Rabu, 11 Januari 2012

W EL CO ME H ON EY :)

~~ Welcome HONEY ~~
Pagi yang indah membuat ku terasa segar kembali! Aku siap dengan semua halangan yang akan datang pada ku hari ini! “Mia!! Jam berapa ini? Sampai kapan kamu terdiam di kamar tidur mu?” suara mama terdengar sangat keras. “iyyaa maa.”kataku dengan nada semangat. Aku adalah seorang gadis yang berambut kerinting gantung bernama Mia El Salsabillah panggil saja Mia. “Mama, Mia mau berangkat sekolah dulu!” ku kecup pipi mama dan menuju pintu keluar rumah. Rumah ku dengan sekolah gak  jauh-jauh amat sih. Pagi ini yang akan ku lewati tantangan pertama adalah membuka loker ku dan melihatnya apa ada surat kaleng yang di tempelkan di dinding loker milik ku. setiap aku berangkat sekolah berharap surat itu musnah dan tak akan pernah tertempel di dinding loker ku, tapi setiap ku berharap seperti itu ujung-ujungnya masih ada juga surat kaleng tertempel di loker. Surat yang tertempel bukan surat ancaman tapi surat cinta yang tak tertulis nama seorang yang mengirim. Aku bakal beruntung jika surat itu berubah ancaman karena jika ancaman akan ku laporkan ke guru, tapi surat cinta begini bikin malu saja jika ku laporkan kepada guru.
“Aduuhhh..!! Princess Mia dapat surat kaleng cinta lagi yang kata-katanya lebih so sweettt!!” terdengar suara laki-laki di belakang ku yang bernama Sogy “Sudah ku bilang jangan ikut-ikutan baca surat orang lain dari belakang,ssooooggyy!!” teriakan ku membuat semua anak berpaling pandang kepada kami berdua. “Aduuhh Princes dan Princess satu ini benar-benar mesra yya padahal ini masih pagi!” kata salah satu anak yang melihat diri ku karena teriakan ku. “Apaan sih! Aku gak mau sama dia” protes ku pada anak itu. “Aku juga gak mau sama dia.” Tambah Sogy. “Sudah! Jangan berkata begitu nanti jadi suka beneran lho!” kata Jully sahabat setia ku sejak aku masih SD. “Kalian berduakan mau menyusul Pangeran William dan Kate tto!!” kata-kata ngaco keluar dari mulut Omar sahabat perjuangan dan sejati Sogy. “Aahh..!! tambah ngaco aja ngomongnya.” Protes ku yang sedang memuncak tingkat kemarahan karena ocehan teman-teman yang tak ada satupun betul. Ku tinggalkan Sogy bersama ocehan anak-anak dan tak lupa aku ambil surat kaleng dari loker lalu ku sobek menjadi berkeping-keping lalu ku buang ke tempat sampat yang bertuliskan SAMPAH KERTAS.
“ Brown-brown!! Hari ini surat kaleng cinta itu datang lagi pada ku dan coba tebak apa yang terjadi! Seperti biasa Sogy membacanya dari belakang ku lagi! Benar bikin kaget dan seperti biasa juga anak-anak ngomong-ngomong yang gak bener semua. Gara-gara praktek speaking English telling story kebetulan aku sama Sogy sama judul tentang film “Tangled”, aku di bilang princess dan Sogy di bilang Princes. Malang bukan nasib ku ini? Selama ini aku tak pernah mempunyai perasaan suka pada Sogy,memang itu salah? Tapi kata Jully salah! Jully memang ngaco bilang yang tidak-tidak padaku. Dia bilang aku itu punya rasa sama Sogy tapi belum ketemu dan pasti rasa itu muncul dan tambah ngaco lagi Sogy itu malah sudah lama punya perasaan sama aku. Ngacokan? Benar-benar ngaco yang di omongin Jully. Tapi kadang kala ku pikir-pikir sekali lagi memang benar! Aku rasa punya rasa sama Sogy tapi aku tak tahu pasti kapan aku mengatakan perasaan ini pada Sogy. Sogy memang orang yang paling lama ku kenal. Dia benar-benar tepat waktu menolong ku waktu kesusahan atau lagi sedih dia pasti ada buat hibur aku. Apa yang harus ku lakukan Brown-brown? Jujur saja aku tak tahan melihat Sogy dekat dengan perempuan lain selain aku. Jujur saja Brown-brown hanya Sogy yang bisa merubah suasana hati ku yang berawal mendung dan hujan menjadi besinar dan juga ada pelangi. Apa yang harus ku katakana Brown-brown?” tulisan curhatan ku hari ini pada Brown-brown tentang perasaan ku pada Sogy yang tak menentu! Brown-brown adalah buku diary ku yang kecil mungil berwarna coklat dan selalu ku bawa kemana-mana. Brown-brown ini kado ulang tahun dan juara kelas dari Sogy. Meskipun kecil dan sederhana, aku tetap suka pada kado Sogy yang benar-benar special untuk ku. seperti lyric lagu westlife yang More Than World : just by saying I love you. Dan lyric lagu Backstreet Boys yang More Than That : I’ll love you more than that! Seperti itulah kata-kata dan ungkapan hati ku pada Sogy.
Waktu berjalan dengan cepat dan tak kurasa aku sudah 2 tahun mendapatkan surat kaleng cinta tapi sudah 3 bulan ini aku tak mendapatkan surat kaleng cinta itu lagi dan sekarang waktu yang tepat untuk mendengarkan lagu westlife yang Soledad lalu menangis lagi,karena suasana hati sedang mendung dan hujan deras tak ada seorang lagi yang membuat hati ku cerah dan berpelangi indah lagi. Sejak kedatangan Flora anak yang baru pindah 3 bulan yang lalu,Sogy tak pernah ada lagi saat aku membutuh dia dan lain-lain. Flora anak yang sangat cantik banyak di sukai laki-laki sekolah telah merebut Sogy yang ku suka tapi aku masih saja binggung dengan perasaan ku padanya. Dan anehnya saat Sogy sudah tak nempel lagi pada ku, surat kaleng cinta lenyap begitu saja. Aku merasa ada keganjilan antara Sogy dan surat kaleng cinta itu. “Adduuhhhh…. Princess Mia merenungkan kepergian Princes Sogy yang tercinta. Kesepian sekarang niiiee!!” “Ahh!! Jully ngaco lagikan! Sudah lah jangan panggil Princess Mia lagi. Sudah berakhir jaman Princess Mia yang ada itu Princess Flora sekarang.” Kata ku panjang lebar pada Jully dan aku memasang wajah muram + kesepian. “Sudalah Mia! Jangan kamu pikirin lagi sii Flora itu. Aku yakin Sogy bakal balik suka sama kamu. Tenang saja,kepergian Sogy Cuma sementara Mi.” Jully yang sibuk menghibur ku hanya ku balas dengan senyuman kacil ku yang biasa di sebut senyuman maut Mia. Yang mengarang seperti itu siapa lagi jika bukan Sogy. Benar-benar ku rindukan Sogy yang selalu bersama dengan ku. “Tuh kan!! Apa yang ku kata! Kamu jatuh cinta sama Sogy,Mia! Mendingan kamu bilang ke dia! Dari pada nanti Sogy sama Flora,ancur deeh hati mu nanti!” balasan dari Jully karena senyuman maut ku! “aahh masa bodoh! Mau Sogy sama Flora kek,atau hati ku ancur kek!! Itu bukan urusan mu Jully! Aku yang bersangkutan tak terganggu kenapa kamu yang harus terganggu. Omongan mu ngaco semua. Gak ada satupun yang benar tentang ku. kamu tak tahu apa-apa Jul! jangan ikut campur dan sok tahu semuanya donk! Pokoknya aku bilang MASA BODOH tetap MASA BODOH. Tak bisa di ganggu gugat lagi.!” Bentak ku kepada Jully. Serentak anak-anak berpaling pandang dan menatap ku. tatapan SHOCK dan tak terduga-duga terpancar dari sorotan mata Jully . ku tinggalkan Jully dan menuju balcon sekolah. Di atasa balcon ku tenangkan pikiran ku dan berfikir sejenak tentang yang ku lakukan pada Jully. Memang yang ku katakan pada Jully terasa berlebihan tapi bagaimana lagi pada saat itu amarah ku sudah pada puncaknya. Benar-benar kesal aku padanya.
Saat pulang sekolah,ku menunggu Jully di depan gerbang sekolah untuk meminta maaf. Aku merasa bersalah padanya karena perkataan ku yang tak pantas ku ucapkan padanya. “Jully! Maaf yya. Karena aku berkata begitu kamu sakit hati. Maaf! Benar-benar maaf Jully!” ku tundukkan kepala ku dan berkata maaf pada Jully. “Ooohh..!! Cuma itu aku juga pasti tahu kamu jadi gusar-gusar begitu. Aku juga minta maaf karena dah bikin kamu kesal Mia!” senyum Jully membuat hati ku tenang. “eehh Mia. Ujian kelulusan sekolah sudah hampir dekat. Kira-kira 2 minggu lagi! Sudah rasa cukup belum bekal mu?” “Eehh?? Sudahlah tentunya. Mia mar Mia pasti sudah siapkan bekal dong dari dulu!”  “Untung kalau begitu kamu gak perlu kejar paket malam untuk kerjakan soal kelulusan.” “yayaya donk Jul..!!”
Hari terakhir ujian, aku merasa gelisah tapi aku mencoba untuk menghilangkan rasa gelisah menjadi konsentrasi pada ujian ini. Jam untuk kerjakan ujian sudah berakhir,aku kumpulkan hasil jerih payah ku dalam belajar dan sekarang waktunya untuk berharap nilai bagus. “Mia! Kau bisa kerjakan soal yang terakhir tadi?” terdengar suara Sogy yang berjalan menuju ku. “Oooh..!! it’s easy man! Gak usah basa-basi segala! Apa mau mu sekarang?” ku tampakkan wajah malas ku padanya agar dia tak meminta pada ku yang aneh-aneh. “Aku ikut tes pertukaran pelajar. Tes itu diadakan 1 bulan lagi,and then aku belum paham Biology yang bagian itu!” jawab Sogy dengan malu-malu “Eee..?? bagian yang mana Gy?” “yang bagian itu lho Mi! yang pernah kamu ajari 3x” “apa? Belum paham juga kamu? Ammppuunnnn!!” “sebenarnya sudah paham tapi sudah lupa. Pokoknya kamu harus ajari aku! Ku tunggu besok bel istirahat pertama dan kedua di kantin. Harus datang pokoknya. Daahh yya Mi! aku ada acara. Bye-bye.” Dan akhirnya Sogy meninggalkan aku sendirian sebelum aku mengatakan untuk menolak. Dasar Sogy! Kalau sudah begini harus datang besok waktu istirahat.
Istirahat telah datang dan tempat untuk belajar sudah di siapkan oleh Sogy. Lalu Kami memulai kegiatan belajar mengajar. Suasana kantin yang seharusnya ramai berubah menjadi sepi. Semua anak yang pergi ke kantin selalu melihat kami berdua sedang belajar jadi serius atau gara-gara Sogy yang sangat serius. Semua anak tahu sampai guru pun tahu bagaimana Sogy di kelas tak pernah serius,tapi sekarang berbeda. Dia sangat terlihat serius! Wajah seriusnya sangat menarik dan terlihat tampan. Aahh apa-apaan sih malah ngaco pikiran ku. “selesai! Semuanya sudah benar Mi. pelajaran hari ini cukup yya Mi! aku ada janji dengan seorang bye-bye!” “Eehh..tunggu! janji sama siapa?” “sama Flora,aku mau pulang bareng dia. Mau ikut juga?” “gak ah males!” “oohh.!! Bye-bye Mia.!” Dan akhirnya Sogy meninggalkan aku sendirian lagi.
1 bulan sudah berlalu. Sogy lulus ujian pertukaran pelajar dan dia memberikan ku gantungan kunci yang berbentuk hati. Awalnya aku kira dia hanya menyerahkan gantunan ini sebagai tanda terimakasih. Tapi semakin lama aku curiga pada Sogy. Mungkin memang Sogy memiliki maksud memberikan gantungan ini pada ku. Hari yang ku tunggu-tunggu akhirnya tiba juga.hari yang ku tunggu adalah upacara kelulusan. Aku lulus dengan sangat memuaskan. Tinggat 2 nilai terbaik satu sekolah. Benar-benar senang aku! Sebelum hari kelulusan Jully bercerita pada ku Flora akan mengungkapapkan perasaannya pada Sogy setelah upacara kelulusan. Tapi bagi ku tak berarti apa-apa. Pada waktu upacara di laksanakan dan nama Sogy  terlontarkan oleh kepala sekolah tiba-tiba aku terasa hanyut pada De~Javu. Terhanyut oleh perasaan yang selama ini tak pernah terasa oleh ku. Rupanya yang di katakana oleh Jully tentang perasaan ku betul. Aku memang menyukai Sogy.
Setelah upacara kelulusan tibalah kesempatan Flora mengatakan perasaannya pada Sogy. Hujan rintik-rintik jatuh dari atas mebasahi tubuh ku yang berada di balcon melihat proses mengutarakan cinta itu berlangsung. Selama proses berlangsung aku menangis tak henti-hentinya menyesali perasaan ku yang tiba-tiba terungakap dengan jelas. Ku buka ransel dan meraih sapu tangan,jatuhlah sepucuk surat yang tertuju pada ku berasal dari Sogy. Dia menjelaskan tentang surat kaleng cinta dia dan maksud dia memberikan gantungan kunci. Ku lihat dirinya di bawah sana,lalu ku teriak sambil memejamkan mata “Sogy tunggu aku!”. Ku berlari menuruni tangga dan menuju tempat Sogy dengan cepat. Ku hiraukan seragam ku yang basah kuyup tuk menuju tempat Sogy. Terlihat oleh mata ku,Sogy yang ku cinta menyelempitkan payung di lehernya dan membuka kedua tangannya lalu berkata “Welcome Honey.”

13 J A N U A R Y


~~ 13 january ~~

“Hoi Ono! Ngelamun aja kerjaan mu. Tugas dari Pak Abdul sudah belum?” teriak Ara yang berusaha membangunkan putri tidur Ono. “Apaan sih Ra! Ganggu aja kerjaan mu itu. Aku sudah selesai dari tadi! Mau contek? Ambil aja sendiri di tas ku!” marah Ono yang sudah di ganggu Ara dari tidurnya yang nyenyak. “Jangan-jangan Ara itu suka sama kamu,No!” sindir Tika. “Apaan sih Tik! Ngaco kamu itu. Masak aku sama putri tidur yang hobi ngiler?” jawab Ara. “Aahh..!! berisik tauk! Aku gak bisa tidur lagi nih!” protes Ono yang sudah berkali-kali merubah-rubah posisi kepala untuk tidur kembali tapi tetap saja tak bisa tidur. Ono dan Ara sahabat karib yang benar-benar lengket seperti saudara kembal. Mereka berdua cukup terkenal di sekolah karena prestasi di bidang non-akademik dan akademik juga wajah Ono dan Ara sangat manis. Karena itu mereka berdua sangat terkenal,rupanya bukan di sekolah juga. Hampir di semua sekolah mengetahui mereka berdua. Ara dan Ono bersekolah di sekolah swasta Oriza kelas VIP Platinum. Bukan haya pintar saja tapi mereka berdua memiliki orang tua yang sangat kaya raya itu sebabnya mereka bertambah cepat popular. Kelas yang mereka tempati sangat aneh. Kelas VIP di benak kalian mungkin kelas anak pintar tapi salah! Ono dan Ara adalah orang yang pertama siswa pintar satu kelas dan kaya raya juga. Di mana ada Ara pasti ada Ono dan sebliknya juga begitu.

“No! bikin lagu yok!” kata Ara yang tiba-tiba duduk di sebelah Ono. “Heemm??” jawab sesingkat mungkin dari Ono. “No,Ono! Kamu itu pintar tapi hoby tidur. Heran aku kenapa tetap saja aku tak bisa mengalahkan peringgat mu?” celoteh Ara. Karena begitu ngantuk, Ono tak menjawab celotehan dari Ara. Tiba-tiba ketua OSIS,Ratal datang ke kelas Ono, Ono langsung bersemangat. Ara yang melihat Ono bangun dari tidur dan bersemangat saat Ratal datang sangat cemburu. “No! tu si Ara cemburu. Jangan lama-lama katanya.” Teriak Maki. Teriakan Maki sangat keras sampai Ratal mendengarnya dan tak enak rasa dengan Ono. “Nanti istirahat datang ke kantor OSIS. Tugas mu membantu ku membuat halaman majalah baru sekolah kita nanti. Jangan lupa! Dah yya No.” Ratal sudah sangat canggung berbicara dengan Ono karena tatapan sinis dari Ara yang hanya tertuju pada Ratal. “eehh jangan pergi dulu dong Tal. Kan belum banyak bicara!” Ono memasang wajah kecewanya saat Ratal hendak pergi dari kelasnya. “Nanti saja waktu di kantor OSIS kita bakal ngobrol panjang lebar hehehe!” “ya sudahlah! Bye-bye Ratal.” Dan akhirnya Ratal,ketua OSIS pergi dari kelas Ono. “Siapa itu No?” Tanya Ara pada Ono. “masa kau gak tahu sih Ra. Itu kan tadi Ratal ketua OSIS kita.” “aku sudah tahu kalau tentang itu No. maksud ku kamu dengan dia ada hubungan apa? Kalian terlihat sangat dekat! Jangan kamu sembunyikan dari ku No.” “hanya teman saja. Aku dekat dengan dia because we have same work for school magazine!” “ooh kalau begitu ya sudalah No.” “emangnya kenapa sih Ra? Tanyak-tanyak gak jelas!” “gak ada apa-apa No.”

hari ini benar-benar aneh. Kenapa Ara mencurigai aku dengan Ratal begitu ya? Apa jangan-jangan Ara cemburu? Kalua cemburu sih hal yang normal saja bagi ku. karena kami suka tapi berbeda nasib eehh jadi teman deh. Semua terlihat aneh benar.” Pikir Ono. “Ono!” panggil Ara. “Apa Ra?” “Gak jadi deh. Sudah ketemu pensil ku hehehe” “MANGKEL”. “perhatian kepada Ananda Ono harap segera menuju kantor OSIS! Terima ksaih.” Pengunguman yang di tujukan untuk Ono telah terdengar. Bergegaslah Ono meminta izin pada guru lalu menuju kantor OSIS. Di kantor OSIS,Ono kerepotan membantu Ratal mendekorasi majalah sekolah yang akan terbit. “Kak Ratal! Ni sudah terkumpul salam-salamnya.” Kata salah satu anggota OSIS yang datang menyerahkan lembaran kertsa yang berisi salam-salam satu sekolah. “Ono! Kamu saja yang menggambar aku mau menyeleksi dulu salam-salamnya.” “oke Ratal.”

Saat Ono browsing internet, dia mencari lagu-lagu berbahasa jepang. Ono asal cari aja lalu ketemu satu lagu yang menurut Ono bagus. Segera Ono mencari liriknya dan translatenya ke dalam bahasa Indonesia. Setelah mengartikannya,Ono membuka buku catatan yang penuh dengan kata-kata indah buatan Ono sendiri. di ambilah pensil dan penghapus dan memulai menulis “sesaat ku berfikir apa yang selama ini ku lakukan. Yang ku lakukan bersama dengan mu. Dalam suka maupun duka hanya ada diri mu selama ini. Setiap waktu ku berdoa kepada Tuhan untuk tak memisahkan kita berdua. Semakin hari,semakin dekat dengan hari upacara kelulusan sekolah! Setelah ini kita tak tahu apa bisa bersama-sama lagi atau akan terpisah dan akan bertemu lagi di waktu yang sangat lama. Seandainya aku menemukan bintang jatuh malam ini juga,pasti aku akan memohon aku dapat mengatakan apa yang selama ini aku pendam dan aku rahasiakan dari mu. “terima kasih” adalah kata yang hanya bisa ku ucapkan di hari kelulusan nanti. Di hari yang akan memisahkan kita berdua bukan untuk selamanya tapi hanya sementara. Aku akan menjaga kesehatan ku sampai hari kelulusan itu tiba. Pada hari itu juga kan ku katakn semuanya.” Selesai sudah tulisan tangan Ono.

“Ono! Hari ini aku akan traktir. Ono sudah traktir aku tahun kemarin jadi sekarang aku yang traktir kamu!” suara semangat dan tak sabar terlontarkan dari Ara. “traktir buat apa Ra? Ulang tahun mu masih lama!” “kan Ono sudah lupa. Nanti aja aku kasih tahu.” “di kasih tahunya kapan Ra?” “nanti aktu aku traktir. Janji aku No.” Sepulang sekolah,sesuai janji Ara yang akan traktir Ono. Mereka menuju café yang cukup ramai pengunjung. “selamat datang nona dan tuan. Seperti biasa kursi anda sudah di siapkan.” Kata sopan yang berasal dari pelayan café membuat lengkap dengan rasa kue yang di sajikan. “Ono selamat hari bertemu kembali! Kita sudah bersama 10 tahun sejak umur 5 tahun sampai sekarang.” “Oh iya aku lupa Ra. Maaf yya Ra. Aku benar-benar lupa.” “sudahlah No. ternyata café ini masih ingat kita. Kita pelanggan tetap mereka yang hanya datang setahun sekali di meja yang sama. Benar-benar memory yang indah No!” sesaat pipi Ono berubah menjadi merah. Suara HP Ono berdering. Rupanya dari Ratal, “Halo Ratal?” “Ono! Aku mohon bantu aku sekarang juga. Ku mohon datanglah di kantor OSIS. Aku tunggu kedatangan mu No!” “oke! Tunggu aku ke sana.” “No! siapa yang menelphone?” Tanya Ara dengan was-was berharap bukan Ratal yang menelphone Ono. “ Ratal Ra! Aku harus kembali ke kantor OSIS sekarang. Ratal butuh bantuan.” “tapi kan No! kita lagi merayakan hari bertemunya kita!” “iya Ra. Aku tahu! Tapi aku harus membantu Ratal sekarang juga. Maaf ya Ra.” “Ratal-Ratal terus saja yang kamu pikirkan! Apa aku tak ada di pikiran mu? Selalu saja Ratal yang merusak momentum yang lagi bagus-bagusnya. Apa sih bagusnya si Ratal itu?” “kenapa kamu bilang sekasar seperti itu sih Ra sama Ratal? Ratal Cuma butuh bantuan saja! Kamu kenapa sinis sih?” “sudalah Ono! Lebih baik kamu ke kantor OSIS sekarang! Si Ratal perusak momentum indah yang resek dan ketua OSIS lagi nunggu kamu tu!” Ara mengejek Ratal di depan Ono. Seketika itu juga,Ono yang merasa Ara orang yang jahat suka menjelek-jelekan orang pergi dari café dan menuju kantor OSIS.

“No! untung kamu datang!” sambut Ratal dengan senyum yang lega karena Ono dewi penyelamat sudah datang. Tapi Ono terlihat muram dan tak berkata apa-apa kepada Ratal. “Lho Ono!! Kenapa muram? Air mata mu keluar tuh! Ada apa? Coba ceritakan kepada ku!” hibur Ratal. Tapi apa yang terjadi,Ono tetap tak mau menceritakan kepada Ratal. Ratal terlihat sudah hampir putus asa menghibur Ono. Dan akhirnya Ono mulai ngomong “Tal! Aku punya sahabat namanya Tika dan Ara. Tika sahabat ku dari kelas 5 SD dan Ara sahabat ku yang bertemu 15 tahun yang lalu. Dan tepat hari ini 15 tahun aku bertemu dengan Ara. Mungkin kamu mengira sahabat ku Cuma Ara, akhir-akhir ini Tika sedang sakit dan harus pergi ke rumah sakit setiap harinya untuk mengetahui perkembangan penyakitnya. Jadi aku tak terlihat akrab dengan Tika. Tika sedang berada di rumah sakit dan aku bertengkar dengan Ara. Benar-benar sial diri ku ini.” Ono tidak menceritakan kenapa dia dan Ara bisa bertengkar. Ono takut Ratal akan tersinggung dan esok harinya marah-marah pada Ara. Ono yang tak henti-hentinya menangis membuat Ratal harus mengeluarkan sapu tangannya. Di berikanlah sapu tangan Ratal kepada Ono, Ono menerima sapu tangan Ratal. Setelah itu perasaan Ono menjadi lebih baik dan mulai membantu Ratal mengerjakan tugas.

Ono mengambil sapu tangan pinjaman Ratal dan meletakannya di atas meja. Ara melihat sapu tangan itu. “Iya kan! Ratal-Ratal aja dari kemarin. Sampai-sampai sapu tangan Ratal di bawa pulang trus hari ini mau pamer sapu tangan Ratal ke aku!” sengit Ara. Ono yang mendengar itu langsung melihat Ara dengan tatapan marah dan air mata yang tak henti berjatuhan “Kau jahat Ra! Sejak kapan kamu jadi begini? Apa salah Ratal sampai kamu benci dia? Kamu tahu Ra! Ratal lebih baik dari pada kamu Ra! Aku benci kamu!” seketika itu juga Ono keluar dari kelas dan menuju kelas Ratal. Sesampai di sana Ratal kaget melihat Ono datang dengan penuh air mata. “Ada apa No?” “Ara! Aku benci Ara Tal.” Bel masuk kelas telah berbunyi. Ono kembali ke kelas. Ratal memasukkan sapu tangan miliknya ke dalam saku celana. Saat memasukkan sapu tangan, seperti ada suara kertas yang ikut remek di dalam saku Ratal. Di ambil kembali sapu tangan itu dan rupanya meamang ada kertas. Kertas itu berisih catatan kata-kata indahnya sewaktu mendengarkan lagu jepang. Ratal yang mebaca kertas itu sangat-sangat terharu dan memiliki ide untuk mencamtumkan catatan Ono kedalam majalah.

Kabar buruk telah datang. Tika meninggal! Ono sangat merasa kehilangan sahabatnya. Sebelum Tika di makamkan, Ono berpidato untuk salam perpisahannya. “Tika adalah anak baik hati,ceria dan manis dan dia adalah sahabat ku! Aku dan Tika memiliki shabat lagi panggil saja dia Si A! Sahabat yang aku sayangi. Setiap aku bertengkar dengan A,selalu Tika yang membuat kami berbaikan lagi. Sekarang ini aku bertengkar dengan si A dan Tika telah pergi. Pergi meninggalkan ku dengan pertengkaran yang belum menemukan titik terang. Maaf Tika! Maaf, seharusnya kamu pergi dengan damai. Tapi aku, aku tak tahu lagi apa yang aku perbuat untuk berbaikan dengan A.” Ono mulai menangis tak henti-hentinya. Anak satu sekolah mulai menangis melihat Ono menangis meratapi nasibnya dengan Ara yang belum berbaikan juga. Tentu saja Ara juga menangis. Ono pulang sebelum Tika di kuburkan. Sampai rumah,Ono membuka HPnya yang sudah 2 hari mati. Saat di buka oleh Ono,ada sms dari Tika yang belum sempat Ono membaca. “Ono!! Semoga kamu bahagia dengan Ara ya! Jaga baik-baik Ara. Jangan bertengkar dengan Ara sewaktu aku pergi. Aku sayang kamu Ono.!” Pesan itu di kirim Tika sehari sebelum Tika meninggal. Ono menangis dan menangis saat membaca pesan sms terakhir dari Tika.

Sudah 4 hari Ara tidak masuk sekolah. Ono semakin heran dengan Ara yang tidak masuk sekolah. Majalah sekolah sudah di bagikan. Saat membaca majalah, Ono kaget tentang catatan yang di tulis sewaktu mendengarkan lagu jepang. Ono semakin kaget melihat salam-salam. “ untuk : Ono kelas VIP! Ono maafin aku sudah berbuat jahat sama kamu! Sampai membuat mu menangis. Maaf aku tak bisa datang di upacara kelulusan. Aku akan kembali pulang saat ulang tahun mu tiba. Jadi tunggu aku di tempat seperti biasa.” Membaca pesan Ara membuat Ono menangis bahagia karena dia telah berbaikan kembali dengan Ara. Saat tanggal 13 january tepat ulang tahun Ono. Ono datang ke tepat janjian dia dengan Ara. Saat Ono baru tiba, terlihatlah bayangan Ara yang sudah menunggu Ono. “Ono maafkan aku.” Teriak Ara dari kejauan. Saat itu juga Ono pergi ketempat Ara berdiri dan meberikan trimakasih terhangat yang berasal dari lubuk Ono terdalam.

at the train station ^^

 AT THE TRAIN STATION…
“Guru baru itu, mengubah semua hidup ku di SMA…”
tulis Kiy di buku saku khusus catatan Kiy. Ceritanya berawal di hari yang mana Kiy lagi kumpul bareng teman-temannya. “Waduh kamu berarti sudah laku dong Mi.” Ucap Iy untuk teman duduk di depannya Mi. “Ya begitulah!! Kemarin baru ketemu lalu kami berdua jatuh cinta pandangan pertama.” Sahut Mi sambil menyembunyikan wajah malunya. Kemarin Mi di kenalkan anak sahabat karib Ortunya dan berlanjut menjadi sebuah pertunangan. Mi menceritakan pada Iy dan Kiy sahabatnya dari kecil yang berbeda kelas dengan Mi. Iy hanya satu-satunya orang yang memperhatikan cerita Mi dengan seksama. Sedangkan Kiy hanya diam terpaku dengan cahaya siang hari menyinari lapangan sekolah yang penuh dengan tanaman berbuah manis. Tanpa basi, Kiy mengeluarkan kamera dan memotret pemandangan menakjubkan di sekolah. “Aahh… aku iri sama kamu Mi! in love pandangan pertama. Kapannya aku di kenalkan sama teman ortu ku? haahh mereka terlalu sibuk. Kiy pasti iri juga tu Mi.” Tegas Iy menyindir teman sebangkunya itu yang selalu menghindar tentang cinta. “Gak juga! hal itu sangat membosankan dan butuh waktu lama untuk percakapan orang dewasa. Sedangkan anak-anak hanya diam terpaku mendengarkan obrolan yang tak bermutu.” Ucap dingin Kiy. Sapu tangan kecil di tangan Kiy, mulai membersihkan lensa kamera Kiy. Kiy selalu membawa kamera itu kemana-mana. Tak ada waktu untuk Kiy melepaskan kamera miliknya terdiam terpaku di kamar yang gelap. “Eeehh aku dengar-dengar ada guru praktek lho!! Dan gosipnya, guru itu tampan dan seumuran dengan kita. Bayangkan bagaimana kalau di antara kita jadi pacarnya. Pasti senang banget yyaa….
Aku mau Nyooo ><” Hobby bergosip Mi mulai keluar. “Tapi kamu sudah punyak si dia Mi.. buat aku aja guru cakep itu.” Usil Iy menanggapi gossip Mi. “Iya-iya Iy. Aku serahin deh guru baru itu buat kamu. Tapi kalau guru itu tetap milih aku yyaaa jangan protes hahahaha….” Usil Mi yang tak mau kalah berusil dengan Iy.
“Teettt….. Tettt….. Teetttt…..” bel berbunyi saatnya pelajaran Guru praktek itu. Suasana kelas sangat berbeda dari biasanya. Mi sudah kembali ke kelas sebelah meninggalkan kotak make-up kecil untuk siap-siap Iy dan Kiy mengahadapi guru praktek nan tampan itu. Tapi yang memakai hanya Iy dan Kiy tetap saja tak peduli. Mi,Iy,dan Kiy sudah terlahir sangat cantik dan popular. Iy bermata coklat,berkacamata,hitam pekat warna rambut panjang nan lurus dan juga kulitnya berwarna coklat soft. Model rambut Iy selalu terkenal di kalangan cewek-cewek.
 Jadi saat rambut Iy lagi di kepang dua, esok harinya semua cewek ikutan kepang dua. Mi bermata hijau,berkulit putih mengkilau,berambut medium berombak dan pirang. Mi paling terkenal dengan modisnya pakaian yang selalu ia cocokan dengan seragam. Dari jam tangan,kaos kaki,tas sekolah,dan topi selalu di tiru cewek yang lain.
Sedangkan Kiy berambut melebihi bahu sedikit berwarna coklat dan lurus,bermata biru mengkilau tapi selalu tertupi dengan lensa kotak warna coklat tua,berkulit putih bercampur coklat soft atau bisa di sebut berwarna crem. Tekenal dengan serba bisa memainkan music,fotografer dan olahraga. Mereka bertiga adalah anak-anak yang terlahir dengan parent kaya raya.
Parent mereka membuat bisnis bersama di sebut group Lili. SMA yang mereka tempati juga SMA elit yang semua anak-anaknya memakai brand terkenal juga memakai tas merek Channel lagi Hot. Tak juga lupa SMA elit ini terkenal dengan perjodohan parent. Jadi, kalau ada seorang anak yang sudah tunangan gara-gara di jodohin, berarti anak itu keren dan patut di contoh. Tiba-tiba kepala sekolah masuk ke kelas bersama dengan seorang pria telihat sangat muda. Perkiraan seperti kakak kelas XI. “Anak-anak! Ini guru praktek yang akan mengajarkan kalaian beberapa hari kedepan. Jadi mohon kalian membimbing guru kalian.”
Singakat kepala sekolah yang langsung meninggalkan kelas. “Nama saya Sin. Kalian boleh memanggil saya Pak S. Saya akan mengajar kalian bahasa inggris. Mohon kerjasamanya ya.” Senyum pak Sin pada anak-anak. Senyumannya membuat murid cewek tak berdaya melihatnya. Semua mata cewek di kelas itu terpaku memandang wajah Pak Sin! Kecuali Kiy.
Yang hanya memandangi lapangan sekolah setelah itu membiarkan tangannya menari berpasangan dengan pencil di atas buku sketsa miliknya. Selama guru baru itu mengajar di hari pertamanya, Kiy tak memperhatikan atau mencatat apa yang guru baru itu katakan. Selama proses belajar,Pak Sin memperhatian gerak-gerik yang di lakukan Kiy. Guru baru terkejut,saat Kiy mengeluarkan kameranya lalu memotret lapangan sekolah lagi dan lagi. Tiba-tiba Kiy berdiri dan menuju ke bangku Pak Sin. Pak Sin mengira Kiy maju ingin bertanya tentang pelajaran yang barusan di terangkan dan dia tak menyimaknya. “Ser, May I was my hands please.” Ucap Kiy. “Rupanya mau ke kamar madi! Aku kira mau tanya.” Pikir Pak S. “Yes.” Jawab Pak S. Kiy keluar dari kelas menuju kamar mandi. Barusan keluar dari pintu, Kiy menoleh ke arah kanan melihat Ron sepupunya berjalan di lorong. “Roonnn…” teriak Kiy langsung menghampiri tempat Ron berpijak. Pak S sangat terkejut dengan suara lantang Kiy. Pak S mengira Kiy itu anak yang polos dan cuek, tapi dugaan Pak S salah. Jadi Pak S harus memantau Kiy dengan seksama selama ia mengajar beberapa minggu di sekolah. 10 menit kemudian Kiy kembali ke kelas. 3 kali Pak S mengajar di kelas Kiy, hasilnya tetap sama. Tak memperhatikan setiap kata dan tulisan Pak S. Kiy tetap saja melihat keluar jendela lalu memotret sinar matahari nan indah itu. Keluar kelas menuju kamar mandi lalu bertemu dengan Ron. Tapi, saat Pak S mengajar ke 4 kalinya, membuat Kiy terkejut dan terperangkam dalam cengkraman Pak S. Siang itu, Matahari tertutup dengan awan mendung gelap pekat. Kiy hanya diam terpaku melihat lapangan sekolah bercahaya mendung. Tatapan matanya tak bisa beralih kecuali ke lapangan sekolah. Mata Kiy mengatakan terpesona dengan suasana lapangan siang itu. Tanpa basi, kiy memotret lapangan sekolah. Tanpa sadar, Pak S sudah di sebelah bangkunya. Memandangi apa yang Kiy lihat. “Kiy! Bolehkah ku pinjam kamera mu sebentar saja.” Pinta Pak S sambil tersenyum ceria. “Tentu! Jangan sentuh tombol di pinggir. Nanti semua foto ku menghilang sebelum ikut kontes.” Jawab Kiy mengulurkan tangan yang memegang kamera kesayangan miliknya. “Tentu.” Ucap senang Pak S. Pak S pergi berkeliling bangku lalu berhenti di pojok tembok melihat foto Kiy. Pak S sangat takjub melihat hasil foto Kiy. Meskipun object yang di foto sama, tapi pencahayaan dan suasana sangat berbeda. Puas melihat semua isi kamera Kiy, Pak S menuju bangku Kiy mengembalikan kamera. Kiy tak menyadari Pak S sudah tiba di sampingnya. Kiy tetap asyik mengamati lapangan sekolah dengan dagu berpangku telapak tangan. Pak S yang melihat pose Kiy itu, langsung memotret Kiy tanpa Off soundnya dulu. “CLICK…” suara kamera terdengar keras. Satu kelas terkejut dan mengalihkan perhatian ke Pak S berdiri tepat di samping Kiy. Kiy terkejut mendengar sound kameranya. Kiy menoleh ke arah samping di dapatinya Pak S berdiri memegang kameranya. “Coba kamu ikutkan kontes foto mu yang aku ambil tadi. Pasti menang. Kau terlihat sangat cantik saat berpose seperti itu! Apalagi saat senyum.” Ucap Pak S sambil tersenyum lebar pada Kiy. Kiy hanya diam dan terkejut. “Oh yah satu lagi.” Ingat Pak S berbalik badan menatap Kiy. “Besok, lensa kotak coklat itu di copot saja. Aku lebih suka warna biru mengkilau mata mu Kiy. Kan sayang mata mu sehat juga warna mata mu indah, tapi kau sembunyikan. Di copot ya Kiy.” Jelas Pak S sambil tersenyum lebar lagi. Membuat hati anak cewek satu kelas berbunga-bungan dan jengkel pada Kiy gara-gara Pak S memuji warna mata miliknya. “Bagaimana Pak S tau kalau Kiy pakai lensa kotak?” tanya salah satu laki-laki di kelas. “Ya Saya tahu karena terlihat sangat jelas di mata Kiy.” Jawab Pak S sambil tersenyum lagi. “Bagus!! Sekarang semua cewek mengincar aku untuk di intimidasi.” Geram Kiy di telinga Pak S saat Kiy maju ke depan dan keluar kelas. Merefresh pikirannya yang penuh dengan intimidasi cewek setelah tersebar cerita Pak S memuji mata Kiy. “Teett…. Teett… Teett….” Bel istirahat bebunyi keras. Kiy belum juga kembali ke kelas. Hanya berdiam diri di atas balkon sekolah sambil menatap langit dengan kameranya. “Semua itu hanya BULLSHIT.” Ucap pelan Kiy menanggapi pujian Pak S. Tiba-tiba ada seorang membuka pintu balkon menuju tempat Kiy berpijak. “Kenapa kau sebut bullshit? Jika itu beneran?” sapa orang itu. Kiy memalingkan wajahnya berpusat pada seorang yang berbicara. Di tataplah wajah Pak S memandangi wajahnya. Kiy hanya diam tak bersuara dan focus pada kameranya. “Sebenarnya, aku lebih tua dengan mu 1 tahun. Lalu aku dapat beasiswa salah satu University di Australia. Aku mengambil jurusan English ini, berharap bisa berkerja di SMA ini. SMA yang selalu ku impikan. Meskipun hanya praktek, itu sudah cukup bagi ku.” curhat Pak S. Kiy hanya tersenyum tepat di wajah Pak S. “Pak guru memang hebat. Pak guru memang sangat pintar waktu pertama kali bertemu dengan ku di depan kelas.” Senyum Kiy terpancar jelas membuat mata Pak S takjub kecantikan wajah dan mata biru Kiy. “Kamu sudah copot lensa kotak?” tanya Pak S. “Yap. Aku benci memanipulasi diri ku sendiri. tapi ada peristiwa yang membuat ku harus memakai lensa kotak. Tapi, sejak Pak S suka mata ku, aku sekarang berani menampilkan mata biru ku ini.” Mimic senang terlihat jelas di wajah Kiy. “Terima kasih Pak guru.” ucapan terima kasih Kiy membuat hati Pak S berderu kencang tanpa henti. “ Kau memang berbeda saat di kelas.” Ucap Pak S terus terang. “Hanya di kelas aku berwajah seperti itu. Aku ke sekolah ini mencari imbalan untuk parent ku. imbalannya ya nilai bagus, lomba academic dan semuanya.” Ucap Kiy terus terang. “SMA ini SMA kakak ku dulu. aku pernah berfikir kalau aku masuk SMA ini, pasti parent ku memuji ku setiap hari dan mau luangkan waktunya untuk ku.” curhat Pak S membuat Kiy kaget. Kenapa kisah hidup Pak S sama seperti Kiy? Selalu di tinggal parent yang sibuk tak memiliki waktu luang untuk anaknya. “Entah mengapa sejak pertama aku berjumpa dengan mu, aku rasa sudah tertarik pada semua tentang mu.” Senyum Pak S mengiringi perkataan yang jujur dari dasar hati. Kiy hanya terpaku terdiam memandang Pak S. Mencerna perkataan yang di ucapkan Pak S. Apakah bener-bener tulus atau hanya manipulasi saja seagai guru untuk menarik muridnya. Pak S meninggalkan Kiy sendirian di atas balkon. Kiy tetap berdiam diri memandang langit. 4 menit kemudian Kiy beranjak dari balkon menuju kelas. Semua anak berkumpul dan merencanakan suatu surprise. Kiy menarik baju salah satu cowok dari belakang. “Eehh… ada apaan?” tanya Kiy. “Tuh cewek-cewek lagi buat surprise gift buat Pak S. minggu depan Pak S sudah balik ke Aus.” Jawab cowok itu. Kiy hanya terdiam duduk di bangkunya membungkam mulut dan melihat ke luar jendela. Perasaan Kiy terhempas entah kemana kembali ke masa lalu. Perasaan sakit dan dingin itu terulang kembali. Tangan kanan Kiy meremas dadanya. Menahan rasa sakit perasaan masa lalu. “Kiy ada surat!!!” sapa Mi masuk ke kelas Kiy dengan suara kencang. “Hey Mi! surat apaan?” tanya Iy penasaran. “Surat dari Pak S lhoo Iy. Ayoo ikutan baca.” Ajak Mi dengan gembira. Kiy kaget mendengar surat itu dari Pak S. Di bukalah surat dari Pak S oleh Mi. Dengan cekatan, tangan Kiy menyambar surat di tangan Mi. “Ini pribadi! Jangan di baca sembarangan tempat.” Tegas Kiy. Sebenarnya Kiy sendiri tak sabar ingin membaca surat itu. Bel istirahat berbunyi keras. Gelombang suara bel melusuri semua kelas dan membuat semua anak tergesa-gesa menuju kantin. Karena hari ini adalah menu special yang paling di sukai anak-anak. Semua anak-anak rela antri berjam-jam untuk mendapatkan menu special itu, sedangkan Kiy berdiam diri di kelas dan lentikan jarinya mulai membuka surat itu. “ Hei blue eyes… minggu depan aku akan kembali ke Austrilia aku harap hari sabtu pagi kau bisa menemani ku jalan-jalan ^^. Jangan pakai kotak lensa mu! Biarkan blue eyes mu yang aku lihat yyaaa  . Ku tunggu jam 7 di dekat stasiun kereta sekolah.” Tulis Pak S pada selembar kertas putih bergambar Mikey Mouse. Kiy yang membaca surat itu tersenyum kecil. Menahan tawa lepasnya. “Hai-Hai…” Sapa Iy dan Mi memasuki kelas lalu duduk di sebelah Kiy. Kiy hanya tersenyum pada 2 sahabatnya itu. “Kenapa?” tanya Iy. “Gak ada apa-apa.” Jawab Kiy dengan senyum lagi. “Di tembak Pak S yyaa Kiy? Senyum-senyum aja dari tadi!” usil Mi. Expressi Kiy berubah drastic berawal senyum sekarang menjadi dingin. “Aku denger-denger, si cewek centil dan sok popular dari kita itu tunangan Pak S lho! Dia bicara sendiri waktu di depan kelas.” Gossip Mi yang sangat serius. “Bener aku gak ngaco deh kali ini! Tanyakan satu kelas centil itu pasti benar.” Ucap Mi meyakinkan 2 sahabatnya bermuka unbelievable. “Mana mungkin si centil itu bisa punyak cowok seganteng Pak S? pasti mimpi tu cewek.” Gusar Iy mendengar berita tentang cewek centil itu. “Siapa sih cewek centil itu?” tanya Kiy pada sahabatnya. “Ampuunn deh Kiy. Kelewatan gossip!! Cewek centil itu si Ow itu lho.” Jawab Iy dengan gregetan. “Iya.. Si Ow itu lho yang selalu sok baik di depan mu.” Sambung Mi. “Tapi dia bener-bener baik. Buktinya dia selalu tolongin aku.” Bantah Kiy. Bantahan Kiy tak cukup kuat melawan omelan 2 sahabatnya yang hobby gossip itu. Terpaksa Kiy berdiam diri menutup mulut hanya mendengarkan percakapan luar biasa hebohnya bagi gossip lovers. Sabtu yang di janjikan telah datang. Kiy memakai baju pelaut miliknya berwarna biru dan putih. Topi yang di kenakan Kiy bukan topi pelaut tapi topi casual biasa berwarna hitam. Tak lupa juga Kiy memakai sepatu Converse warna biru pemberian mama Kiy sewaktu pulang dari mall. Kiy juga tak lupa membawa dompet kecil,dan kamera kesanyangannya. Kiy terlihat sangat cantik dan serasi dengan mata Kiy berwarna biru mengkilau tanpa di lapisi lensa kotak lagi. Kiy melakukan apa yang Pak S minta. Rambut Kiy di sisir sampai halus dan mengkilau. Tepat jam 6.30 Kiy berangkat menuju stasiun depan sekolah. Butuh waktu 30 menit sampai ke stasiun itu. Dan saat sampai stasiun tepat jam 7,Kiy berharap sudah melihat Pak S berdiri menunggunya. Selama perjalanan menuju stasiun, debaran jantung Kiy bersenandung merdu menandakan kebahagian yang tak pernah tergantikan. “Kiyy…” Sapa Pak S dari kejahuan stasiun. Lalu Kiy tersenyum lebar berlari menuju tempat Pak S berpijak. “Pak guru maaf lama!!” sapa Kiy. “Aduuhh jangan panggil Pak guru dong! Panggil saja In lebih singkat kan?” ucap Pak S sambil tersenyum lebar ke Kiy. Mata Kiy, menatap tepat saat Pak S tersenyum lebar. Di mata Kiy, saat Pak S tersenyum, Pak S terlihat sangat indah dan Kiy tak ingin melepaskan Pak S kembali ke Aus. “Hari ini baju mu serasi dengan mata dan mood mu. Kau terlihat sangat menawan.” Puji Pak S dan Pak S tersenyum lagi. Bayangkan perasaan Kiy saat di puji Pak S! pasti senang. Gak mungkin gak! Perkataan manis terlontar dari bibir seorang yang tampan berambut coklat muda,bermata coklat,dan tubuhnya sangat tinggi, juga baik hati. Betapa sempurnanya Pak S di mata Kiy dan gerombolan cewek sekolah. Kencan bermulai dengan jalan pagi berkeliling taman dan melihat sakura bermekaran. Kiy mengabadikan moment saat di taman melihat sakura bermekaran. Dengan bantuan orang yang lewat, Kiy dapat foto berdua sama Pak S. Banyak sekali foto yang berkenang-kenang manis di antara Kiy dan Pak S. Kiy sangat kegirangan melepas semua sifat gembiranya selama ini yang Kiy pendam. Mata semua orang berjalan satu arah atau beda arah selalu tertuju pada Pak S dan Kiy. Entah mengapa seperti itu terjadi. Mungkin semua orang menganggap mereka pasangan serasi. Berlanjut ketempat berikutnya dan berikutnya. Dan tempat terakhir untuk kencan adalah Cinema. Pak S memang sudah bertekad untuk mengajak Kiy menonton Film. Mereka berdua sangat menikmati film baru anime. Kencan sudah berakhir! Saatnya Pak S dan Kiy saling bersapa “Good bye.” Kiy ingin melambat waktu berjalan karena Kiy masih ingin bersama Pak S. Begitu juga dengan Pak S. “Mungkin kamu satu-satunya orang yang aku rindukan.” Ucap lembut Pak S. Kiy kaget mendengar ucapan Pak S, tanpa sadar air mata Kiy mulai mengalir. “Jangan nangis Kiy! Aku gak lama-lama di Aus. Pasti aku kembali lagi.” Hibur Pak S. “Aduuhh Pak S ini! Ada hewan kecil masuk ke mata. Mangkannya jadi seperti nangis.” Hibur Kiy tak ingin membuat Pak S melontarkan janji padanya yang tak pernah di tepati. “Mana?” ucap Pak S yang langsung memegang tangan Kiri Kiy untuk mengusap mata. Lalu Pak S mendekatkan wajahnya dan meniup pelan tepat ke mata Kiy. Kiy melihat gerakan cepat Pak S memegang tangannya dan memeluk setengah badanya, sangat SHOCK dan berdebar-debar. “Good Bye Kiy! I’ll miss you so much.” Bisik Pak S tepat di telinga Kiy.
Tanpa pikir panjang, Kiy merubah posisi Pak S yang setengah memeluk Kiy menjadi sepenuhnya memeluk Kiy. Kiy memeluk erat Pak S dan tak berniat melepaskan pelukannya. Pak S menghentikan pelukan lama Kiy dan tersenyum lebar. Pak S menggenggam tangan Kiy menuju rumahnya. “Aku akan kirim email untuk mu.” Ucap Pak S di depan gerbang rumah Kiy. Perlahan Pak S mulai berjalan jauh dari rumah Kiy. Kepergian Pak S dan kenangan Pak S selama dengan Kiy, tak akan pernah Kiy lupakan. Kiy akan selalu mengingat kenangan itu. “Siapa tadi Kiy?” tanya Mama Kiy. “Bukan siapa-siapa Ma!” jawab Kiy dingin berjalan menuju kamar. Di kamar, Kiy hanya diam terpaku merenungkan semuanya. Minggu pagi hari keberangkatan Pak S ke Australia. Semua anak cewek di sekolah mengantar Pak S ke bandara.
Semua hadir tak ada yang absen kecuali Kiy. Kiy pergi ke lain arah dengan anak-anak cewek lainnya. Kiy menuju tempat pemakaman umum. Di taruhlah buket perpaduan bunga mawar dan lily di makam seorang yang bernama Junior. Lalu Kiy tersenyum sendiri melihat foto Kiy dengan Junior yang terpajang di nisan itu. Senyuman itu pudar dan berubah menjadi sebuah tangisan. Tangisan terisak-isak. Beberapa menit kemudian Kiy sudah tenang. “Hari ini guru praktek baru di sekolah ku akan kembali ke Australia. Dia sangat baik dan tampan. Anehnya, Guru itu 1 tahun lebih tua dari pada aku. Hebat benarkan guru itu! Kapan-kapan kalau Pak S kembali, aku akan mengenalkan dirinya di depan mu :’) jangan khawatir Junior. Guru baru itu, mengubah kehidupan ku di SMA.” Senyum Kiy sambil mengusap air matanya dengan lengan bajunya. “Dan aku terlalu takut untuk jatuh cinta. Aku terlalu takut untuk kehilangan seorang lagi dan aku akan jatuh lagi seperti saat kau pergi Junior. Meskipun kami berdua saling suka, aku tak akan biarkan dia melelehkan hati ku yang dingin penuh dengan luka.” Lanjut Kiy dengan wajah serius dan expressi yang sangat datar. Setelah kepergian Pak S kembali ke Australia, suasana kelas saat bahasa inggris kembali normal dengan guru perempuan berumur 40 tahun memandu proses belajar. Tak ada lagi wajah cewek di kelas senang-senang sendiri melihat wajah Pak S. Suasana di luar kelaspun sama berbeda.
Semuanya sangat berbeda 100% saat Pak S pergi. Sewaktu sudah sampai di rumah, Kiy menyempatkan membuka email miliknya.
Terlihat dengan mata kepala Kiy di layar laptop tertulis email masuk dari S_in alias Pak S. Kiy langsung membuka dengan cepat email tersebut. “Kiy.. aku sudah sampai di Aus. Aku lupa kalau di sini lagi musim dingin. Sewaktu sampai bandara, badan ku mati kedinginan. Bagaimana suasana kelas? Apa sangat berbeda? Bagaimana keadaan mu sekarang? Jangan-jangan kamu temukan cowok pengganti ku ya? Hahaha (peace).” Isi email Pak S pada Kiy. Kiy yang membaca tersenyum lebar dan lega Pak S tidak melupakannya. Kiy langsung membalas email Pak S. ( 1 tahun kemudian…..) Sekarang Kiy sudah kelas XI tak terasa sudah 1 tahun ini Pak S meninggalkan sekolahan elit ini, juga kirim-kirim email dengan Kiy.
Meskipun isinya kadang-kadang tak bermutu,Kiy dan Pak S saling gembira. Sekarang Kiy sedang menjalankan pacaran jarak jauh yang tak resmi. Yyaa mereka berdua secara resmi belum berpacaran, tapi mereka sudah seperti kekasih di dunia maya. Suatu ketika, saat Kiy membolos 3 jam pelajaran dengan berjalan-jalan dengan kereta. Kiy membawa semua buku-bukunya berjaga-jaga kalau kelebihan jam sesuai rencana bolos Kiy yang sudah di perkiraan oleh Kiy sendiri, sehingga Kiy bisa langsug pulang. Saat barusan masuk kereta, ada seorang yang menyapa Kiy. “Kiy!” sapa orang tersebut. Dengan gerak reflex, Kiy menoleh ke belakang dan ternyata Pak S. “Kenapa kamu di sini? Kamu bolos yya? Dasar bandel.” Tegur Pak S. “Terus Pak S sendiri kenapa ada di sini? Bukannya Pak S gak boleh kembali sebelum kuliah di Aus selesai?” balik tegur Kiy. “Itu karena aku ingin melihat semuanya.” Senyum Pak S mengiringi badan Pak S duduk di sebelah Kiy. “Aku juga ingin melihatnya jika aku bisa.” Renung Kiy sambil menundukkan kepala. “Eeemm?? Kamu past bisa Kiy.” Semangat Pak S terlontar untuk Kiy. Tapi semangat Pak S malah membuat Kiy patah semangat dan remuk hatinya. “Eeehh… salah yya? Maaf Kiy.” Kaget Pak S melihat wajah murung Kiy. Kiy menegakkan kembali kepalanya lalu tersenyum tipis ke Pak S. “Ceritakan semuanya.” Ucap Pak S dengan wajah sengat serius. “Semua berwal tepat tanggal 13 january saat aku lahir. Setelah aku lahir, seorang laki-laki lahir dalam rahim mama ku saat itu juga. hanya berjarak 3 menit laki-laki itu keluar. Lalu seorang sanak keluarga ingin mengasuh anak laki-laki itu. Mama ku menyetujuinya akhirnya kami berdua hidup terpisah sampai kami berumur 8 tahun. Saat itulah aku tahu, aku memiliki seorang saudara laki-laki yang wajahnya sangat mirip dengan ku. kami selalu bersama-sama meskipun rumah dia berjarak jutaan mil dari rumah ku. Suatu ketika, kami berjanjian melakukan perayaan ultah ke 14 bersama. Dia berjanji akan mendatangi ku sebelum ultah kami datang. tapi yang terjadi bukan kebahagian. 1 hari sebelum kami bertambah umur, dia pergi ke tempat jauh tak bersama ku. hanya dia sendiri pergi kesana. Padahal aku sudah menantikan hari itu! Aku ingin melihat wajahnya untuk terakhir sebelum dia tinggalkan aku.” Cerita Kiy panjang lebar pada Pak S. “Tapi aku beruntung masih bisa bertemu dengannya walaupun hanya makam Junior.” Lanjut Kiy. Pak S yang mendengarkannya sangat tersentuh dan menepuk pundak Kiy pelan. Kiy menatap Pak S dalam-dalam dan tersenyum sangat tipis. Turun dari kereta daan menuju makam Junior sesuai permintaan Pak S. “Junior aku membawa teman baru yang sudah pernah aku ceritakan.” Ucap Kiy pada makam sudara laki-lakinya itu. Pak S lalu mulai berlutut dan tersenyum di depan makam Junior. Perlahan, Pak S mulai menceritakan tentang dirinya. Setelah puas bertemu Junior, Pak S mengantar Kiy pulang dan menuju Bandara tuk kembali ke Aus. (8 bulan setelah lulus SMA..) Pak S sekarang telah lulus dari universitas dan mengajar kembali ke SMA elit tempat Pak S jatuh cinta dengan muridnya. Setiap Kiy lewat stasiun di depan sekolahnya, Kiy selalu teringat kisahnya dengan Pak S. Bermulai dengan kencan lalu menuju makam Junior bersama. Saat Kiy pulang dari sebuah toko yang biasa Kiy datangin dengan Mi dan Iy. Kiy teringat semua kenangan bersama Pak S. Masa SMA sudah berlalu! Sekarang hanya Kiy sendirian yang rutin datang ke toko itu. Karena sejak lulus SMA, Iy dan Mi sudah menikah dengan tunangan mereka. Anehnya mereka sama-sama memiliki cerita yang sama, jatuh cinta pandangan pertama. Kiy sama seperti 2 sahabatnya kalau Kiy berakhir kisah cintanya menjadi pertunangan dengan Pak S. Kereta Kiy akan datang beberapa menit lagi. Kiy berlari-lari dari toko semasa SMA menuju stasiun di depan sekolahnya mengejar tempat duduk. Tanpa melihat arah dengan baik, Kiy tertubruk dengan seorang dari arah berlawanan saat di gerbang stasiun. “Maaf.” Ucap Kiy sambil menampakkan wajahnya. Tanpa sadar orang itu adalah Pak S. “Kiy!!” kaget Pak S. “Pak S!!” kaget Kiy saat melihat wajah Pak S di depan wajahnya setelah 2 tahun lebih 1 bulan Pak S tak tampak lagi. Kereta telah datang! Tanpa memperlebar percakapan, Kiy berlari menuju kereta dan mendapatkan tempat duduk yang sangat nyaman.
Dan seorang di sebelah Kiy adalah Pak S. Sepanjang perjalan pulang, mereka bercakap-cakap panjang lebar. Menanyakan kabar satu sama lain. Kiy dan Pak S terasa seperti di bawa kembali saat Pak S pratek mengajar di sekolah Kiy. Turun dari stasiun, Pak S mengantarkan Kiy pulang.
Tepat di depan rumah Kiy, Pak S mengutarakan cintanya. “Aku sudah lama suka dengan mu,Kiy. Dan kau tahu itu sejak lama. Tapi belum sempat aku mengatakannya. Sekarang aku akan mengatakannya! Maukah kau berbagi kehidupan dengan ku Kiy?” ucap Pak S panjang lebar menahan malu. Kiy gugup untuk menjawabnya. “Entalah Pak. Aku tak tahu.” Ucap Kiy lalu masuk ke dalam rumah. Di dalam kamar, Kiy merenungkan pernyataan Pak S yang menurut Kiy sangat mendadak. Esok paginya, Kiy bangkit dari ranjangnya sambil memegang kepalanya yang lagi cenat-cenut semalam. “Mama dengar lho kemarin cowok itu bilang apa.” Tegur Mama Kiy. “Tenang Ma! Aku gak sama cowok itu. Jadi mama bisa jodohin aku sama kayak Iy dan Mi.” Jawab jutek Kiy. “Itu yang mama takutkan! Kalau kamu di jodohin, mama takut kamu terpaksa suka sama orang itu. Bukan tulus sama dia.” Ucap Mama Kiy menceritakan ketakutannya.
Sesaat Kiy tersedak dengan ucapan mamanya. “Berarti Mama…” Ucap Kiy sambil menolehkan wajah kaget pada mamanya sendiri. “Iyaa Kiy! Mama setuju apa yang kamu lakukan.” Senyum Mama Kiy yang lebar merest perasaan Kiy dan Pak S bersatu. Kiy menuju ke kamar dan merennung sampai siang hari. Keputusan Kiy sudah mantap! Kiy mengganti baju lalu berpamitan dengan mamanya keluar. Kiy menuju sekolahan dan bertanya kepada semua guru tentang keberadaan Pak S sekarang. Semua guru menjawab Pak S lagi cuti. Kiy menjadi kaget dengan cepat,Kiy mencari ke semua tempat dekat dengan sekolah. Tapi sampai jam pulang sekolah tiba, Pak S tak ditemukan. Sosok pria dari depan terlihat jelas di kejahuan mata Kiy. Kiy melihat Pak S yang ada di kejahuan. Tanpa basa-basi, Kiy lari menuju tempat Pak S berpijak “PAK SIIINN…” Teriak Kiy lalu Kiy berlari menuju pelukan Pak S. “I do..” Ucap Kiy senang.
Dan Pak S tersenyum lebar memeluk Kiy yang tak akan dia lepaskan lagi. Dan lagi, kisah mereka bertambah di tempat yang sama AT THE TRAIN STATION. “Guru baru itu sudah mengubah hidup ku sejak bertemu pertama kali.” Tulis Kiy di buku sakunya hadiah dari Pak S. 



AT THE TRAIN STATION THEIR LOVE COME TRUE…. 






 :)



-------------TAMAT-----------