Sabtu, 19 April 2014

JOSEPHINE MARCH 2


jadi,ini adalah kelanjutan dari The BysGis serial Josephine yang pertama. enjoy it everyone ^^



Josephine march 2

"Yoonpa!Ooppa!Nooppa!Boomppa!!!" teriak ku menyebutkan nama pendek sepupu yang berasal dari korea. mereka berempat seperti kedua koko ku! mereka satu paket! mereka berempat kakak adik kandung yang dapat dikatakan wajah ku dan mereka hampir mirip,terutama boompa! dia mat sangat mirip dengan ku. aku memeluk paksa mereka berempat dan mengecup pipi mreka sati per satu. aku tak percaya,mereka datang! aku benar-benar rindu sepupu ku dari korea! mereka sudah seperti kakak laki-laki ku sendiri. tak lama kemudian, sebuah kereta kuda berhenti di depan pi tu yang terbuka lebar. sepatu bot kulit berwarna coklat muda mendarat dahulu dan keluarlah pria yang selama ini ingin ku hajar mukanya,Franco lam dari hongkong!
"tak bisa ku mendaratkan pesawat ku di kebun kosong sebelah sana?" tanya dia sedikit sombong.seperti biasa,dia akan sedikit sombong dan aku akan meninjunya sekarang!
'PAK!' suara tangkisan franco membuat semua orang yang menonton menyengir kagum.
"kau sesikit berubah!" ujar ku dan dia melepaskan topi baseball andalanya sambil menundukan kepala pada ku sedikit memberi hormat. pagi ini, pagi yang cerah! pagi yang membawa berkah! para sepupu pria ku menuju dapur dan menyaoa marxus yang sedang bersiap kudapan ringan untuk pagi ini. aku menuju lorong yang sepi dan mencoba check ponsel ku. "how's your day,jo? what did you find at that old house?jewelry?old books?" sms stven baru ku buka pagi ini. kalau aku menelfonya kemungkinan besar dia masih bermanja dengan bantal gulingnya yang sudah usang itu."amazing dude! sepupu ku mulai berkumpul kayak mereka itu pindah sarang. aku tak tahu !aku akan mencari tahu nanti siang di perpusatakaan daerah.". ketuk ku pada qwerty touchscreen.

  aku tak menyangka perpustakaan ini baunya seperti buku ramuan china yang sudah ditulis sejak ratusan tahun lalu. apek? iya! tapi tak terlalu tajam aroma buku jadulnya.aku berjalan melewati satu demi satu deretan buku dengan bermacam jenis buku. dari ilmu perbintangan alias astronomi,lalu funiture dengan bermacam model dari beberapa era. akhirnya sampai pada bagian yang ku suka,komik jepang! Aku mulai berjinjit untuk meraih komik di rak buku yang ke-5. 'Gila!karya hiromi mashibanya lengkap banget.' ucap ku dalam hati kegirangan. 7,9,13,16,20,25 buku komik berhawil aku seleksi dari satu lemari buku besar dan tinggi. Aku memeluk 25 komik ku dengan kedua tangan ku dengan susah payah. Aku menatap seluruh bangku baca ,tapi semua sedang penuh.PENUH!! 'Shit!' Umpat ku mengutuk tempat ini. Mau tak mau ,aku harus mau bergabung dengan orang yang duduk di dekat jendela sebelah kanan ku. Ku menahan 25 komik dengan dua tangan yang penuh,melangkah 10 langkah dan menurunkan komik ku dngan pelan. "Excuse me, can you share this seat with me?please?" Ujar ku sambil menyengir memohon. Orang itu menatap ku dengan tajam tanpa tersenyum dan tak mencoba berkata menjawab ucapan ku. dia kembali menundukan kepala dan mengulurkan tangan seolah dia berkata silahkan pada ku. Aku duduk manis dan mulai membaca. 3,6,8 komik sudah slesai ku baca kurang 17 komik lagi. Komik yang ke 9 mamasih karangan hiromi mashiba,judulnya 20 tahun. Gara-gara aku membaca komik ini yang ada bau kawinnya membuat ku teringat pernikahan Laurance. 'Clara pentixion ha? Heemm....' aku mencoba mengingat-ingat bagaimana wajah dul sewaktu kita mawih sering bermain bersama. Merangkai bunga,merajut syal,membuat pai apel yang gosong ,kegiatan seperti itu selalu beulang setiap hari sewaktu kecil . Clara,dia gadis cantik 3 tahun lebih tua dari ku. Hidung mancung,kulitnya merah,matanya hijau permata,rambutnya coklat ikal yang selalu ia gelung. Aku bangun dari lamunan ku,bangkit dan menuju deretan buku design. Aku mengambil 5 katalog weeding design,kembali ke bangku dan memulai membuka-buka katalog. Dressnya semua bagus tak ara yang lebih bagus atau jelek semua,membuat ku ingin melamun menatap ke luar jendela. 'Rrttt....' panggilan masuk dari pim.
"Semua sudah siap?"
"Sudah nona maksud ku josy, tinggal wedding dressnya."
"Oh ya? Cepat sekali kerja mu?"
"Clara meminta seseorang yang mendisain dressnya adalah anda!"
"Ha? Aku?!" Ujar ku terkejut sampai-sampai orang yang duduk di depan ku menatap mata ku dengan tajam. Aku membugkukkan badan sebagai tanda memohon maafmaaf dan melanjutkan pembicaraan dengan suara se-kecil semut.
Aku mulai bingung. bagaimana aku bisa mendisain wedding dress dengan tema garden party? ha? garden party? lourance memang sudah gila! bagaimana dia bisa menerapkan tema garden party padahal dia sendiri alergi dengan serbuk bunga. bodoh! aku melamun sambil membiarkan buku skets terbuka lebar dan pensil tetap berada di genggaman ku. ku melamun kembali menerawang lebih jauh ke arah luar jendela. pemandann yang luar biasa. tampak bukit yang di hinggapi rumah tua bangsawan miliki kakek dari jendela sini. terlihat kecil seperti rumah barbie, mungkin rumah barbie abad ke-5 lebih tepatnya. tangan ku mulai bergerak, kertas putih mulai berubah menjadi penuh dengan coretan tangan ku yang entah kemana arah gambarannya. dan akhirnya jadi! aku sedikit tersenyum pahit menatapnya. benar-benar gambaran tak tahu arah yang jelas. pria di depan ku mulai menelpon kawannya. dengan bahasa yang sedikit aku mengerti, ia berbicara betapa tidak lengkapnya perpustakaan ini. ia tak bisa menemukan buku kedokteran spesialis jantung yang lengkap. aku menghosok dagu sambil berfikir dan beranjak pergi ke mas-mas penjaga perpus. kembali ke bangku dengn 3 buku besar tebal berdebu dan berbau apek! aku menyerahkan buku itu kepada pria di depan ku tanpa berkata-kata.
'bagaimana dia?' lirih pria itu.
"jika anda mencari buku apa saja, tolong beritahu saya! saya lebih tahu tampat ini daripada orang yang jaga perpus." ujar ku dan kembali duduk.


   taman Springfield menjadi keputusan akhir. clara dan laurance setuju mereka akan menikah di taman ini di sah-kan oleh pastor setempat.sudah 3 hari ini orang-orang pada gila menyiapkan perlengkapan pesta kawinan laurance. ke-11 pria The ByGis sudah datang dan 2 wanita yang lain selalu sibuk. tapi memang seperti itu kenyataanya. Emi selalu sibuk dengan job volunter-nya di sebuah desa kecil terpelosok jauh dari jamahaan manusia bersama tim dan dosen mudanya. lalu Nolla dia selalu sibuk dengan kegilaanya tentang hewan apalagi yang namanya anjing. dia rela harus bolak balik dari Afrika ke Amerika hanya untuk mengurusi penampunagan anjing di amerika dan group Zoologi di hutan tandus afrika. ya ampun! hidupku lebih baik walau mendapati cemoohan yang tak sedap daripada 2 wanita The BysGis yang selalu sibuk seperti penderita rabies.
"jo! come here!" teriak Boompa dari jendela kecil yang terbuka lebar di ruang dapur. aku berlari menuju dapur. benar! spriengfield dengan rumah tua ini hanya berjarak 80 langkah kaki saja, jauh? tidak juga, dekat amat? bisa dibilang ya. aku memasuki lorong dan sudah ada clara di depan ku. memakai wedding dress karangan ku. 11 sepupu melingkari clara dan mata marcus takjub tak percaya adiknya menjadi lebih cantik daripada aku.oke! aku memang tak pernah menjadi cantik di mata semua pria walaupun pria itu adalah Steven. ngomong-ngomong tentang steven, 2 hari ini aku belum bbm,skype,atau mencoba mengirim sms padanya.
"aku rasa kau masih 12 tahun yang selalu membututi ku kerja dan sekarang kau...."
"kau sudah menjadi 19 tahun menikah tanpa kuliah dahulu!." pekik haru marcus sambil mengusapkan serbet ke matanya. terlihat sedikit kejengkelannya terhadap adiknya itu.
"kalau aku jadi kau, aku tak akn membiarkan adik ku menikah sebelum lulus kuliah! kecuali, kalau dia kemasukan bola dahulu." sindir Franco yang akhirnya membuat ku menyikut perutnya. kalau tak salah, clara pernah mengirimi aku postcard bergambar university of cambridge 1 tahun 8 bulan yang lalu.
"aku rasa,gaun ini sedikit sesak di badan ku!"pekik clara sambil meletakkan tangan kanan ke perutnya.
"aku sudah kemasukan bola 2 bulan!" ujarnya lagi. what?! bagaimana? aku tak bisa berkata-kata dan rupanya bukan aku seorang yang speachless tapi selurun orang membukam mulutnya. marcus tak tahan lagi dan dia mulai menggulung adonan-adonan yang akan di persiapkan untuk pernikahan adiknya esok hari.
aku keluar sambil menutup mulut ku yang melebar selebar bentuk O besar.

   aku kembali mengunjungi perpus apek ini. "hai,Ms,Jo! you look so tired?" sapa seorang pustakawan. aku tak berucap hanya tersenyum manis sebisa ku. aku kembali duduk di tempat yang sama bersama orang yang sama. kelihatannya orang didepan ku sama seperri ku,mrnyukai spot bangku ini. aku tak bisa berkonsentrasi dengan apa yang ku baca. komik-komik hiromi mashiba aku biarkan bergeletak di bangku begitu saja. aku meringkuk dengan headset masih menancap di telinga volumenya tancap gas! aku mulai menggaruk kepala ku dengan cepat seperti orang uring-uringan tak karuan. tiba-tiba pria di depan menyodorkan kertas memo kuning pada ku.
'thank you for the books, you help me alot.' tulis dia dengan namanya, Jasee di bawah pojok kanan memo bersama emoticon senyum. ha? emot senyum? dia mau ngajak anak 16 tahun kencan? apa dia gak sadar wajahnya aja udah kayak om-om. tapi, om-om yang kece hehehe... aku tersenyum manis adanya dan kembali meringkuk.
'ya tuhan! England is Hell for me!' umpat dalam hati menyesali datang ke england yang tak kuku ketahui england sebelah mananya diri ku sekarang berpijak. selain itu, aku baru tahu seseorang yang dulu di katakan akan menikah dengan ku,akan menikah esok hari dengan sahabat ku akrab klop banget dan sehati sejiwa dengan ku dengan keadaan sudah kebobolan 2 bulan. lagu jadul favorit kakek ku berdendang keras di telinga ku.'thought you travel so far boy,i'm sorry you are 25 minutminutes to late..' lirik 25 minutes MLTR ini rasanya cocok berkeliaran di telinga ku saat ini. 10 buan lalu surat trakhir dari aurncelaurance untuk ku. dia kata dia kan berencana untuk another wild adventure di amerika dan akan memakan waktu lebih dari 7 tahun dan soal pertunangan itu akan dipikirkan setelah 7 tahun itu. what a bitch! aku menegakkan badan menatap lurus ke arah pria itu,memfokuskan mata dan mulai menangis. bukan menangis yang terisak-isak seperti bocah ingusan tapi menangis yang tak di hemdaki. air mata ku tiba-tiba saja jatuh tepat di komik hiromi mashiba yang judulnya 20 tahun. pria tepat di depan ku melongo kebingunn. aku dapat menatap wajah ya yang bisa di bilang tampan tapi gak tampan-tampan juga lebih tepatnya bad boy but nice! mata yang tak sipit atau lebar terdapat bola mata berwarna coklat tua pekat,rambut landak pendek,kumis tipis dan berjengkot seperti jarum menutupi bibirnya yang kecil dan tipis. dia tak terlihat seperi om-om yang pedofil tapi om-om yang kece. aku mengusap kedua mata sebelum ku mengusap,pria itu menawari selembar tisu merek paseo. paseo? ya ampun berasa di indonesia saja. "aku tak tahu alasan kamu menangis tapi, jika aku berbuat salah maafkan aku." ujarnya mencoba tidak tampil sebagai kambing hitam. aku tersenyum lagi dan menggelengkan kepala. dan aku mulai menceritakan apa yang sedang yang terjadi. menceritakan pada orang asi? kau bodoh josy tapi tak apalah yang penting saat ini aku tenang .

06.54 A.M.

  hari yang tak pernah ingin ku harapkan datang juga. aku mengitip dari luar jendela, semua orang berlari berputar-putar seperti ada kebakaran yang terjadi. aku mulai bangkit dan tidur kembali. aku tak sanggup. 4 jam lagi hari yang menyebalkan datang juga. masa ada orang nikahan jam 10-an temanya garden party pula,untung ini di england walau entah di sebelah mananya kalau di indonesia,bisa-bisa hancur pestanya. gak akan datang ratusan orang yang di undang karena jam segitu matahari sudah nyentrik amat apalagi di gresik nge-punk banget tuh mataharinya.
    07.16 a.m.
  aku mulai bangkit dari kasur ku dan menuju kamar mandi. aku berendam tak tahu berapa lamanya aku akan berendam yang penting aku berendam dan menenangkan pikiran ku. aku mulai meraih ipod ku dan mulai memainkan beberapa musik. busa-busa menutupi badan ku terlihat amazing,aku mencoba memontretnya dan... dan... dan tak mungkin aku masukan ke instagram walau sebenarnya aku ingin. bisa gawat kalau aku upload bisa-bisa daftar cemoohan yang pahit bertambah banyak. aku membuka jendela kecil dari tempat ku bersandar. tepat di luar menghadap springfield dapat ku tatap. Yoonppa mendapati ku sedang mencuri pandang ke arah springfield. dia melambaikan tangan dan tersenyum. lalu om gan menatap ku juga. om gan? rupanya sudah datang. "hoi!! josyy!! berapa lama kau akan berendam?" teriak om gan dengan bahasa mandarin yang lancar. aku hanya menggelengkan kepala padanya. aku mengencangkan volume ipod dan menyandarkan kepala ke tembok. memejamkan mata dan mencoba mencerna apa yang pria seperti om-om kece yang kalau tak salah namanya jesse ucapkan pada ku. "anggap saja itu sebagai perkawinan mu sendiri! kau harus berdandan lebih cantik dari pada penggantin wanita.pria akan mengerti mengapa kau seperti itu!"
  sudah lebih dari 42 menit aku berendam, ujung jari-jari ku mulai berkeriput. aku menutup jendela,mematikan ipod dan mulai bergegas berdandan layaknya gadis remaja yang akan pergi ke prom.
  9.37 a.m.
aku belum menemukan gaun apa yang akan ku pakai. semua wardrobe ku aku bongkar. aku cobai satu demi satu dress yang ku punya daei kekecilan sampai tak pantas dengan tema kondanganya. dan akhirnya aku menemukan sebuah dress berwarna biru muda langit dan lengannya putih berpola bunga dan roknya melebihi lutut 6 cm. larena aku tak suka rok di atas lutut. sepatu ku hanya flat shoes fladeo biasa berwarna biru juga. dan yang terakhir, rambut! aarrgghh aku benci rambut ku yang hitam pekat sepekat sayap gagak dan panjang melebihi ketiak 8 cm. aku bingung harus aku apakan.
  9.45 a.m.
rambut ku masih berantakan tak karuan, tak berbentuk, tak mulus,kusut,berdiri semua rambut ku seperti habis tersetrum. shit! what i must suppose to do? damn!
tok tok tok! suara ketukan membuat ku menatap pintu kamar ku yang berwarna merah itu. "josy it's me,Pim! i'm ready to give my best servis." ujar lembut sopan pim. aku membuka pintu dan memeluknya erat dan hampir mencium pipinya. aku duduk manis di depan cermin rias ku layaknya tuan putri yang angun nan menawan menungu perias profesional ku menyulap ku menjadi lebih dan lebih awesome daripada angsa.
10 menit. hanya 10 menit dan akhirnya selesai juga. menatap wajah ku yang tak ku percaya ini adalah aku. rambut hitam ku di kelabang dan tersanggul manis menampakkan kedua kuping ku yang mungil. bibir mungil ku ter-lipglos menjadi warna natural yang manis. 'unbelievable!' pekik ku kagum. benar, pim adalah pria multitalent. pim membungkuk dan memasangkan sandal elizabeth favorite ku. ' anda bisa lecet dengan flatshoes itu nona.' ujarnya saat memakaikan sandal. ya ampun,serasa seperti putri sungguhan. aku berdiri membelakangi pintu kmar ku. aku menoleh mengarah ke arah pim yang sedang merapikan alat make up ku. aku tersenyum dan menarik nafas dalam'dalam. menyakinkan diri,memantapkan iman untuk melangkah keluar dari rumah tua. aku memilih keluar lewat pintu belakang yang berada di dapur. aku melangkah dengan hati-hati agar tak terpeleset sehingga tak perlu re-make-up lagi. aku menatap marcus mengenggam erat serbet putihnya. matanya terlihat khawatir,tubuhnya gemetaran,dan dia mengigit bibir bawahnya. aku menghampirinya dan menepuk pundaknya dan terseyum lembut. hanya itu saja yang bisa ku lakukan sekarang ini u tuknya. "kau tahu josy? aku tak tenang! tak tidur semalam! rasanya aku ingin menghajar pria brengsek itu! dia membuat adik ku... kemasukan bola 2 bulan. 2 bulan? damn!" ujar marcus sambil menghentkkan tangan ke arah meja dapur dengan keras. aku hanya mengelus pundaknya sekali lagi. "tapi.... clara terlihat sangat.. cantik! dan bahagia! dan rasanya aku bisa menerima pria brengsek itu." lanjut marcus sambil sedikit senyum tipis. "kau,sama dengan ku." bisik ku padanya.


   aku berjalan di karpet putih ini. para tamu sudah berkumpul semua dan memandangi ku saat berjalan. akhirnya aku menemukan kursi bertuliskan nama ku tepat di depan altar. duduk di sebelah pria yang..... "STEVE!!!" pekik ku leras dan lantang. aku memeluknya erat. "ya ampun! i miss ypu like crazy stev!", steve menatap ku lekat-lekat dan akhirnya menatap tatanan rambut ku kreasi dari multitalent man. 'me too' bisiknya tepat di telinga ku. clara berjalan anggun dengan wedding dress kreasi ku sendiri. clara terlihat cantik sangat amggun dan bahagia. ia menatap ku dan tersenyum aku membalas senyumnya. aku bersandar pada pundak steve dan memegang tannnya.
"dia cantik" bisik steve.
"aku sedikit prihatin sama dia."
"ha? kenapa?"
"baju itu aku buat tanpa arah imajinasi yang jelas."
"apa? kau parah josy! tapi itu sebuah mahakarya yang indah" puji steve dan mengusap rambut ku dengan pelan lembut dan gentel.


   setelah ucapan 'i do' dari dua orang yang sedikit mendapatkan kutukan di hari pernikahan mereka, akhirnya menuju sedikit pesta. aku berdansa bersama steve. aku mengantungkan kedua tangan ku di lehernya dan begotu pula steve. kami berdansa dengan tempo selambat-lambatnya, mencoba meresapi beberapa hari tanpa bertemu dengannya tanpa mendengar suaranya dan terpisahkan dengan waktu yang berbeda hampir 180°. dan saatnya di ujung acara pelemparan buket bunga. aku malas mengikutinya jadi aku berada di sebelah kiri beberapa langkah dari kerumunan yang merebutkan buket bodoh itu. 1,2,3...... buket terlempar. bukan di tengah-tengah kerumunan tapi tepat di hadapan ku. aku tak menangkapnya hanya membiarkan saja tiba-tiba saja 2 orang di kanan-kiri ku menangkapnya tepat di hadapan ku. "ya ampun! akan ada triangle love! betapa manisnya cerita mu josy." pekik kagum clara. what? triangle love? aku menatap orang yang mengapit ku sekarang dan rupanya mereka adalah steve dan pria yang kalau tak salah namanya jesse.

  kakek tua memanggil ku ke ruanganya. aku memasuki dan mendapati sosok belakang wanita dengan rambut hitam sepekat sayap burung gagak seperti aku, aku melangkah lebih dekat dengan bangku wanita itu duduk." oh kau datang josy." ujar kakek yang muncul dari ruangan tersembunyi di ruang kerjanya itu. wanita itu berbalik dan menatap ku dengan tatapn dingin, bibir merah yang meskipun tanpa lipstik tetap merah,mata dingin tak berdosa,hidung mancung seperti orang eropa, rambut tergerai se leher beraksen indo-england dan tak salah lagi itu adalah "ucapkan salam pada ibumu." ujar kakek. aku menunduk memberi hormat tak bersuara. aku memilih duduk di sofa yang membelakangi jendela putih lebar daripada duduk di sebelah ibu ku sendiri.karena aku tahu,dia tak pernah sedikitpun menyukai ku darah dagingnya sendiri.
"kenapa aku harus berhadapan denganya?" ujar ibu ku dengan jengkel.
"kau! dia tetap anak mu." geraham kakek mulai bergelatuk kesal.
"anak yang di lahirkan untuk masalah politik! malangnya nasib mu,jose!"
"setidaknya kau mengunjunginya beberapa kali atau menyuratinya sesekali di hari natal atau tahun baru. dia masih anak mu Rose" kesal kakek lagi.
"kenapa aku harus melakukanya? bukannya frank sudah melakukanya? Frank ayah ya dan Frank lebih menginginkanya daripada aku."
"apa kau tak punya sedikit hati untuk anak ini? dia anaka mu juga bersama Frank!"
"sedikit hati?apa kakek bilang sedikit hati? hati ku berubah jadi jati 20 tahun lalu saat Hary mati di bunuh oleh mu! karena itu aku bisa menikah dengan Frank dan kau ,kakek ua!membentuk aliansi dengan ayah Frank!"
dan akhirnya semua menjadi saling berteriak sahut menyahut dengan ucapan yang tak pantas untuk ku dengarkan. anak di bawah umur,seharusnya sekarang berada bersama steve mencicipi macaroon dan mungkin sedikit sampange. ya ampun betapa indahnya pemandangan yang kulihat dari jendela ruang kerja kakek ini. aku memasang wajah dingin sedingin es dan menutup telinga ku sekuat-kuatnya denn headset ku. aku tak kuat dengan tabrakan suara keras headset dan teriakan kakek dengan wanita high-class yang di sebut kakek adalah ibu ku. aku melepaskan headset dan dapat sedikit aku dengarkan suara steve yang menyanyikan lagu jadul air suply- i can wait forever. seperti liriknya 'i know its worth it all to spend my life alone with you' membuat ku ingin menghabiskan,membuang semua rasa rindu ku pada steve sekarang juga.
"kau lihat kek! dia saja memasang wajah lebih dingin daripada aku,dan tatapanya sesinis duri mawar.kenapa kau terlalu khawatir padanya? dengan frank yang selalu peduli padanya,dia akan baik-baik saja!!" teriak ibu berjalan dengan menghentakkan sepatu heels hitamnya dengan keras menuju keluar ruangan dan membanting pintu tepat saat aku menatap sosoknya dari belakang. 'she's so beautiful' ujar ku bergumam kecil dan menatap lagi keluar jendela tetap dengan wajah tak berexpresi.
kakek menghela nafas, aku bisa merasakannya. nafas yang ia buang adalah nafas prihatin terhadap ku. "sekarang kau tahu kan mengapa aku membiarkan laurance menikah dengan clara sampai-sampai memberkati pernikahan mereka?" tanya kakek dan aku mengangukkan kepala. 'agar akau tak seperti ibu ku.' gumam ku dalam hati. aku beranjak pergi dan kakek menyodorkan beberapa berkas yang rapi tersimpan di map biru. "kalian semua bebas! kau bisa keluar dari sekolah mu terkutuk itu!" ujar kakek memegang kepalanya yang pusing tak karuan. aku melangkah pergi menjauh dari bangku kerja kakek. aebelum aku melangkah keluar,aku menoleh ke arahnya "actually,sekolah itu memang terkutuk dengan segudang prestasi non-akademiknya dan sedikit akademik. mungkin,aku akan mulai ikut extra hockey dan basket dan menyelesaikan sekolah di sana walau harus bulukan dan beruban seperti mu kek." ujar ku aambil tersenyum dan melangkah keluar kelaur menuju pesta. tepat di luar rumah,ke-11 sepupu ku berkumpul, aku memberikan dokument itu dan mereka memeluk ku dengan erat. aku keluar dari kerumunan kesebelasan kakak ku dan mencari steve. "hei!" sapa pria ber-tuxedo cream. tinggi,tampan,seperti cunning tatum versi tua berumur 42 tahun. "oh hai frank!" balik ku sapa. ayah ku terlihat seperti work-holic dan melajang. 'dan dia tak berubah sama sekali.' gumam ku
"kau tahu?eemm... mungkin kita bisa ngopi bersama."
"ahh,aku tak suka kopi,tapi mungkin itu boleh juga."
"oh iyakah? aku tak tahu. emm.. mungkin setelah kau lulus,kau boleh datamg ke rumah ku dan kuliah di perancis."
"aah.. terima kasih tapi rasanya aku akan memilih korea. aku sudah mendaftar beasiswa di sana."
"oohh... sayngnya ya.."
"iya sayang sekali."
percakapan yang amat-amat garing dan canggung. kami berdiam diri dan akhirnya aku..
"aku harus mencari steve!" ujar ku
"oh? oke baiklah."
aku melangkah menjauh beberapa langkaj dan menoleh ke belakang."
"emm frank? mungkin kita bisa minum jus bareng dan beberapa kue.. tentu saja kue low sugar."
"oh?! tentu saja."
"aku tunggu lusa jam 3 di cafe de'monte dan aku akan mengajak steve."
"oke josy tentu saja dengan steve"
"oke. bye.. Dad!"
dan akhirnya ungkapan dad keluar dari bibir ku. aku berlari mengejar sosok steve yang tak jauh dari ku, aku tak tahu apa rupa ayah ku saat aku panggil dia 'dad' untuk pertama kalinya. aku mengaitkan tangan ku ke lengan steve,bersandar di pundak steve dan berbisik jika aku barusan bertemu dengan ayah ku.
"lalu apa yang kau lakukan lusa besok?" tanya steve dengan penasaran.
"entalah karena itu masih menjadi sebuah rahasia tersendiri."



                -THE END

Minggu, 13 April 2014

The BysGis (the Boys and Girls)

Josephine march

  Jantung ku berdetak sangat cepat pagi ini. aku mulai bernafas dengan cepat,perasan was-was menyelubungi diri ku. aku menatap jam tangan berwarna hitam di tangan kanan ku. tepat pukul 09.00! tak lama kemudian pria berwajah chinese berseragam SMA swasta kristen keluar dari kelas X-1 sambil membawa rapot bercover biru tua. aku langsung berdiri di sampingnya. tanpa berkata-kata dia mengusap-usap kepala ku dengan lembut. dengan leganya aku mengelus dada dan menghela nafas. rapot sudah aku pegang dan aku mengikuti pria itu berjalan tanpa berkata-kata sampai depan gerbang sekolah. sepanjang perjalanan menuju gerbang, semua mata tersorot pada kita berdua dan terdengar oleh ku bisikan dari mereka. aku sudah biasa mendengar mereka berbisik karena itulah kerja mereka sehari-hari dan biasanya aku tak menggubris sama sekali. tapi hari ini beda! aku sedikit takut jika pria ini mendengar bisikan mereka yang sama sekali tak ada kebenarannya. tapi,rasa takut ku ini terlalu berlebihan. tak bisa dipungkiri lagi kalau pria ini sudah mendengar bisikan mereka tentang ku.

   aku meraih ipod ku dan mulai menyelipkan headset ke telinga yang beberapa waktu lalu panas karena bisikan orang yang gak ada kebenaranya sama sekali. sebelum aku mulai menyumpal telinga kiri ku, tiba-tiba pria itu memeluk ku.
"kenapa kamu gak pindah aja jo? pindah ke sekolah yang sama dengan ku di surabaya! sudah berapa lama kamu dengarin omongan mereka yang hoax semua?" ujar pria itu sambil memeluk ku erat. aku memelepaskan pelukannya sebelum ada yang sadar kalau kita berpelukan di dalam mobil. aku memegang pundak kirinya dan tersenyum tipis bercampur rasa pahit yang tergambar dari raut wajah ku.
"kitakan udah pernah bahas ini. kenapa harus di bahas lagi? intinya aku akan jalanin apa kakek mintak sampai aku kelas 11 nanti,ko." ujar ku mencoba membuat pria yang sekarang duduk di kursi driver sedikit lebih tenang.

  sebenarnya,sejak awal pendaftaran ppdb SMA, aku ingin ikut bersekolah yang sama dengan koko ku. padahal, formulir pendafaran SMA Kristen petra Sudah berada di tangan ku terisi lengkap bersama sertifikat lomba science yang sejak smp sudah sering ku ikuti. tapi, apa daya diri ku! aku hanya seorang anak kecil berumur 16 tahun yang di kurung oleh kakeknya yang berada di england untuk menjalankan semua perintahnya sampai aku berumur 17 tahun. dan kebetulan perintahnya saat itu adalah aku mendaftar di sekolah negeri yang terletak di komplek perumahan gresik kota. salah satu sekolah terbaik di gresik, mungkin. tanpa menyertakan sertifikat lomba science yang selama ini sudah aku ikuti di beberapa tingkatan. sebenarnya aku tak tahu mengapa sekolah yang seperti ini di katakan sebagai salah satu sekolah negeri yang terbaik nomer-2 di gresik. kurang setahun lagi dan aku akan bebas! aku akan di perbolehkan untuk memilih menetap sampai lulus, atau pindah ke negara yang aku hendaki.

  suara mesin mobil berhenti, koko keluar dari mobil duluan dan aku menyusulnya. di depan rumah, sudah terlihat tante ku yang sudah ku anggap seperti ibu kandung ku sendiri berjalan untuk membuang sampah. dengan cepat, aku berlari dan memeluknya dengan erat. "mamaaaaa!!" teriak ku kegirangan.
"aduh jo! mama kan lagi mau buang sampah! masak langsung di sergap sih?"
"hehehe ya maaf deh." ujar ku sambil tertawa kecil dan masuk ke dalam rumah. tiba-tiba pria china berumur 45 tahun menghampiri ku dengan tangan bersembunyI di balik badan.
"hayoo tebak! papa bawa apa?"
"apa? coklat almond? storwberry cake? casing hp baru?"
"salah-salah-salah-salah." ujar papa alias om ku yang sengaja menggoda ku.
"papa bawa 3 tiket warna kuning!" ucap pria china yang lainnya saat melewati tempatku dan papa berdiri menuju pendingin makanan.
"maikel!! kenapa selalu merusak moment papa?!" gusar papa sambil menatap anak lelakinya yang berumur 19 tahun dengan satu alis terangkat.
" dia bukan anak 10 tahun lagi pa! dia mau 17 tahun!" ujar ko maikel sambil membawa 2 bungkus snack keripik kentang rasa balado di kedua tanganya menuju ruang keluarga.
"gimana rapotnya?" tanya papa kembali.
"eeem lumayan bagus! dapat rangking kayaknya tapi gak tahu peringkat berapa, ko jemi gak bilang ke aku."
"oh ya? waahh bagus, bagus, bagus!" puji papa
"ini kado dari papa! karena jojo dapat nilai bagus dan jemi juga, papa kasih ticket nonton frozen gratis!" ucap papa dengan suara yang sengaja di keraskan.
"tapi? kok ada 3 ticket?" Tanya Ku keheranan.
"awalnya mau buat maikel ju, tapi dia sudah ngerusak rencana papa jadi, kamu boleh ajak steven aja deh!" ujar papa keras lalu pergi masuk ke dalam kamar.
"yah? kok gitu sih? gak adil pa!" teriak ko maikel kesal.

  Steven! Steven Cahya purnomo. pria blesteran china-korea tinggal di depan rumah om dan tante sejak 7 tahun yang lalu. aku masih ingat betul bagaimana hari pertama kita bertemu di depan pagar rumah om ku.saat itu steven memakai baju seragam sailor-nya lengkap beserta topi sailor dan sepatunya. ekspresinya cemberut dan takut saat tatapan kita bertemu untuk pertama kalinya. aku menatapnya dengan tatapan aneh bercampur heran.bibir merah tipisnya,dan matanya yang jernih membuat ku berdiam diri untuk beberapa saat. aku memanggil namanya di depan pintu masuk rumahnya. tak lama kemudian, ia keluar. steven membukakan pintu dengan t-shirt tosca dan celana pendek selutut andalannya tak lupa juga rambutnya! potongan rambut seperti miliy cirus yang Kata dirinya bisa menarik hati setiap wanita dan cocok untuknya. tanpa basa-basi aku berucap apa yang ingin aku ucapkan, dan Steven mengiyakannya. lalu aku masuk ke dalam kamar Steven. bau! benar kamar steven selalu bau aroma dirinya,mint dan...
"bau apa ini?" Tanya Ku keheranan. kamar ini tetap bau mint tapi ada aroma Lain yang tercium di hidung ku.
"aah,lavender! kemarin habis metik lavender dari kebun belakang,sekarang Malah jadi dekorasi di ruang tengah."
"ha? sejak kapan ada lavender di kebun belakang?"
"sejak kapan ya? 3 bulan yang lalu mungkin."

  aku menuju jendela di sebelah kanan tempat tidurnya,menatap ke luar dan rupanya benar, lavender! mamanya sekarang menyukai lavender bukan rose lagi. aku menatap sekeliling kamarnya, rupanya koleksi tempelan posternya bertambah semakin banyak. dari poster band rock MCR,eminem,blink,linking park sampai-sampai poster rancangan experimen sains yang akan ia buat juga di tempelkan. aku menatap sebuah mading yang tak berupa mading lagi,berisikan rumus-rumus fisika dan matematika yang lebih banyak daripada punya ko jemi. ku berputar lagi dan sekarang aku duduk di kursi meja belajarnya yang sangat rapi daripada meja belajar ku yang ada di rumah. tangan ku meraih album foto bercover putih dan kembang-kembang kecil menghiasi di pinggir album foto. perut ku geli! aku tak tahan menahan kegelian ini saat tangan ku mulai membuka lembar demi lembar dari album tersebut. semua berisikan foto kami berdua. terkadang ada foto liburan steven yang selalu ia habiskan bersama adik sepupunya,Hyume di korea. tak jarang pula aku jumpai foto ku bersama steven dan Kong, kawan lama kami yang dulu pernah tinggal di sekitar perumahan ini tetapi,sekarang ia sudah pindah ke thailand sekitar 3 tahun lalu.

  tak terasa matahari sudah mulai menyiapkan ritual untuk tidur. 5.45 p.m. terlihat jelas dari jam weker bentuk bebek kuning milik stev. aku berdiri dan mulai pamit. baru saja berjalan 5 langkah dari pagar rumah stev,ponsel ku bergetar menyerukan sms masuk. aku membukanya sambil berjalan.

  "for the BysGis,please confrime your location right now! thank you."

  aku berlari dari pagar rumah dengan kencang,membuka pintu utama dengan keras,menaiki tangga dengan cepat berteriak memanggil kedua koko. dengan sigap, kedua koko membuka pintu kamarnya secara bersamaan yang letaknya sekarang berada di kanan dan kiri ku. tanpa pikir panjang lag,aku menarik tangan mereka berdua dan menyeretnya menuju kamar ku, aku membuka screen lock ponsel ku dan memberikannya kepada mereka berdua. bukan expresi mata senang atau tawa  keras yang mereka buat,malah mata melotot dan bibir mengerut kecut. begitu juga dengan ku,sekali-kali aku menelan ludah.

  The BysGis, perkumpulan yang anggotanya masih saudara sendiri.dan sekarang ini, sudah beranggotakan 14 orang,11 pria dan 3 wanita.
 "jawab aja lah ko!" ujar ku mencoba memberi sedikit cahaya jalan keluar.
 "tapi kita belum tahu siapa yang mengirim sms ini! bisa saja dibajak atau dari om gan. kita tak boleh gegabah." ujar ko maikel.

  benar! kita tidak boleh gegabah, The BysGis sudah tidak aktif selama 2 tahun terkhir ini. dan terakhir kita bertemu di pulau dewata bali,liburan bersama selama 1 minggu penuh. mungkin karena kegiatan The BysGis ini aku mendapatkan cemoohan yang tak enak dari mulut teman-teman ku. 2 tahun lalu memang kegiatan kita yang terakhir tapi, tahun-tahun sebelumnya adalah tahun keaktifan kita dalam berkumpul bersama. cemoohan itu tumbuh saat aku pulang dari liburan bersama The BysGis yang ke-5, aku yang masih berumur 12 tahun duduk di bangku SD kelas 6 diantar oleh Om gan yang saat itu ia berumur 25 tahun. om gan sebenarnya masih sepupu jauh ku tetapi umur yang lebih tua terpaut 13 tahun dari ku membuat ku memanggilnya om. om gan mengantar ku dengan alasan untuk konfrimasi kepada wali kelas ku karena, saat itu aku tinggal bersama om gan dikarenakan orang tua ku yang cerai dan entah sampai sekarang tinggal dimana. seorang siswa, teman satu kelas ku, junet mendengar percakapan antara om gan dan bu nurlaila di kantor guru dan menyebarkan di kelas. awalnya aku tak peduli tetapi, lama-kelamaan gosip yang menyebar mulai tak karuan. dari orang tua cerai karena ayah ku selingkuh, aku melarikan diri dari rumah, aku dan om gan menjalin kasih... iuhh gak banget dah gossipnya. tapi mungkin alasan yang pertama itu sedikit benar. tapi, aku tak pernah peduli dengan apa orang kata. jadi aku hanya membiarkan gosip itu tanpa berfikir kalau gosip itu seperti spora tanaman yang cepat tumbuh dan menyebar ke lingkungan sekitar. dari teman satu kelas menjadi teman satu sekolah mengetahui gosip yang gak banget itu. dan dampaknya masih terasa sampai sekarang,malah luar biasa terasa.

  6.35 p.m.

  aku berteriak memanggil steven dari depan pagar,steven muncul dan lari bersamabersama ku ke tempat ko jemi memanaskan mobil.
"kenapa kartun sih?" ujar kesal ko jemi.
"udahlah nanti juga bakalan tertarik." sahut steven sambil memasang seat bealt.
aku hanya memasang wajah yang tak mau tahu.

"ting tung...." line ku berbunyi berki-kali. aku membuka dan rupanya dari grup The BysGis. sudah di hadiri sekitar 7 orang. semua berdebat siapa yang mengirim sms yang mempertanyakan lokasi kita berada. aku kira hanya aku saja rupanya saidara ku yang luar indonesia juga di sms. tak lama kemudian om gan chat kita semua mengatakan kalau yang kirim sms itu adalah dia dengan nomer baru di beli dari bali.

"berarti sekarang, om gan berada di bali bersama tua bangka!" ujar ko jemi saat aku menceritakan percakapan yang terjadi di line grup. aku berpindah dari grup menjadi private chat dengan om gan. aku mempertanyakan alasan om sms para The BysGis,dan rupanya om gan di suruh kakek tua kami semua. kakek tua yang sering di sebut saudara ku dengan tua bangka adalah kakek buyut kami yang sudah berumur 108 tahun, tetapi sejak ia berumur 86 tahun sudah mengucilkan diri dari sorotan lampu mata orang-orang dan sekarang tinggal di sebuah desa yang terpencil jauh dari jamahan manusia di england. dan istimewahnya lagi, kakek buyut kami adalah seorang bangsawan dan masih salah satu kerabat kerajaan england. kalau tak salah, kakek buyut kami adalah anak dari satu ayah dengan queen elizbeth II tapi berbeda ibu bisa dibilang anak dari simpanan atau lebih tepatnya anak selingkuhan,karena saat itu ibu kakek buyut juga sudah menikah dengan bangsawan barones sepupu jauh dari ayah queen elizabeth II. tapi,tidak ada yang mengetahui hal itu kecuali kami,The BysGis, mr.paul seketaris pertama kakek yang sudah berpulang dan sekarang di gantikan oleh mr.kristove anaknya,dan tentu saja kakek bersama 2 orang yang berselingkuh.

"kenapa lagi tua bangka itu?" gerutu ko jemi lagi.
"entahlah,oh! katanya kita disuruh menemuinya tanggal 23 besok lusa!." ujar ku saat menatapi chat baru dari om gan.
" tapi bukankah ini hal yang bagus? ya maaf kalau ikut campur." sahut steven yang mencoba ikutan percakapan ku dengan ko jemi.
ko jemi mengisyaratkan untuk meneruskan ucapan steve.
" berarti kalian ada kesempatan untuk mempertanyakan alasan kakek kalian yang sudah menyembunyikan pasport kalian selama 2 tahun juga meminta pembebasan si jojo? dia sudah terjebak di dunia pendidikan indonesia selama 16 tahun dan bukannya kakek kalian memberikan janji kalau sudah berumur 11 tahun boleh memilih belajar di negara asal atau negara orang bukan? tapi kenapa jojo tidak di beri janji seperti itu? malah 15 tahun dulu baru jojo bisa di kasih janji yang sama dengan kalian. dan sekarang,umur jo udah 16 setahun lagi 17 tapi kakek kalian tidak memberikan kabar apapun." ucap panjang lebar stev,mencoba memberikan solusi pada kami.
  kami? yakin? aku tak yakin kata kami bisa ku ungkapkan. sebenarnya, aku tak seberapa peduli jika aku di tahan untuk bersekolah sampai kerja di negara ini. hanya saja, aku tak terima dengan penyitaan pasport kami yang lebih tepanya 2 tahun 7 bulan lamanya. aku merasa sengsara harus tinggal tanpa bertemu the BysGis walau hanya beberapa hari saja. kecuali kedua koko ku. aku tak pernah merindukan mereka,karena aku akan selalu mampir minimal 4x seminggu ke rumah mereka dan maximalnya seminggu penuh bisa aku lakukan walau harus pulang-pergi surabaya-gresik yang penting aku bisa bertemu dengan koko ku.

  aku melangkah dengan sedikit menyeret kedua kaki ku. kaki yang terseret ini membuat langkah ku sedikit pelan. sesekali ko jemi menarik lengan ku karena aku terlalu lama berjalan. akhirnya kami sudah ada di tempat biskop XXI dan film akanakan di putputar 10 menit lagi. aku menyempatkan membeli beberapa kudapan yang akan ku bagi bersama steven. mungkin aku terdengar seperti orang pelit atau terlalu terobsesi dengan steven. sedikit dikit steven dan sealu steven tak pernah orang lain.

"psst!!" bisik ko jemi yang sekarang duduk di sebelah kiri ku. aku mendekatkan kepala ku sedikit ke bibir ko jemi.
"kenapa kamu gak bagi ke aku snacknya?" ujarnya memprotes kelakuan ku sejak awal sebelum film di putar sampai pertengah film hanya berbagi kudapan dengan steven.
"koko kan diet glukosa! trus kalaukalau aku tawarin berondong jagung manis rasa strowbeery mau? enggak kan?"
"sstttt!!!" sahut steven yang masih mencoba meraih kudapan di tangan kanan ku.
akhirnya aku dan ko jemi diam. menatap layar yang tak ku ketahui ukurannya tepat di depan ku. aku tak bisa kosentrasi sama sekali dengan film yang ku tonton. otak ku tak mau berhenti membuka pintu-pintu yang engselnya sudah hampir karatan,pintu yang di dalamnya menyimpan berjuta kenangan manis dan pahit, asam dan pedas tentang kakek buyut. aku tak bisa bayangkan kalau aku berjumpa dengannya lagi. apa yang harus ku katakan jika berjumpa denganya? otak ku berputar-putar mencari jawaban di setiap sudut pintu kenangan ku bersama kakek. pencarian jawaban ini membuat ku hanyut dalam dunia pikiran ku sendiri. tiba-tiba saja ko jemi menepuk pundak kiri ku dan steven mengangkat lengan kanan ku. aku berasa di sebuah dilema percintaan yang hebat! di perebutkan 2 pria yang tak begitu jelek amat.

konyol!

"aah?!" teriak ku kaget. telunjuk ku mengarah pada seseorang yang berada di depan ku berdiri dengan outfit full denim, bibir ku membentuk huruf O kecil tapi terlihat jelas bentuknya.
"koko?" akhirnya ada seorang yang menyebutkan siapa yang berdiri di depan ku setelah 5 menit aku mencoba mengingat siapa dirinya tapi tak teringat oleh ku sama sekali.
"kenapa bisa di sini? bukannya papa gak memperbolehkan...." lanjut ko jemi sambil menatap mata ko maikel.sebelum ko jemi selesai berucap,muncul gadis tinggi sekitar 165 cm rambut panjang melebihi bahu 5 cm,memakai kontak lens alias softlens berwarna deep blue ocean dan berpakaian full warna yang extreme! merah darah di padu kuning dengan kuning menyala, WOW!
bibir ku membentuk huruf O lagi,tetapi sekarang lebih besar. ko jemi meraih tangan ku dan menarik ku pergi menjauh dari aura yang akan berubah tak menyenangkan.
"aku terima tawaran om gan!" ujar ko maikel denga tangan terlipat.
"dan katanya tiket pesawatnya akan di kirim lewat fax rumah beberapa menit lagi," tambah ko maikel sehingga membuat langkah kami terhenti. kedua koko ku membahas masalah tiket,perjalanan,dan kakek buyut bersama steven dan tak membiarkan ku untuk ikut campur. what? padahal aku masih adik mereka tapi malah di larang ikut ngobrol tapi steven? adik aja bukan satu DNA aja bukan malah di perbolehkan.

  aku duduk di kursi tunggu di ruangan pembelian tiket. duduk bersama wanita berpenampilan nenek sihir ini. ya ampun! aku kira satu-satunya wanita yang jelek tak tahu fashion dan combinasi warna adalah aku tapi aku keliru. rambut yang terlihat bentukan salon dan make-up yang cukup tebal membuat ku begidik ngeri. dia sudah berkulit putih seperti para wanita chinese lainnya yang tinggal di surabaya dan sekitarnya. hanya saja penampilannya mirip penyanyi dangdut ecek-ecek dan membuat ku berasa ingin muntah adalah parfumnya! aroma manis yang terlalu tajam menusuk paru-paru ku dengan kuat. 'uhuk-uhuk-uhuk'.......



   Akhirnya setelah perjalanan memakan waktu kurang lebih 12 jam yang membuat pantat ku terasa panas berakhir juga,. aku tak tahu sekarang berada di mana. yang penting aku bukan berada di rumah pangeran william walaupun aku tak yakin benar tidaknya. berdiri di depan mata ku bangunan tua yang memang seperti rumah tua bangsawan ternama. 'mungkin aku hanya berhalusinansi.' getir ku dalam hati. tiba-tiba seorang pria tinggi sangat tinggi memakai setelan suit hitam menghampiri ku dan membantu ku membawakan koper ku yang tak seberapa besar dan tas ransel polo classic ku. pria itu tersenyum pada ku dan menunjukan jalan pada ku. aku memasuki ruangan yang besar,aula rumah tepatnya. luas,penuh warna cerah,terdapat 2 cabang tangga yang melingkar dan bertemu di suatu titik yang sama, di tengah percabangan kedua tangga rangkaian bunga besar di dalam sebuah pot keramik cina yang besar menyita perhatian ku penuh. aku mendekat pada pot bunga itu. semakin dekat dan semakin dekat. aku menelan ludah ku karena belum pernah aku menatap pot bunga yang begitu indah.

"Josyy.........!!!!!!" teriak seorang pria berpakaian layaknya koki keluar dari sudut ruangan sebelah kanan ku lalu pria itu melompat dan memeluk ku dengan erat.
aku melongo! tak bersuara,melebarkan mata,bibir membentuk huruf O yang amat besar, tangan kaku,kaki diam tuk melangkah,dan pundak ku tiba-tiba saja mengeras.
"kau lupa pada ku! aku marcus!" ujar pria itu sambil menepuk dadanya berulang kali. 'marcus?' pikir ku.  aku tak merasa memiliki kenalan seorang koki bernama marcus. seorang lagi pria suit hitam berumur paruh baya lewat tanpa bersuara pada ku. dan beberapa menit kemudian pria itu berhenti melangkah dan menatap ku yang masih kebingungan dengan pria koki bernama marcus itu. pria paruh baya itu berucap dalam bahasa spanyol yang tak aku mengerti dan pria koki itu pergi dari hadapan ku dan kemabali ke ruangan saat ia muncul. 'marcus?' pikir ku lagi. 'shit! marcus!' akhirnya aku teringat siapa itu marcus. aku meneriakan namanya, wajahnya berseri-seri lebih ceriah daripada pertama kali saat dia memeluk ku. "kau pasti Pim kan? dan yang tadi Mr.kristove!" ujar ku sambil menoleh ke arah pria suit hitam yang membawakan koper dan ransel polo ku. ia tersenyum lagi. ya ampun! semua sudah berubah! tidak seperti terakhir kali aku datang saat berumur 8 tahun. main bersama mengitari rumah bangsawan tua ini bersama mereka adalah hal yang tak akan ku lupakan. benar sekarang aku berada di rumah kakek.

  rerumputan yang panjang bergoyang dalam alunan lagu hembusan angin membuat tangan ku membuka lebar dan mencoba merasakannya. aroma rumput bercampur tanah yang basah membuat ku menutup mata dan menghirupnya dalam-dalam. mata ku masih tertutup, hanya terasa matahari yang menyengat kulit wajah ku dengan hangat. aku mencoba membayangkan hal yang indah yang belum pernah ku rasakan sebelumnya. terlalu lama aku menutup mata dan hanyut dalam dunia khayalan ku yang tak berujung membuat ku lupa waktu. aku membuka mata dan terdapat sosok yang yang terlalu cerah. aku mencoba menutupi mata ku dari silauan matahari. mencoba mencuri sedikit gambaran wajah orang yang berhadapan dengan ku. aku menap matanya. mata yang indah bak mata boneka porselin,hijau permata. yeah hijau permata! aku menutup mata lagi karena terlalu silau matahari yang bersinar di belakang dirinya berpijak. aku membuka mata ku lagi. sekarang aku dapat menatap dengan jelas sosok pria. pria lagi?! berapa banyak lagi pria yang harus ku temui untuk hari ini?semoga aku tak di peluknya.

 "jo?" suara lirih pelan keluar dari bibirnya. aku menatap lekat-lekat. pria setinggi 172 cm bermata boneka porselin ini menatap ku lekat sangat lekat dan tajam. "laurence?" entah mengapa aku menyebut nama itu, hanay nama itu yang terlintas di otak ku. pria itu merespon dengan wajah kejut dan sedikit ketakutan. aku mendengar suara ko jemi memanggil nama ku dengan keras. god,thanks! aku bisa berpindah sekarang. aku berpaling darinya dan berlari dengan kencang menuju ko jemi berdiri. ko jemi berdeham menyebutkan nama yang sama dengan yang ku sebutkan beberapa menit lalu. otot wajahnya menegang,rahangnya menutup erat,mata melebar walau sudah melebar tetap saja terlihat sipit. kami masuk ke dalam rumah bersamaan dengan pria yang baru saja bertemu dengan ku beberapa menit yang lalu. ia menuju ruang kerja kakek yang berada di lantai 2. kami menuju dapur dan ku dapati marcus menggulung adonan yang masih basah. "akan ku bantu!" ujar ku sambil tersenyum padanya, marcus membalas tersenyum juga. saat aku menggulung,membentuk,dan memasukkan ke dalam oven, ko jemi dan marcus juga bersma ko maikel yang baru saja bergabung membicarakan pria yang bernama laurance. aku hanya diam dan melakukan improvisasi keahlihan ku sebagai wanita rumahan (mungkin). aku tak tertarik dengan pembicaraan 3 pria di depan ku sampai marcus berkata 'menikah minggu depan!' dengan expresi yang menggila abis. kedua koko ku membungkam mulut marcus saat itu juga dan melirik ku dengan tatapan kekhawatiran. aku mengangkat kedua tangan dan menggelengkan kepala,isyarat kalau aku tak tahu apa-apa.

  Bukit ini!benar bukit ini yang selalu ku rindukan setiap saat disaat aku merasakan ingin menghilang seperti buih yang menghilang tanpa jejak. bukit ini tetap tak berubah! selalu sepi rumput ilalang yang panjang selalu ada dan hanya rumput di sekitar makam yang nisannya bertuliskan nama panjang ku selalu terlihat rapi dan enak untuk di duduki. 'cih! rasanya sama saja duduk menemani makam sendiri.' gumam ku seraya melirik makam batu di sebelah kiri ku. aku mendongak ke atas menatap patung angel di atas nisan makam bertuliskan nama ku. kau akan baik-baik saja nenek! gumam ku sambil mengusap-usap makam dengan tangan kiri ku. 'ssreekk...ssreeekk...' suara muncul dari rumput ilalang yang tinggi tepat di belakang ku. "nona, sebentar lagi makan malam tiba!" ujar suara yang aku ketahui siapa pemiliknya tanpa harus menatap wajahnya. aku menepuk-nepuk memberi isyarat untuknya duduk di sebelah kanan ku. dan akhirnya dia duduk di sebelah ku. tanpa meminta izin darinya,aku menyandarkan kepala ku di bahunya yang semakin kekar dan bidang.
 "hai nek! kau tahu kan pim? dia sudah besar!" kata ku. "Lady Josephine!" ujar pim sedikit menundukan kepala sebagai rasa hormat.
"dan aku juga seorang lady!" gernyit ku protes.
"kau nona bukan seorang wanita berumur 30 tahun keatas." jawabnya sesingkat mungkin.
"apa pria tadi laurance yang itu?"
"anda benar nona!"
"kenapa dia terlihat sangat berbeda? dia sangat terlihat lebih..... lebih tampan."
"kenapa dia sangat berbeda pim? apa aku terlalu banyak mengutuknya? sehingga ia menjadi lebih tampan di mata ku?"
"i'm 17 yet and i feel like old lady who lived in 1940's ."
"dengan siapa dia akan menikah?"
"dengan clara pentixion,adik tiri marcus nona."
"yah! apa ada yang menyela pernikahan mereka? apa kakek ku?"
"tidak nona! tuan baron merestui mereka hanya george duke yang tak terima dan tentu saja sedikit umpatan marcus tapi ia menyetujinya.
"wow! aku tak tahu harus berbuat apa."
"apa begini rasanya tunangan di rebut oleh kawan akrab ku sendiri?"
aku terdiam. mulut ku tak membuka melontarka pernyataan dan pertanyaan yang hanya bikin rumit pikiran ku sekarang. aku memejamkan mata,merasakan sunset menyengat kulit ku sebelum beberapa menit lagi tenggelam.
"nona?"
"heemm...?"
"apa anda mau membantu pernikahan mereka?"
"apa yang membuat mu berfikir seperti itu?"
"hanya firasat!"
"ya aku akan membantu mereka. lagian,Clara pentixion 4 tahun lebih muda dari pada Laurance. dan aku terlalu mudah dan akan memerlukan waktu lebih lama untuk menikah dengan ku."
"pim?"
"iya nona?"
"setelah makan malam bantu aku menyiapkna pernikahan mereka."
"baik nona."
"dan satu lagi! kau tak perlu memanggil ku nona lagi! panggil nama asli ku seperti waktu kita kecil dulu dan tak perlu bahasa formal saat berbicara dengan ku!"
"oke josy!!" ujar patuh pim. walau kata-kata yang ia katakan bukan bahasa formal,tapi aksen dia berbicara berkesan formal di telinga ku.