atau tahun baru. dia masih anak mu Rose" kesal kakek lagi.
"kenapa aku harus melakukanya? bukannya frank sudah melakukanya? Frank ayah ya dan Frank lebih menginginkanya daripada aku."
"apa kau tak punya sedikit hati untuk anak ini? dia anaka mu juga bersama Frank!"
"sedikit hati?apa kakek bilang sedikit hati? hati ku berubah jadi jati 20 tahun lalu saat Hary mati di bunuh oleh mu! karena itu aku bisa menikah dengan Frank dan kau ,kakek ua!membentuk aliansi dengan ayah Frank!"
dan akhirnya semua menjadi saling berteriak sahut menyahut dengan ucapan yang tak pantas untuk ku dengarkan. anak di bawah umur,seharusnya sekarang berada bersama steve mencicipi macaroon dan mungkin sedikit sampange. ya ampun betapa indahnya pemandangan yang kulihat dari jendela ruang kerja kakek ini. aku memasang wajah dingin sedingin es dan menutup telinga ku sekuat-kuatnya denn headset ku. aku tak kuat dengan tabrakan suara keras headset dan teriakan kakek dengan wanita high-class yang di sebut kakek adalah ibu ku. aku melepaskan headset dan dapat sedikit aku dengarkan suara steve yang menyanyikan lagu jadul air suply- i can wait forever. seperti liriknya 'i know its worth it all to spend my life alone with you' membuat ku ingin menghabiskan,membuang semua rasa rindu ku pada steve sekarang juga.
"kau lihat kek! dia saja memasang wajah lebih dingin daripada aku,dan tatapanya sesinis duri mawar.kenapa kau terlalu khawatir padanya? dengan frank yang selalu peduli padanya,dia akan baik-baik saja!!" teriak ibu berjalan dengan menghentakkan sepatu heels hitamnya dengan keras menuju keluar ruangan dan membanting pintu tepat saat aku menatap sosoknya dari belakang. 'she's so beautiful' ujar ku bergumam kecil dan menatap lagi keluar jendela tetap dengan wajah tak berexpresi.
kakek menghela nafas, aku bisa merasakannya. nafas yang ia buang adalah nafas prihatin terhadap ku. "sekarang kau tahu kan mengapa aku membiarkan laurance menikah dengan clara sampai-sampai memberkati pernikahan mereka?" tanya kakek dan aku mengangukkan kepala. 'agar akau tak seperti ibu ku.' gumam ku dalam hati. aku beranjak pergi dan kakek menyodorkan beberapa berkas yang rapi tersimpan di map biru. "kalian semua bebas! kau bisa keluar dari sekolah mu terkutuk itu!" ujar kakek memegang kepalanya yang pusing tak karuan. aku melangkah pergi menjauh dari bangku kerja kakek. aebelum aku melangkah keluar,aku menoleh ke arahnya "actually,sekolah itu memang terkutuk dengan segudang prestasi non-akademiknya dan sedikit akademik. mungkin,aku akan mulai ikut extra hockey dan basket dan menyelesaikan sekolah di sana walau harus bulukan dan beruban seperti mu kek." ujar ku aambil tersenyum dan melangkah keluar kelaur menuju pesta. tepat di luar rumah,ke-11 sepupu ku berkumpul, aku memberikan dokument itu dan mereka memeluk ku dengan erat. aku keluar dari kerumunan kesebelasan kakak ku dan mencari steve. "hei!" sapa pria ber-tuxedo cream. tinggi,tampan,seperti cunning tatum versi tua berumur 42 tahun. "oh hai frank!" balik ku sapa. ayah ku terlihat seperti work-holic dan melajang. 'dan dia tak berubah sama sekali.' gumam ku
"kau tahu?eemm... mungkin kita bisa ngopi bersama."
"ahh,aku tak suka kopi,tapi mungkin itu boleh juga."
"oh iyakah? aku tak tahu. emm.. mungkin setelah kau lulus,kau boleh datamg ke rumah ku dan kuliah di perancis."
"aah.. terima kasih tapi rasanya aku akan memilih korea. aku sudah mendaftar beasiswa di sana."
"oohh... sayngnya ya.."
"iya sayang sekali."
percakapan yang amat-amat garing dan canggung. kami berdiam diri dan akhirnya aku..
"aku harus mencari steve!" ujar ku
"oh? oke baiklah."
aku melangkah menjauh beberapa langkaj dan menoleh ke belakang."
"emm frank? mungkin kita bisa minum jus bareng dan beberapa kue.. tentu saja kue low sugar."
"oh?! tentu saja."
"aku tunggu lusa jam 3 di cafe de'monte dan aku akan mengajak steve."
"oke josy tentu saja dengan steve"
"oke. bye.. Dad!"
dan akhirnya ungkapan dad keluar dari bibir ku. aku berlari mengejar sosok steve yang tak jauh dari ku, aku tak tahu apa rupa ayah ku saat aku panggil dia 'dad' untuk pertama kalinya. aku mengaitkan tangan ku ke lengan steve,bersandar di pundak steve dan berbisik jika aku barusan bertemu dengan ayah ku.
"lalu apa yang kau lakukan lusa besok?" tanya steve dengan penasaran.
"entalah karena itu masih menjadi sebuah rahasia tersendiri."



                -THE END

Minggu, 13 April 2014

The BysGis (the Boys and Girls)

Josephine march

  Jantung ku berdetak sangat cepat pagi ini. aku mulai bernafas dengan cepat,perasan was-was menyelubungi diri ku. aku menatap jam tangan berwarna hitam di tangan kanan ku. tepat pukul 09.00! tak lama kemudian pria berwajah chinese berseragam SMA swasta kristen keluar dari kelas X-1 sambil membawa rapot bercover biru tua. aku langsung berdiri di sampingnya. tanpa berkata-kata dia mengusap-usap kepala ku dengan lembut. dengan leganya aku mengelus dada dan menghela nafas. rapot sudah aku pegang dan aku mengikuti pria itu berjalan tanpa berkata-kata sampai depan gerbang sekolah. sepanjang perjalanan menuju gerbang, semua mata tersorot pada kita berdua dan terdengar oleh ku bisikan dari mereka. aku sudah biasa mendengar mereka berbisik karena itulah kerja mereka sehari-hari dan biasanya aku tak menggubris sama sekali. tapi hari ini beda! aku sedikit takut jika pria ini mendengar bisikan mereka yang sama sekali tak ada kebenarannya. tapi,rasa takut ku ini terlalu berlebihan. tak bisa dipungkiri lagi kalau pria ini sudah mendengar bisikan mereka tentang ku.

   aku meraih ipod ku dan mulai menyelipkan headset ke telinga yang beberapa waktu lalu panas karena bisikan orang yang gak ada kebenaranya sama sekali. sebelum aku mulai menyumpal telinga kiri ku, tiba-tiba pria itu memeluk ku.
"kenapa kamu gak pindah aja jo? pindah ke sekolah yang sama dengan ku di surabaya! sudah berapa lama kamu dengarin omongan mereka yang hoax semua?" ujar pria itu sambil memeluk ku erat. aku memelepaskan pelukannya sebelum ada yang sadar kalau kita berpelukan di dalam mobil. aku memegang pundak kirinya dan tersenyum tipis bercampur rasa pahit yang tergambar dari raut wajah ku.
"kitakan udah pernah bahas ini. kenapa harus di bahas lagi? intinya aku akan jalanin apa kakek mintak sampai aku kelas 11 nanti,ko." ujar ku mencoba membuat pria yang sekarang duduk di kursi driver sedikit lebih tenang.

  sebenarnya,sejak awal pendaftaran ppdb SMA, aku ingin ikut bersekolah yang sama dengan koko ku. padahal, formulir pendafaran SMA Kristen petra Sudah berada di tangan ku terisi lengkap bersama sertifikat lomba science yang sejak smp sudah sering ku ikuti. tapi, apa daya diri ku! aku hanya seorang anak kecil berumur 16 tahun yang di kurung oleh kakeknya yang berada di england untuk menjalankan semua perintahnya sampai aku berumur 17 tahun. dan kebetulan perintahnya saat itu adalah aku mendaftar di sekolah negeri yang terletak di komplek perumahan gresik kota. salah satu sekolah terbaik di gresik, mungkin. tanpa menyertakan sertifikat lomba science yang selama ini sudah aku ikuti di beberapa tingkatan. sebenarnya aku tak tahu mengapa sekolah yang seperti ini di katakan sebagai salah satu sekolah negeri yang terbaik nomer-2 di gresik. kurang setahun lagi dan aku akan bebas! aku akan di perbolehkan untuk memilih menetap sampai lulus, atau pindah ke negara yang aku hendaki.

  suara mesin mobil berhenti, koko keluar dari mobil duluan dan aku menyusulnya. di depan rumah, sudah terlihat tante ku yang sudah ku anggap seperti ibu kandung ku sendiri berjalan untuk membuang sampah. dengan cepat, aku berlari dan memeluknya dengan erat. "mamaaaaa!!" teriak ku kegirangan.
"aduh jo! mama kan lagi mau buang sampah! masak langsung di sergap sih?"
"hehehe ya maaf deh." ujar ku sambil tertawa kecil dan masuk ke dalam rumah. tiba-tiba pria china berumur 45 tahun menghampiri ku dengan tangan bersembunyI di balik badan.
"hayoo tebak! papa bawa apa?"
"apa? coklat almond? storwberry cake? casing hp baru?"
"salah-salah-salah-salah." ujar papa alias om ku yang sengaja menggoda ku.
"papa bawa 3 tiket warna kuning!" ucap pria china yang lainnya saat melewati tempatku dan papa berdiri menuju pendingin makanan.
"maikel!! kenapa selalu merusak moment papa?!" gusar papa sambil menatap anak lelakinya yang berumur 19 tahun dengan satu alis terangkat.
" dia bukan anak 10 tahun lagi pa! dia mau 17 tahun!" ujar ko maikel sambil membawa 2 bungkus snack keripik kentang rasa balado di kedua tanganya menuju ruang keluarga.
"gimana rapotnya?" tanya papa kembali.
"eeem lumayan bagus! dapat rangking kayaknya tapi gak tahu peringkat berapa, ko jemi gak bilang ke aku."
"oh ya? waahh bagus, bagus, bagus!" puji papa
"ini kado dari papa! karena jojo dapat nilai bagus dan jemi juga, papa kasih ticket nonton frozen gratis!" ucap papa dengan suara yang sengaja di keraskan.
"tapi? kok ada 3 ticket?" Tanya Ku keheranan.
"awalnya mau buat maikel ju, tapi dia sudah ngerusak rencana papa jadi, kamu boleh ajak steven aja deh!" ujar papa keras lalu pergi masuk ke dalam kamar.
"yah? kok gitu sih? gak adil pa!" teriak ko maikel kesal.

  Steven! Steven Cahya purnomo. pria blesteran china-korea tinggal di depan rumah om dan tante sejak 7 tahun yang lalu. aku masih ingat betul bagaimana hari pertama kita bertemu di depan pagar rumah om ku.saat itu steven memakai baju seragam sailor-nya lengkap beserta topi sailor dan sepatunya. ekspresinya cemberut dan takut saat tatapan kita bertemu untuk pertama kalinya. aku menatapnya dengan tatapan aneh bercampur heran.bibir merah tipisnya,dan matanya yang jernih membuat ku berdiam diri untuk beberapa saat. aku memanggil namanya di depan pintu masuk rumahnya. tak lama kemudian, ia keluar. steven membukakan pintu dengan t-shirt tosca dan celana pendek selutut andalannya tak lupa juga rambutnya! potongan rambut seperti miliy cirus yang Kata dirinya bisa menarik hati setiap wanita dan cocok untuknya. tanpa basa-basi aku berucap apa yang ingin aku ucapkan, dan Steven mengiyakannya. lalu aku masuk ke dalam kamar Steven. bau! benar kamar steven selalu bau aroma dirinya,mint dan...
"bau apa ini?" Tanya Ku keheranan. kamar ini tetap bau mint tapi ada aroma Lain yang tercium di hidung ku.
"aah,lavender! kemarin habis metik lavender dari kebun belakang,sekarang Malah jadi dekorasi di ruang tengah."
"ha? sejak kapan ada lavender di kebun belakang?"
"sejak kapan ya? 3 bulan yang lalu mungkin."

  aku menuju jendela di sebelah kanan tempat tidurnya,menatap ke luar dan rupanya benar, lavender! mamanya sekarang menyukai lavender bukan rose lagi. aku menatap sekeliling kamarnya, rupanya koleksi tempelan posternya bertambah semakin banyak. dari poster band rock MCR,eminem,blink,linking park sampai-sampai poster rancangan experimen sains yang akan ia buat juga di tempelkan. aku menatap sebuah mading yang tak berupa mading lagi,berisikan rumus-rumus fisika dan matematika yang lebih banyak daripada punya ko jemi. ku berputar lagi dan sekarang aku duduk di kursi meja belajarnya yang sangat rapi daripada meja belajar ku yang ada di rumah. tangan ku meraih album foto bercover putih dan kembang-kembang kecil menghiasi di pinggir album foto. perut ku geli! aku tak tahan menahan kegelian ini saat tangan ku mulai membuka lembar demi lembar dari album tersebut. semua berisikan foto kami berdua. terkadang ada foto liburan steven yang selalu ia habiskan bersama adik sepupunya,Hyume di korea. tak jarang pula aku jumpai foto ku bersama steven dan Kong, kawan lama kami yang dulu pernah tinggal di sekitar perumahan ini tetapi,sekarang ia sudah pindah ke thailand sekitar 3 tahun lalu.

  tak terasa matahari sudah mulai menyiapkan ritual untuk tidur. 5.45 p.m. terlihat jelas dari jam weker bentuk bebek kuning milik stev. aku berdiri dan mulai pamit. baru saja berjalan 5 langkah dari pagar rumah stev,ponsel ku bergetar menyerukan sms masuk. aku membukanya sambil berjalan.

  "for the BysGis,please confrime your location right now! thank you."

  aku berlari dari pagar rumah dengan kencang,membuka pintu utama dengan keras,menaiki tangga dengan cepat berteriak memanggil kedua koko. dengan sigap, kedua koko membuka pintu kamarnya secara bersamaan yang letaknya sekarang berada di kanan dan kiri ku. tanpa pikir panjang lag,aku menarik tangan mereka berdua dan menyeretnya menuju kamar ku, aku membuka screen lock ponsel ku dan memberikannya kepada mereka berdua. bukan expresi mata senang atau tawa  keras yang mereka buat,malah mata melotot dan bibir mengerut kecut. begitu juga dengan ku,sekali-kali aku menelan ludah.

  The BysGis, perkumpulan yang anggotanya masih saudara sendiri.dan sekarang ini, sudah beranggotakan 14 orang,11 pria dan 3 wanita.
 "jawab aja lah ko!" ujar ku mencoba memberi sedikit cahaya jalan keluar.
 "tapi kita belum tahu siapa yang mengirim sms ini! bisa saja dibajak atau dari om gan. kita tak boleh gegabah." ujar ko maikel.

  benar! kita tidak boleh gegabah, The BysGis sudah tidak aktif selama 2 tahun terkhir ini. dan terakhir kita bertemu di pulau dewata bali,liburan bersama selama 1 minggu penuh. mungkin karena kegiatan The BysGis ini aku mendapatkan cemoohan yang tak enak dari mulut teman-teman ku. 2 tahun lalu memang kegiatan kita yang terakhir tapi, tahun-tahun sebelumnya adalah tahun keaktifan kita dalam berkumpul bersama. cemoohan itu tumbuh saat aku pulang dari liburan bersama The BysGis yang ke-5, aku yang masih berumur 12 tahun duduk di bangku SD kelas 6 diantar oleh Om gan yang saat itu ia berumur 25 tahun. om gan sebenarnya masih sepupu jauh ku tetapi umur yang lebih tua terpaut 13 tahun dari ku membuat ku memanggilnya om. om gan mengantar ku dengan alasan untuk konfrimasi kepada wali kelas ku karena, saat itu aku tinggal bersama om gan dikarenakan orang tua ku yang cerai dan entah sampai sekarang tinggal dimana. seorang siswa, teman satu kelas ku, junet mendengar percakapan antara om gan dan bu nurlaila di kantor guru dan menyebarkan di kelas. awalnya aku tak peduli tetapi, lama-kelamaan gosip yang menyebar mulai tak karuan. dari orang tua cerai karena ayah ku selingkuh, aku melarikan diri dari rumah, aku dan om gan menjalin kasih... iuhh gak banget dah gossipnya. tapi mungkin alasan yang pertama itu sedikit benar. tapi, aku tak pernah peduli dengan apa orang kata. jadi aku hanya membiarkan gosip itu tanpa berfikir kalau gosip itu seperti spora tanaman yang cepat tumbuh dan menyebar ke lingkungan sekitar. dari teman satu kelas menjadi teman satu sekolah mengetahui gosip yang gak banget itu. dan dampaknya masih terasa sampai sekarang,malah luar biasa terasa.

  6.35 p.m.

  aku berteriak memanggil steven dari depan pagar,steven muncul dan lari bersamabersama ku ke tempat ko jemi memanaskan mobil.
"kenapa kartun sih?" ujar kesal ko jemi.
"udahlah nanti juga bakalan tertarik." sahut steven sambil memasang seat bealt.
aku hanya memasang wajah yang tak mau tahu.

"ting tung...." line ku berbunyi berki-kali. aku membuka dan rupanya dari grup The BysGis. sudah di hadiri sekitar 7 orang. semua berdebat siapa yang mengirim sms yang mempertanyakan lokasi kita berada. aku kira hanya aku saja rupanya saidara ku yang luar indonesia juga di sms. tak lama kemudian om gan chat kita semua mengatakan kalau yang kirim sms itu adalah dia dengan nomer baru di beli dari bali.

"berarti sekarang, om gan berada di bali bersama tua bangka!" ujar ko jemi saat aku menceritakan percakapan yang terjadi di line grup. aku berpindah dari grup menjadi private chat dengan om gan. aku mempertanyakan alasan om sms para The BysGis,dan rupanya om gan di suruh kakek tua kami semua. kakek tua yang sering di sebut saudara ku dengan tua bangka adalah kakek buyut kami yang sudah berumur 108 tahun, tetapi sejak ia berumur 86 tahun sudah mengucilkan diri dari sorotan lampu mata orang-orang dan sekarang tinggal di sebuah desa yang terpencil jauh dari jamahan manusia di england. dan istimewahnya lagi, kakek buyut kami adalah seorang bangsawan dan masih salah satu kerabat kerajaan england. kalau tak salah, kakek buyut kami adalah anak dari satu ayah dengan queen elizbeth II tapi berbeda ibu bisa dibilang anak dari simpanan atau lebih tepatnya anak selingkuhan,karena saat itu ibu kakek buyut juga sudah menikah dengan bangsawan barones sepupu jauh dari ayah queen elizabeth II. tapi,tidak ada yang mengetahui hal itu kecuali kami,The BysGis, mr.paul seketaris pertama kakek yang sudah berpulang dan sekarang di gantikan oleh mr.kristove anaknya,dan tentu saja kakek bersama 2 orang yang berselingkuh.

"kenapa lagi tua bangka itu?" gerutu ko jemi lagi.
"entahlah,oh! katanya kita disuruh menemuinya tanggal 23 besok lusa!." ujar ku saat menatapi chat baru dari om gan.
" tapi bukankah ini hal yang bagus? ya maaf kalau ikut campur." sahut steven yang mencoba ikutan percakapan ku dengan ko jemi.
ko jemi mengisyaratkan untuk meneruskan ucapan steve.
" berarti kalian ada kesempatan untuk mempertanyakan alasan kakek kalian yang sudah menyembunyikan pasport kalian selama 2 tahun juga meminta pembebasan si jojo? dia sudah terjebak di dunia pendidikan indonesia selama 16 tahun dan bukannya kakek kalian memberikan janji kalau sudah berumur 11 tahun boleh memilih belajar di negara asal atau negara orang bukan? tapi kenapa jojo tidak di beri janji seperti itu? malah 15 tahun dulu baru jojo bisa di kasih janji yang sama dengan kalian. dan sekarang,umur jo udah 16 setahun lagi 17 tapi kakek kalian tidak memberikan kabar apapun." ucap panjang lebar stev,mencoba memberikan solusi pada kami.
  kami? yakin? aku tak yakin kata kami bisa ku ungkapkan. sebenarnya, aku tak seberapa peduli jika aku di tahan untuk bersekolah sampai kerja di negara ini. hanya saja, aku tak terima dengan penyitaan pasport kami yang lebih tepanya 2 tahun 7 bulan lamanya. aku merasa sengsara harus tinggal tanpa bertemu the BysGis walau hanya beberapa hari saja. kecuali kedua koko ku. aku tak pernah merindukan mereka,karena aku akan selalu mampir minimal 4x seminggu ke rumah mereka dan maximalnya seminggu penuh bisa aku lakukan walau harus pulang-pergi surabaya-gresik yang penting aku bisa bertemu dengan koko ku.

  aku melangkah dengan sedikit menyeret kedua kaki ku. kaki yang terseret ini membuat langkah ku sedikit pelan. sesekali ko jemi menarik lengan ku karena aku terlalu lama berjalan. akhirnya kami sudah ada di tempat biskop XXI dan film akanakan di putputar 10 menit lagi. aku menyempatkan membeli beberapa kudapan yang akan ku bagi bersama steven. mungkin aku terdengar seperti orang pelit atau terlalu terobsesi dengan steven. sedikit dikit steven dan sealu steven tak pernah orang lain.

"psst!!" bisik ko jemi yang sekarang duduk di sebelah kiri ku. aku mendekatkan kepala ku sedikit ke bibir ko jemi.
"kenapa kamu gak bagi ke aku snacknya?" ujarnya memprotes kelakuan ku sejak awal sebelum film di putar sampai pertengah film hanya berbagi kudapan dengan steven.
"koko kan diet glukosa! trus kalaukalau aku tawarin berondong jagung manis rasa strowbeery mau? enggak kan?"
"sstttt!!!" sahut steven yang masih mencoba meraih kudapan di tangan kanan ku.
akhirnya aku dan ko jemi diam. menatap layar yang tak ku ketahui ukurannya tepat di depan ku. aku tak bisa kosentrasi sama sekali dengan film yang ku tonton. otak ku tak mau berhenti membuka pintu-pintu yang engselnya sudah hampir karatan,pintu yang di dalamnya menyimpan berjuta kenangan manis dan pahit, asam dan pedas tentang kakek buyut. aku tak bisa bayangkan kalau aku berjumpa dengannya lagi. apa yang harus ku katakan jika berjumpa denganya? otak ku berputar-putar mencari jawaban di setiap sudut pintu kenangan ku bersama kakek. pencarian jawaban ini membuat ku hanyut dalam dunia pikiran ku sendiri. tiba-tiba saja ko jemi menepuk pundak kiri ku dan steven mengangkat lengan kanan ku. aku berasa di sebuah dilema percintaan yang hebat! di perebutkan 2 pria yang tak begitu jelek amat.

konyol!

"aah?!" teriak ku kaget. telunjuk ku mengarah pada seseorang yang berada di depan ku berdiri dengan outfit full denim, bibir ku membentuk huruf O kecil tapi terlihat jelas bentuknya.
"koko?" akhirnya ada seorang yang menyebutkan siapa yang berdiri di depan ku setelah 5 menit aku mencoba mengingat siapa dirinya tapi tak teringat oleh ku sama sekali.
"kenapa bisa di sini? bukannya papa gak memperbolehkan...." lanjut ko jemi sambil menatap mata ko maikel.sebelum ko jemi selesai berucap,muncul gadis tinggi sekitar 165 cm rambut panjang melebihi bahu 5 cm,memakai kontak lens alias softlens berwarna deep blue ocean dan berpakaian full warna yang extreme! merah darah di padu kuning dengan kuning menyala, WOW!
bibir ku membentuk huruf O lagi,tetapi sekarang lebih besar. ko jemi meraih tangan ku dan menarik ku pergi menjauh dari aura yang akan berubah tak menyenangkan.
"aku terima tawaran om gan!" ujar ko maikel denga tangan terlipat.
"dan katanya tiket pesawatnya akan di kirim lewat fax rumah beberapa menit lagi," tambah ko maikel sehingga membuat langkah kami terhenti. kedua koko ku membahas masalah tiket,perjalanan,dan kakek buyut bersama steven dan tak membiarkan ku untuk ikut campur. what? padahal aku masih adik mereka tapi malah di larang ikut ngobrol tapi steven? adik aja bukan satu DNA aja bukan malah di perbolehkan.

  aku duduk di kursi tunggu di ruangan pembelian tiket. duduk bersama wanita berpenampilan nenek sihir ini. ya ampun! aku kira satu-satunya wanita yang jelek tak tahu fashion dan combinasi warna adalah aku tapi aku keliru. rambut yang terlihat bentukan salon dan make-up yang cukup tebal membuat ku begidik ngeri. dia sudah berkulit putih seperti para wanita chinese lainnya yang tinggal di surabaya dan sekitarnya. hanya saja penampilannya mirip penyanyi dangdut ecek-ecek dan membuat ku berasa ingin muntah adalah parfumnya! aroma manis yang terlalu tajam menusuk paru-paru ku dengan kuat. 'uhuk-uhuk-uhuk'.......



   Akhirnya setelah perjalanan memakan waktu kurang lebih 12 jam yang membuat pantat ku terasa panas berakhir juga,. aku tak tahu sekarang berada di mana. yang penting aku bukan berada di rumah pangeran william walaupun aku tak yakin benar tidaknya. berdiri di depan mata ku bangunan tua yang memang seperti rumah tua bangsawan ternama. 'mungkin aku hanya berhalusinansi.' getir ku dalam hati. tiba-tiba seorang pria tinggi sangat tinggi memakai setelan suit hitam menghampiri ku dan membantu ku membawakan koper ku yang tak seberapa besar dan tas ransel polo classic ku. pria itu tersenyum pada ku dan menunjukan jalan pada ku. aku memasuki ruangan yang besar,aula rumah tepatnya. luas,penuh warna cerah,terdapat 2 cabang tangga yang melingkar dan bertemu di suatu titik yang sama, di tengah percabangan kedua tangga rangkaian bunga besar di dalam sebuah pot keramik cina yang besar menyita perhatian ku penuh. aku mendekat pada pot bunga itu. semakin dekat dan semakin dekat. aku menelan ludah ku karena belum pernah aku menatap pot bunga yang begitu indah.

"Josyy.........!!!!!!" teriak seorang pria berpakaian layaknya koki keluar dari sudut ruangan sebelah kanan ku lalu pria itu melompat dan memeluk ku dengan erat.
aku melongo! tak bersuara,melebarkan mata,bibir membentuk huruf O yang amat besar, tangan kaku,kaki diam tuk melangkah,dan pundak ku tiba-tiba saja mengeras.
"kau lupa pada ku! aku marcus!" ujar pria itu sambil menepuk dadanya berulang kali. 'marcus?' pikir ku.  aku tak merasa memiliki kenalan seorang koki bernama marcus. seorang lagi pria suit hitam berumur paruh baya lewat tanpa bersuara pada ku. dan beberapa menit kemudian pria itu berhenti melangkah dan menatap ku yang masih kebingungan dengan pria koki bernama marcus itu. pria paruh baya itu berucap dalam bahasa spanyol yang tak aku mengerti dan pria koki itu pergi dari hadapan ku dan kemabali ke ruangan saat ia muncul. 'marcus?' pikir ku lagi. 'shit! marcus!' akhirnya aku teringat siapa itu marcus. aku meneriakan namanya, wajahnya berseri-seri lebih ceriah daripada pertama kali saat dia memeluk ku. "kau pasti Pim kan? dan yang tadi Mr.kristove!" ujar ku sambil menoleh ke arah pria suit hitam yang membawakan koper dan ransel polo ku. ia tersenyum lagi. ya ampun! semua sudah berubah! tidak seperti terakhir kali aku datang saat berumur 8 tahun. main bersama mengitari rumah bangsawan tua ini bersama mereka adalah hal yang tak akan ku lupakan. benar sekarang aku berada di rumah kakek.

  rerumputan yang panjang bergoyang dalam alunan lagu hembusan angin membuat tangan ku membuka lebar dan mencoba merasakannya. aroma rumput bercampur tanah yang basah membuat ku menutup mata dan menghirupnya dalam-dalam. mata ku masih tertutup, hanya terasa matahari yang menyengat kulit wajah ku dengan hangat. aku mencoba membayangkan hal yang indah yang belum pernah ku rasakan sebelumnya. terlalu lama aku menutup mata dan hanyut dalam dunia khayalan ku yang tak berujung membuat ku lupa waktu. aku membuka mata dan terdapat sosok yang yang terlalu cerah. aku mencoba menutupi mata ku dari silauan matahari. mencoba mencuri sedikit gambaran wajah orang yang berhadapan dengan ku. aku menap matanya. mata yang indah bak mata boneka porselin,hijau permata. yeah hijau permata! aku menutup mata lagi karena terlalu silau matahari yang bersinar di belakang dirinya berpijak. aku membuka mata ku lagi. sekarang aku dapat menatap dengan jelas sosok pria. pria lagi?! berapa banyak lagi pria yang harus ku temui untuk hari ini?semoga aku tak di peluknya.

 "jo?" suara lirih pelan keluar dari bibirnya. aku menatap lekat-lekat. pria setinggi 172 cm bermata boneka porselin ini menatap ku lekat sangat lekat dan tajam. "laurence?" entah mengapa aku menyebut nama itu, hanay nama itu yang terlintas di otak ku. pria itu merespon dengan wajah kejut dan sedikit ketakutan. aku mendengar suara ko jemi memanggil nama ku dengan keras. god,thanks! aku bisa berpindah sekarang. aku berpaling darinya dan berlari dengan kencang menuju ko jemi berdiri. ko jemi berdeham menyebutkan nama yang sama dengan yang ku sebutkan beberapa menit lalu. otot wajahnya menegang,rahangnya menutup erat,mata melebar walau sudah melebar tetap saja terlihat sipit. kami masuk ke dalam rumah bersamaan dengan pria yang baru saja bertemu dengan ku beberapa menit yang lalu. ia menuju ruang kerja kakek yang berada di lantai 2. kami menuju dapur dan ku dapati marcus menggulung adonan yang masih basah. "akan ku bantu!" ujar ku sambil tersenyum padanya, marcus membalas tersenyum juga. saat aku menggulung,membentuk,dan memasukkan ke dalam oven, ko jemi dan marcus juga bersma ko maikel yang baru saja bergabung membicarakan pria yang bernama laurance. aku hanya diam dan melakukan improvisasi keahlihan ku sebagai wanita rumahan (mungkin). aku tak tertarik dengan pembicaraan 3 pria di depan ku sampai marcus berkata 'menikah minggu depan!' dengan expresi yang menggila abis. kedua koko ku membungkam mulut marcus saat itu juga dan melirik ku dengan tatapan kekhawatiran. aku mengangkat kedua tangan dan menggelengkan kepala,isyarat kalau aku tak tahu apa-apa.

  Bukit ini!benar bukit ini yang selalu ku rindukan setiap saat disaat aku merasakan ingin menghilang seperti buih yang menghilang tanpa jejak. bukit ini tetap tak berubah! selalu sepi rumput ilalang yang panjang selalu ada dan hanya rumput di sekitar makam yang nisannya bertuliskan nama panjang ku selalu terlihat rapi dan enak untuk di duduki. 'cih! rasanya sama saja duduk menemani makam sendiri.' gumam ku seraya melirik makam batu di sebelah kiri ku. aku mendongak ke atas menatap patung angel di atas nisan makam bertuliskan nama ku. kau akan baik-baik saja nenek! gumam ku sambil mengusap-usap makam dengan tangan kiri ku. 'ssreekk...ssreeekk...' suara muncul dari rumput ilalang yang tinggi tepat di belakang ku. "nona, sebentar lagi makan malam tiba!" ujar suara yang aku ketahui siapa pemiliknya tanpa harus menatap wajahnya. aku menepuk-nepuk memberi isyarat untuknya duduk di sebelah kanan ku. dan akhirnya dia duduk di sebelah ku. tanpa meminta izin darinya,aku menyandarkan kepala ku di bahunya yang semakin kekar dan bidang.
 "hai nek! kau tahu kan pim? dia sudah besar!" kata ku. "Lady Josephine!" ujar pim sedikit menundukan kepala sebagai rasa hormat.
"dan aku juga seorang lady!" gernyit ku protes.
"kau nona bukan seorang wanita berumur 30 tahun keatas." jawabnya sesingkat mungkin.
"apa pria tadi laurance yang itu?"
"anda benar nona!"
"kenapa dia terlihat sangat berbeda? dia sangat terlihat lebih..... lebih tampan."
"kenapa dia sangat berbeda pim? apa aku terlalu banyak mengutuknya? sehingga ia menjadi lebih tampan di mata ku?"
"i'm 17 yet and i feel like old lady who lived in 1940's ."
"dengan siapa dia akan menikah?"
"dengan clara pentixion,adik tiri marcus nona."
"yah! apa ada yang menyela pernikahan mereka? apa kakek ku?"
"tidak nona! tuan baron merestui mereka hanya george duke yang tak terima dan tentu saja sedikit umpatan marcus tapi ia menyetujinya.
"wow! aku tak tahu harus berbuat apa."
"apa begini rasanya tunangan di rebut oleh kawan akrab ku sendiri?"
aku terdiam. mulut ku tak membuka melontarka pernyataan dan pertanyaan yang hanya bikin rumit pikiran ku sekarang. aku memejamkan mata,merasakan sunset menyengat kulit ku sebelum beberapa menit lagi tenggelam.
"nona?"
"heemm...?"
"apa anda mau membantu pernikahan mereka?"
"apa yang membuat mu berfikir seperti itu?"
"hanya firasat!"
"ya aku akan membantu mereka. lagian,Clara pentixion 4 tahun lebih muda dari pada Laurance. dan aku terlalu mudah dan akan memerlukan waktu lebih lama untuk menikah dengan ku."
"pim?"
"iya nona?"
"setelah makan malam bantu aku menyiapkna pernikahan mereka."
"baik nona."
"dan satu lagi! kau tak perlu memanggil ku nona lagi! panggil nama asli ku seperti waktu kita kecil dulu dan tak perlu bahasa formal saat berbicara dengan ku!"
"oke josy!!" ujar patuh pim. walau kata-kata yang ia katakan bukan bahasa formal,tapi aksen dia berbicara berkesan formal di telinga ku.