Rabu, 11 Januari 2012

13 J A N U A R Y


~~ 13 january ~~

“Hoi Ono! Ngelamun aja kerjaan mu. Tugas dari Pak Abdul sudah belum?” teriak Ara yang berusaha membangunkan putri tidur Ono. “Apaan sih Ra! Ganggu aja kerjaan mu itu. Aku sudah selesai dari tadi! Mau contek? Ambil aja sendiri di tas ku!” marah Ono yang sudah di ganggu Ara dari tidurnya yang nyenyak. “Jangan-jangan Ara itu suka sama kamu,No!” sindir Tika. “Apaan sih Tik! Ngaco kamu itu. Masak aku sama putri tidur yang hobi ngiler?” jawab Ara. “Aahh..!! berisik tauk! Aku gak bisa tidur lagi nih!” protes Ono yang sudah berkali-kali merubah-rubah posisi kepala untuk tidur kembali tapi tetap saja tak bisa tidur. Ono dan Ara sahabat karib yang benar-benar lengket seperti saudara kembal. Mereka berdua cukup terkenal di sekolah karena prestasi di bidang non-akademik dan akademik juga wajah Ono dan Ara sangat manis. Karena itu mereka berdua sangat terkenal,rupanya bukan di sekolah juga. Hampir di semua sekolah mengetahui mereka berdua. Ara dan Ono bersekolah di sekolah swasta Oriza kelas VIP Platinum. Bukan haya pintar saja tapi mereka berdua memiliki orang tua yang sangat kaya raya itu sebabnya mereka bertambah cepat popular. Kelas yang mereka tempati sangat aneh. Kelas VIP di benak kalian mungkin kelas anak pintar tapi salah! Ono dan Ara adalah orang yang pertama siswa pintar satu kelas dan kaya raya juga. Di mana ada Ara pasti ada Ono dan sebliknya juga begitu.

“No! bikin lagu yok!” kata Ara yang tiba-tiba duduk di sebelah Ono. “Heemm??” jawab sesingkat mungkin dari Ono. “No,Ono! Kamu itu pintar tapi hoby tidur. Heran aku kenapa tetap saja aku tak bisa mengalahkan peringgat mu?” celoteh Ara. Karena begitu ngantuk, Ono tak menjawab celotehan dari Ara. Tiba-tiba ketua OSIS,Ratal datang ke kelas Ono, Ono langsung bersemangat. Ara yang melihat Ono bangun dari tidur dan bersemangat saat Ratal datang sangat cemburu. “No! tu si Ara cemburu. Jangan lama-lama katanya.” Teriak Maki. Teriakan Maki sangat keras sampai Ratal mendengarnya dan tak enak rasa dengan Ono. “Nanti istirahat datang ke kantor OSIS. Tugas mu membantu ku membuat halaman majalah baru sekolah kita nanti. Jangan lupa! Dah yya No.” Ratal sudah sangat canggung berbicara dengan Ono karena tatapan sinis dari Ara yang hanya tertuju pada Ratal. “eehh jangan pergi dulu dong Tal. Kan belum banyak bicara!” Ono memasang wajah kecewanya saat Ratal hendak pergi dari kelasnya. “Nanti saja waktu di kantor OSIS kita bakal ngobrol panjang lebar hehehe!” “ya sudahlah! Bye-bye Ratal.” Dan akhirnya Ratal,ketua OSIS pergi dari kelas Ono. “Siapa itu No?” Tanya Ara pada Ono. “masa kau gak tahu sih Ra. Itu kan tadi Ratal ketua OSIS kita.” “aku sudah tahu kalau tentang itu No. maksud ku kamu dengan dia ada hubungan apa? Kalian terlihat sangat dekat! Jangan kamu sembunyikan dari ku No.” “hanya teman saja. Aku dekat dengan dia because we have same work for school magazine!” “ooh kalau begitu ya sudalah No.” “emangnya kenapa sih Ra? Tanyak-tanyak gak jelas!” “gak ada apa-apa No.”

hari ini benar-benar aneh. Kenapa Ara mencurigai aku dengan Ratal begitu ya? Apa jangan-jangan Ara cemburu? Kalua cemburu sih hal yang normal saja bagi ku. karena kami suka tapi berbeda nasib eehh jadi teman deh. Semua terlihat aneh benar.” Pikir Ono. “Ono!” panggil Ara. “Apa Ra?” “Gak jadi deh. Sudah ketemu pensil ku hehehe” “MANGKEL”. “perhatian kepada Ananda Ono harap segera menuju kantor OSIS! Terima ksaih.” Pengunguman yang di tujukan untuk Ono telah terdengar. Bergegaslah Ono meminta izin pada guru lalu menuju kantor OSIS. Di kantor OSIS,Ono kerepotan membantu Ratal mendekorasi majalah sekolah yang akan terbit. “Kak Ratal! Ni sudah terkumpul salam-salamnya.” Kata salah satu anggota OSIS yang datang menyerahkan lembaran kertsa yang berisi salam-salam satu sekolah. “Ono! Kamu saja yang menggambar aku mau menyeleksi dulu salam-salamnya.” “oke Ratal.”

Saat Ono browsing internet, dia mencari lagu-lagu berbahasa jepang. Ono asal cari aja lalu ketemu satu lagu yang menurut Ono bagus. Segera Ono mencari liriknya dan translatenya ke dalam bahasa Indonesia. Setelah mengartikannya,Ono membuka buku catatan yang penuh dengan kata-kata indah buatan Ono sendiri. di ambilah pensil dan penghapus dan memulai menulis “sesaat ku berfikir apa yang selama ini ku lakukan. Yang ku lakukan bersama dengan mu. Dalam suka maupun duka hanya ada diri mu selama ini. Setiap waktu ku berdoa kepada Tuhan untuk tak memisahkan kita berdua. Semakin hari,semakin dekat dengan hari upacara kelulusan sekolah! Setelah ini kita tak tahu apa bisa bersama-sama lagi atau akan terpisah dan akan bertemu lagi di waktu yang sangat lama. Seandainya aku menemukan bintang jatuh malam ini juga,pasti aku akan memohon aku dapat mengatakan apa yang selama ini aku pendam dan aku rahasiakan dari mu. “terima kasih” adalah kata yang hanya bisa ku ucapkan di hari kelulusan nanti. Di hari yang akan memisahkan kita berdua bukan untuk selamanya tapi hanya sementara. Aku akan menjaga kesehatan ku sampai hari kelulusan itu tiba. Pada hari itu juga kan ku katakn semuanya.” Selesai sudah tulisan tangan Ono.

“Ono! Hari ini aku akan traktir. Ono sudah traktir aku tahun kemarin jadi sekarang aku yang traktir kamu!” suara semangat dan tak sabar terlontarkan dari Ara. “traktir buat apa Ra? Ulang tahun mu masih lama!” “kan Ono sudah lupa. Nanti aja aku kasih tahu.” “di kasih tahunya kapan Ra?” “nanti aktu aku traktir. Janji aku No.” Sepulang sekolah,sesuai janji Ara yang akan traktir Ono. Mereka menuju café yang cukup ramai pengunjung. “selamat datang nona dan tuan. Seperti biasa kursi anda sudah di siapkan.” Kata sopan yang berasal dari pelayan café membuat lengkap dengan rasa kue yang di sajikan. “Ono selamat hari bertemu kembali! Kita sudah bersama 10 tahun sejak umur 5 tahun sampai sekarang.” “Oh iya aku lupa Ra. Maaf yya Ra. Aku benar-benar lupa.” “sudahlah No. ternyata café ini masih ingat kita. Kita pelanggan tetap mereka yang hanya datang setahun sekali di meja yang sama. Benar-benar memory yang indah No!” sesaat pipi Ono berubah menjadi merah. Suara HP Ono berdering. Rupanya dari Ratal, “Halo Ratal?” “Ono! Aku mohon bantu aku sekarang juga. Ku mohon datanglah di kantor OSIS. Aku tunggu kedatangan mu No!” “oke! Tunggu aku ke sana.” “No! siapa yang menelphone?” Tanya Ara dengan was-was berharap bukan Ratal yang menelphone Ono. “ Ratal Ra! Aku harus kembali ke kantor OSIS sekarang. Ratal butuh bantuan.” “tapi kan No! kita lagi merayakan hari bertemunya kita!” “iya Ra. Aku tahu! Tapi aku harus membantu Ratal sekarang juga. Maaf ya Ra.” “Ratal-Ratal terus saja yang kamu pikirkan! Apa aku tak ada di pikiran mu? Selalu saja Ratal yang merusak momentum yang lagi bagus-bagusnya. Apa sih bagusnya si Ratal itu?” “kenapa kamu bilang sekasar seperti itu sih Ra sama Ratal? Ratal Cuma butuh bantuan saja! Kamu kenapa sinis sih?” “sudalah Ono! Lebih baik kamu ke kantor OSIS sekarang! Si Ratal perusak momentum indah yang resek dan ketua OSIS lagi nunggu kamu tu!” Ara mengejek Ratal di depan Ono. Seketika itu juga,Ono yang merasa Ara orang yang jahat suka menjelek-jelekan orang pergi dari café dan menuju kantor OSIS.

“No! untung kamu datang!” sambut Ratal dengan senyum yang lega karena Ono dewi penyelamat sudah datang. Tapi Ono terlihat muram dan tak berkata apa-apa kepada Ratal. “Lho Ono!! Kenapa muram? Air mata mu keluar tuh! Ada apa? Coba ceritakan kepada ku!” hibur Ratal. Tapi apa yang terjadi,Ono tetap tak mau menceritakan kepada Ratal. Ratal terlihat sudah hampir putus asa menghibur Ono. Dan akhirnya Ono mulai ngomong “Tal! Aku punya sahabat namanya Tika dan Ara. Tika sahabat ku dari kelas 5 SD dan Ara sahabat ku yang bertemu 15 tahun yang lalu. Dan tepat hari ini 15 tahun aku bertemu dengan Ara. Mungkin kamu mengira sahabat ku Cuma Ara, akhir-akhir ini Tika sedang sakit dan harus pergi ke rumah sakit setiap harinya untuk mengetahui perkembangan penyakitnya. Jadi aku tak terlihat akrab dengan Tika. Tika sedang berada di rumah sakit dan aku bertengkar dengan Ara. Benar-benar sial diri ku ini.” Ono tidak menceritakan kenapa dia dan Ara bisa bertengkar. Ono takut Ratal akan tersinggung dan esok harinya marah-marah pada Ara. Ono yang tak henti-hentinya menangis membuat Ratal harus mengeluarkan sapu tangannya. Di berikanlah sapu tangan Ratal kepada Ono, Ono menerima sapu tangan Ratal. Setelah itu perasaan Ono menjadi lebih baik dan mulai membantu Ratal mengerjakan tugas.

Ono mengambil sapu tangan pinjaman Ratal dan meletakannya di atas meja. Ara melihat sapu tangan itu. “Iya kan! Ratal-Ratal aja dari kemarin. Sampai-sampai sapu tangan Ratal di bawa pulang trus hari ini mau pamer sapu tangan Ratal ke aku!” sengit Ara. Ono yang mendengar itu langsung melihat Ara dengan tatapan marah dan air mata yang tak henti berjatuhan “Kau jahat Ra! Sejak kapan kamu jadi begini? Apa salah Ratal sampai kamu benci dia? Kamu tahu Ra! Ratal lebih baik dari pada kamu Ra! Aku benci kamu!” seketika itu juga Ono keluar dari kelas dan menuju kelas Ratal. Sesampai di sana Ratal kaget melihat Ono datang dengan penuh air mata. “Ada apa No?” “Ara! Aku benci Ara Tal.” Bel masuk kelas telah berbunyi. Ono kembali ke kelas. Ratal memasukkan sapu tangan miliknya ke dalam saku celana. Saat memasukkan sapu tangan, seperti ada suara kertas yang ikut remek di dalam saku Ratal. Di ambil kembali sapu tangan itu dan rupanya meamang ada kertas. Kertas itu berisih catatan kata-kata indahnya sewaktu mendengarkan lagu jepang. Ratal yang mebaca kertas itu sangat-sangat terharu dan memiliki ide untuk mencamtumkan catatan Ono kedalam majalah.

Kabar buruk telah datang. Tika meninggal! Ono sangat merasa kehilangan sahabatnya. Sebelum Tika di makamkan, Ono berpidato untuk salam perpisahannya. “Tika adalah anak baik hati,ceria dan manis dan dia adalah sahabat ku! Aku dan Tika memiliki shabat lagi panggil saja dia Si A! Sahabat yang aku sayangi. Setiap aku bertengkar dengan A,selalu Tika yang membuat kami berbaikan lagi. Sekarang ini aku bertengkar dengan si A dan Tika telah pergi. Pergi meninggalkan ku dengan pertengkaran yang belum menemukan titik terang. Maaf Tika! Maaf, seharusnya kamu pergi dengan damai. Tapi aku, aku tak tahu lagi apa yang aku perbuat untuk berbaikan dengan A.” Ono mulai menangis tak henti-hentinya. Anak satu sekolah mulai menangis melihat Ono menangis meratapi nasibnya dengan Ara yang belum berbaikan juga. Tentu saja Ara juga menangis. Ono pulang sebelum Tika di kuburkan. Sampai rumah,Ono membuka HPnya yang sudah 2 hari mati. Saat di buka oleh Ono,ada sms dari Tika yang belum sempat Ono membaca. “Ono!! Semoga kamu bahagia dengan Ara ya! Jaga baik-baik Ara. Jangan bertengkar dengan Ara sewaktu aku pergi. Aku sayang kamu Ono.!” Pesan itu di kirim Tika sehari sebelum Tika meninggal. Ono menangis dan menangis saat membaca pesan sms terakhir dari Tika.

Sudah 4 hari Ara tidak masuk sekolah. Ono semakin heran dengan Ara yang tidak masuk sekolah. Majalah sekolah sudah di bagikan. Saat membaca majalah, Ono kaget tentang catatan yang di tulis sewaktu mendengarkan lagu jepang. Ono semakin kaget melihat salam-salam. “ untuk : Ono kelas VIP! Ono maafin aku sudah berbuat jahat sama kamu! Sampai membuat mu menangis. Maaf aku tak bisa datang di upacara kelulusan. Aku akan kembali pulang saat ulang tahun mu tiba. Jadi tunggu aku di tempat seperti biasa.” Membaca pesan Ara membuat Ono menangis bahagia karena dia telah berbaikan kembali dengan Ara. Saat tanggal 13 january tepat ulang tahun Ono. Ono datang ke tepat janjian dia dengan Ara. Saat Ono baru tiba, terlihatlah bayangan Ara yang sudah menunggu Ono. “Ono maafkan aku.” Teriak Ara dari kejauan. Saat itu juga Ono pergi ketempat Ara berdiri dan meberikan trimakasih terhangat yang berasal dari lubuk Ono terdalam.

0 komentar:

Posting Komentar