aku ingin kau mengerti perasaan ku selama ini.
sudah banyak lembaran buku diary yang aku habiskan untuk menuliskan perasaan ku pada mu.
tapi rasanya, belum cukup dan tak lega jika belum ku katakan langsung pada mu.
apa daya diri ku ini. hanya bisa mengatakan perasaan kuini di lembaran kertas putih.
aku tak sanggup mengatakan di depan mum, karena rasa malu ku melumpuhkan tubuh ku.
di lembaran kertas putih, rasa sakit ku tercampur dalam suka saat aku menyukai mu.
suka saat kau memperhatikan ku walaupun hal yang sepele.
maklumlah, orang yang sedang jatuh cinta hal yang kecil dan teralalu biasa di besar-besarkan.
dan begitulah juga saat aku sakit hati. hal kecil yang kau lakukan membuat ku perih melekat tak pernah hilang.
aku pernah menyukai mu dan kau pun pernah menyukai ku.
tapi diantara kita berdua selalu memendam perasaan satu sama lain.
tahu-tahu kalau kau pernah menyukai ku saat reuni nanti atau saat lulus dari sekolah..
kenangan ku bersama mu tak pernah terlupakan oleh ku. meskipun kenangan itu saat kau menyapa ku.
atau mengetahui nama ku sebelum aku memperkenalkan diri ku dahulu.
pernahkah kau mengerti perasaan ku sebenarnya?
perasaan saat kau jalan bersama perempuan yang kau suka di depan ku.
aku tak bisa berhenti menangis seharian.
rasanya perih tak terobati.
perasaan ku kepada mu, aku tuahkan sedetail-detailnya pada lembaran kertas putih,Diary.
kau tak tahu berapa banyak tetesan air mata yang sudah aku keluarkan karena mu.
kaupun tak tahu betapa susahnya aku mengobati luka yang dalam ini.
tapi saat di depan mu, aku hanya bisa tersenyum manis.
menutupi perasaan pedih ini.
karena kau tak mungkin dan tak ingin tahu apa yang aku alami selama ini.
karena perasaan ku pada mu, hanya bertepuk sebelah tangan saja.
kau hanya memilih seorang perempuan yang menukai mu bukan yang mengerti semua tentang mu termasuk perasaan mu.
ku ingin kau mengetahui seberapa besar perasaan ku di kertas putih ini.
sebab itu;ah mengapa aku menulis ini untuk mu.
sudah banyak lembaran buku diary yang aku habiskan untuk menuliskan perasaan ku pada mu.
tapi rasanya, belum cukup dan tak lega jika belum ku katakan langsung pada mu.
apa daya diri ku ini. hanya bisa mengatakan perasaan kuini di lembaran kertas putih.
aku tak sanggup mengatakan di depan mum, karena rasa malu ku melumpuhkan tubuh ku.
di lembaran kertas putih, rasa sakit ku tercampur dalam suka saat aku menyukai mu.
suka saat kau memperhatikan ku walaupun hal yang sepele.
maklumlah, orang yang sedang jatuh cinta hal yang kecil dan teralalu biasa di besar-besarkan.
dan begitulah juga saat aku sakit hati. hal kecil yang kau lakukan membuat ku perih melekat tak pernah hilang.
aku pernah menyukai mu dan kau pun pernah menyukai ku.
tapi diantara kita berdua selalu memendam perasaan satu sama lain.
tahu-tahu kalau kau pernah menyukai ku saat reuni nanti atau saat lulus dari sekolah..
kenangan ku bersama mu tak pernah terlupakan oleh ku. meskipun kenangan itu saat kau menyapa ku.
atau mengetahui nama ku sebelum aku memperkenalkan diri ku dahulu.
pernahkah kau mengerti perasaan ku sebenarnya?
perasaan saat kau jalan bersama perempuan yang kau suka di depan ku.
aku tak bisa berhenti menangis seharian.
rasanya perih tak terobati.
perasaan ku kepada mu, aku tuahkan sedetail-detailnya pada lembaran kertas putih,Diary.
kau tak tahu berapa banyak tetesan air mata yang sudah aku keluarkan karena mu.
kaupun tak tahu betapa susahnya aku mengobati luka yang dalam ini.
tapi saat di depan mu, aku hanya bisa tersenyum manis.
menutupi perasaan pedih ini.
karena kau tak mungkin dan tak ingin tahu apa yang aku alami selama ini.
karena perasaan ku pada mu, hanya bertepuk sebelah tangan saja.
kau hanya memilih seorang perempuan yang menukai mu bukan yang mengerti semua tentang mu termasuk perasaan mu.
ku ingin kau mengetahui seberapa besar perasaan ku di kertas putih ini.
sebab itu;ah mengapa aku menulis ini untuk mu.
0 komentar:
Posting Komentar