Senin, 07 Mei 2012

my story


         Air mata terus mengalir saat mengingat kembali kisah cinta yang kandas. Terkadang ingin mengulang waktu untuk memperbaiki kisah itu, tapi apa daya lah diri ku ini. Hanya seorang manusia biasa yang tak memiliki kekuataan apa-apa. Malam ini, seperti malam-malam lainnya. Aku selalu berjanji tuk melupakan kisah itu dan mengawali hari baru dengan senyuman. Tapi, tak ada yang berubah. Malam yang akan datang, akan sama dengan malam-malam sebelumnya.

           Terkadang saat aku tak ingin mengingat kisah itu, aku menyanyikan lagu yang mengharu biru. Dan saat itulah aku teringat seberapa manisnya kisah itu walau hanya sebentar. Bernyanyi sammbil mengingat, membuat ku tak sadar menjatuhkan air mata. Air mata yang pernah ku teteskan berharap kenangan itu hadir kembali. Pernah aku melihat dia sudah menemukan pengganti ku. aku hanya bisa menahan perih saat dia memperkenalkannya. Sakit ku rasa dan iblis dalam diri ku berbisik ingin merebutnya kembali lalu membuat pengganti ku menangis,  tapi aku masih memiliki malaikat dalam hati nurani ku. jadi aku memilih melihat mereka berjalan berdua meski hati ini tak pernah rela sedikit pun tak pernah. Setiap hari, aku berdoa pada tuhan menginginkan yan terbaik untuk mu. Seperti sebuah lirik lagu "I wish nothing but the best for you" itulah ungkapan dalam hati kku sedalam-dalamnya.

          Sesak rasanya untuk mempercanyai sebuah  kata-kata "Tuhan menciptakan manusia  berpasang-pasang." jika kata-kata itu benar, mengapa selama ini aku harus mengalami hal pahit seperti ini. Kata orang "hanya waktu yang dapat menjawab." Sampai kapan pernyataan itu hilang? Waktu tak pernah menjawab meskipun aku tanya beribu-ribu kali. Waktu hanya lewat layaknya angin yang bertiup. Tuhan, jika kau memang menciptakan manusia berpasang-pasang, aku mohon seklai saja tunjukan siapa pasangan ku agar rasa pahit ini hilang dan aku tak lagi bertanya pada waktu yang berdiam. Tunjukan siapa dirinya tuhan. Mantapkanlah hati ku, ubah hidup ku agar tak menjadi seperti pengembara tanpa arah. Hapuskan rasa pedih ini seperti sedang menghapus tulisan dengan menunjukan dia kepada ku. agar aku dengan nyaman dan tersenyum menunggunya di waktu yang akan datang :')

0 komentar:

Posting Komentar