Rabu, 11 Januari 2012

at the train station ^^

 AT THE TRAIN STATION…
“Guru baru itu, mengubah semua hidup ku di SMA…”
tulis Kiy di buku saku khusus catatan Kiy. Ceritanya berawal di hari yang mana Kiy lagi kumpul bareng teman-temannya. “Waduh kamu berarti sudah laku dong Mi.” Ucap Iy untuk teman duduk di depannya Mi. “Ya begitulah!! Kemarin baru ketemu lalu kami berdua jatuh cinta pandangan pertama.” Sahut Mi sambil menyembunyikan wajah malunya. Kemarin Mi di kenalkan anak sahabat karib Ortunya dan berlanjut menjadi sebuah pertunangan. Mi menceritakan pada Iy dan Kiy sahabatnya dari kecil yang berbeda kelas dengan Mi. Iy hanya satu-satunya orang yang memperhatikan cerita Mi dengan seksama. Sedangkan Kiy hanya diam terpaku dengan cahaya siang hari menyinari lapangan sekolah yang penuh dengan tanaman berbuah manis. Tanpa basi, Kiy mengeluarkan kamera dan memotret pemandangan menakjubkan di sekolah. “Aahh… aku iri sama kamu Mi! in love pandangan pertama. Kapannya aku di kenalkan sama teman ortu ku? haahh mereka terlalu sibuk. Kiy pasti iri juga tu Mi.” Tegas Iy menyindir teman sebangkunya itu yang selalu menghindar tentang cinta. “Gak juga! hal itu sangat membosankan dan butuh waktu lama untuk percakapan orang dewasa. Sedangkan anak-anak hanya diam terpaku mendengarkan obrolan yang tak bermutu.” Ucap dingin Kiy. Sapu tangan kecil di tangan Kiy, mulai membersihkan lensa kamera Kiy. Kiy selalu membawa kamera itu kemana-mana. Tak ada waktu untuk Kiy melepaskan kamera miliknya terdiam terpaku di kamar yang gelap. “Eeehh aku dengar-dengar ada guru praktek lho!! Dan gosipnya, guru itu tampan dan seumuran dengan kita. Bayangkan bagaimana kalau di antara kita jadi pacarnya. Pasti senang banget yyaa….
Aku mau Nyooo ><” Hobby bergosip Mi mulai keluar. “Tapi kamu sudah punyak si dia Mi.. buat aku aja guru cakep itu.” Usil Iy menanggapi gossip Mi. “Iya-iya Iy. Aku serahin deh guru baru itu buat kamu. Tapi kalau guru itu tetap milih aku yyaaa jangan protes hahahaha….” Usil Mi yang tak mau kalah berusil dengan Iy.
“Teettt….. Tettt….. Teetttt…..” bel berbunyi saatnya pelajaran Guru praktek itu. Suasana kelas sangat berbeda dari biasanya. Mi sudah kembali ke kelas sebelah meninggalkan kotak make-up kecil untuk siap-siap Iy dan Kiy mengahadapi guru praktek nan tampan itu. Tapi yang memakai hanya Iy dan Kiy tetap saja tak peduli. Mi,Iy,dan Kiy sudah terlahir sangat cantik dan popular. Iy bermata coklat,berkacamata,hitam pekat warna rambut panjang nan lurus dan juga kulitnya berwarna coklat soft. Model rambut Iy selalu terkenal di kalangan cewek-cewek.
 Jadi saat rambut Iy lagi di kepang dua, esok harinya semua cewek ikutan kepang dua. Mi bermata hijau,berkulit putih mengkilau,berambut medium berombak dan pirang. Mi paling terkenal dengan modisnya pakaian yang selalu ia cocokan dengan seragam. Dari jam tangan,kaos kaki,tas sekolah,dan topi selalu di tiru cewek yang lain.
Sedangkan Kiy berambut melebihi bahu sedikit berwarna coklat dan lurus,bermata biru mengkilau tapi selalu tertupi dengan lensa kotak warna coklat tua,berkulit putih bercampur coklat soft atau bisa di sebut berwarna crem. Tekenal dengan serba bisa memainkan music,fotografer dan olahraga. Mereka bertiga adalah anak-anak yang terlahir dengan parent kaya raya.
Parent mereka membuat bisnis bersama di sebut group Lili. SMA yang mereka tempati juga SMA elit yang semua anak-anaknya memakai brand terkenal juga memakai tas merek Channel lagi Hot. Tak juga lupa SMA elit ini terkenal dengan perjodohan parent. Jadi, kalau ada seorang anak yang sudah tunangan gara-gara di jodohin, berarti anak itu keren dan patut di contoh. Tiba-tiba kepala sekolah masuk ke kelas bersama dengan seorang pria telihat sangat muda. Perkiraan seperti kakak kelas XI. “Anak-anak! Ini guru praktek yang akan mengajarkan kalaian beberapa hari kedepan. Jadi mohon kalian membimbing guru kalian.”
Singakat kepala sekolah yang langsung meninggalkan kelas. “Nama saya Sin. Kalian boleh memanggil saya Pak S. Saya akan mengajar kalian bahasa inggris. Mohon kerjasamanya ya.” Senyum pak Sin pada anak-anak. Senyumannya membuat murid cewek tak berdaya melihatnya. Semua mata cewek di kelas itu terpaku memandang wajah Pak Sin! Kecuali Kiy.
Yang hanya memandangi lapangan sekolah setelah itu membiarkan tangannya menari berpasangan dengan pencil di atas buku sketsa miliknya. Selama guru baru itu mengajar di hari pertamanya, Kiy tak memperhatikan atau mencatat apa yang guru baru itu katakan. Selama proses belajar,Pak Sin memperhatian gerak-gerik yang di lakukan Kiy. Guru baru terkejut,saat Kiy mengeluarkan kameranya lalu memotret lapangan sekolah lagi dan lagi. Tiba-tiba Kiy berdiri dan menuju ke bangku Pak Sin. Pak Sin mengira Kiy maju ingin bertanya tentang pelajaran yang barusan di terangkan dan dia tak menyimaknya. “Ser, May I was my hands please.” Ucap Kiy. “Rupanya mau ke kamar madi! Aku kira mau tanya.” Pikir Pak S. “Yes.” Jawab Pak S. Kiy keluar dari kelas menuju kamar mandi. Barusan keluar dari pintu, Kiy menoleh ke arah kanan melihat Ron sepupunya berjalan di lorong. “Roonnn…” teriak Kiy langsung menghampiri tempat Ron berpijak. Pak S sangat terkejut dengan suara lantang Kiy. Pak S mengira Kiy itu anak yang polos dan cuek, tapi dugaan Pak S salah. Jadi Pak S harus memantau Kiy dengan seksama selama ia mengajar beberapa minggu di sekolah. 10 menit kemudian Kiy kembali ke kelas. 3 kali Pak S mengajar di kelas Kiy, hasilnya tetap sama. Tak memperhatikan setiap kata dan tulisan Pak S. Kiy tetap saja melihat keluar jendela lalu memotret sinar matahari nan indah itu. Keluar kelas menuju kamar mandi lalu bertemu dengan Ron. Tapi, saat Pak S mengajar ke 4 kalinya, membuat Kiy terkejut dan terperangkam dalam cengkraman Pak S. Siang itu, Matahari tertutup dengan awan mendung gelap pekat. Kiy hanya diam terpaku melihat lapangan sekolah bercahaya mendung. Tatapan matanya tak bisa beralih kecuali ke lapangan sekolah. Mata Kiy mengatakan terpesona dengan suasana lapangan siang itu. Tanpa basi, kiy memotret lapangan sekolah. Tanpa sadar, Pak S sudah di sebelah bangkunya. Memandangi apa yang Kiy lihat. “Kiy! Bolehkah ku pinjam kamera mu sebentar saja.” Pinta Pak S sambil tersenyum ceria. “Tentu! Jangan sentuh tombol di pinggir. Nanti semua foto ku menghilang sebelum ikut kontes.” Jawab Kiy mengulurkan tangan yang memegang kamera kesayangan miliknya. “Tentu.” Ucap senang Pak S. Pak S pergi berkeliling bangku lalu berhenti di pojok tembok melihat foto Kiy. Pak S sangat takjub melihat hasil foto Kiy. Meskipun object yang di foto sama, tapi pencahayaan dan suasana sangat berbeda. Puas melihat semua isi kamera Kiy, Pak S menuju bangku Kiy mengembalikan kamera. Kiy tak menyadari Pak S sudah tiba di sampingnya. Kiy tetap asyik mengamati lapangan sekolah dengan dagu berpangku telapak tangan. Pak S yang melihat pose Kiy itu, langsung memotret Kiy tanpa Off soundnya dulu. “CLICK…” suara kamera terdengar keras. Satu kelas terkejut dan mengalihkan perhatian ke Pak S berdiri tepat di samping Kiy. Kiy terkejut mendengar sound kameranya. Kiy menoleh ke arah samping di dapatinya Pak S berdiri memegang kameranya. “Coba kamu ikutkan kontes foto mu yang aku ambil tadi. Pasti menang. Kau terlihat sangat cantik saat berpose seperti itu! Apalagi saat senyum.” Ucap Pak S sambil tersenyum lebar pada Kiy. Kiy hanya diam dan terkejut. “Oh yah satu lagi.” Ingat Pak S berbalik badan menatap Kiy. “Besok, lensa kotak coklat itu di copot saja. Aku lebih suka warna biru mengkilau mata mu Kiy. Kan sayang mata mu sehat juga warna mata mu indah, tapi kau sembunyikan. Di copot ya Kiy.” Jelas Pak S sambil tersenyum lebar lagi. Membuat hati anak cewek satu kelas berbunga-bungan dan jengkel pada Kiy gara-gara Pak S memuji warna mata miliknya. “Bagaimana Pak S tau kalau Kiy pakai lensa kotak?” tanya salah satu laki-laki di kelas. “Ya Saya tahu karena terlihat sangat jelas di mata Kiy.” Jawab Pak S sambil tersenyum lagi. “Bagus!! Sekarang semua cewek mengincar aku untuk di intimidasi.” Geram Kiy di telinga Pak S saat Kiy maju ke depan dan keluar kelas. Merefresh pikirannya yang penuh dengan intimidasi cewek setelah tersebar cerita Pak S memuji mata Kiy. “Teett…. Teett… Teett….” Bel istirahat bebunyi keras. Kiy belum juga kembali ke kelas. Hanya berdiam diri di atas balkon sekolah sambil menatap langit dengan kameranya. “Semua itu hanya BULLSHIT.” Ucap pelan Kiy menanggapi pujian Pak S. Tiba-tiba ada seorang membuka pintu balkon menuju tempat Kiy berpijak. “Kenapa kau sebut bullshit? Jika itu beneran?” sapa orang itu. Kiy memalingkan wajahnya berpusat pada seorang yang berbicara. Di tataplah wajah Pak S memandangi wajahnya. Kiy hanya diam tak bersuara dan focus pada kameranya. “Sebenarnya, aku lebih tua dengan mu 1 tahun. Lalu aku dapat beasiswa salah satu University di Australia. Aku mengambil jurusan English ini, berharap bisa berkerja di SMA ini. SMA yang selalu ku impikan. Meskipun hanya praktek, itu sudah cukup bagi ku.” curhat Pak S. Kiy hanya tersenyum tepat di wajah Pak S. “Pak guru memang hebat. Pak guru memang sangat pintar waktu pertama kali bertemu dengan ku di depan kelas.” Senyum Kiy terpancar jelas membuat mata Pak S takjub kecantikan wajah dan mata biru Kiy. “Kamu sudah copot lensa kotak?” tanya Pak S. “Yap. Aku benci memanipulasi diri ku sendiri. tapi ada peristiwa yang membuat ku harus memakai lensa kotak. Tapi, sejak Pak S suka mata ku, aku sekarang berani menampilkan mata biru ku ini.” Mimic senang terlihat jelas di wajah Kiy. “Terima kasih Pak guru.” ucapan terima kasih Kiy membuat hati Pak S berderu kencang tanpa henti. “ Kau memang berbeda saat di kelas.” Ucap Pak S terus terang. “Hanya di kelas aku berwajah seperti itu. Aku ke sekolah ini mencari imbalan untuk parent ku. imbalannya ya nilai bagus, lomba academic dan semuanya.” Ucap Kiy terus terang. “SMA ini SMA kakak ku dulu. aku pernah berfikir kalau aku masuk SMA ini, pasti parent ku memuji ku setiap hari dan mau luangkan waktunya untuk ku.” curhat Pak S membuat Kiy kaget. Kenapa kisah hidup Pak S sama seperti Kiy? Selalu di tinggal parent yang sibuk tak memiliki waktu luang untuk anaknya. “Entah mengapa sejak pertama aku berjumpa dengan mu, aku rasa sudah tertarik pada semua tentang mu.” Senyum Pak S mengiringi perkataan yang jujur dari dasar hati. Kiy hanya terpaku terdiam memandang Pak S. Mencerna perkataan yang di ucapkan Pak S. Apakah bener-bener tulus atau hanya manipulasi saja seagai guru untuk menarik muridnya. Pak S meninggalkan Kiy sendirian di atas balkon. Kiy tetap berdiam diri memandang langit. 4 menit kemudian Kiy beranjak dari balkon menuju kelas. Semua anak berkumpul dan merencanakan suatu surprise. Kiy menarik baju salah satu cowok dari belakang. “Eehh… ada apaan?” tanya Kiy. “Tuh cewek-cewek lagi buat surprise gift buat Pak S. minggu depan Pak S sudah balik ke Aus.” Jawab cowok itu. Kiy hanya terdiam duduk di bangkunya membungkam mulut dan melihat ke luar jendela. Perasaan Kiy terhempas entah kemana kembali ke masa lalu. Perasaan sakit dan dingin itu terulang kembali. Tangan kanan Kiy meremas dadanya. Menahan rasa sakit perasaan masa lalu. “Kiy ada surat!!!” sapa Mi masuk ke kelas Kiy dengan suara kencang. “Hey Mi! surat apaan?” tanya Iy penasaran. “Surat dari Pak S lhoo Iy. Ayoo ikutan baca.” Ajak Mi dengan gembira. Kiy kaget mendengar surat itu dari Pak S. Di bukalah surat dari Pak S oleh Mi. Dengan cekatan, tangan Kiy menyambar surat di tangan Mi. “Ini pribadi! Jangan di baca sembarangan tempat.” Tegas Kiy. Sebenarnya Kiy sendiri tak sabar ingin membaca surat itu. Bel istirahat berbunyi keras. Gelombang suara bel melusuri semua kelas dan membuat semua anak tergesa-gesa menuju kantin. Karena hari ini adalah menu special yang paling di sukai anak-anak. Semua anak-anak rela antri berjam-jam untuk mendapatkan menu special itu, sedangkan Kiy berdiam diri di kelas dan lentikan jarinya mulai membuka surat itu. “ Hei blue eyes… minggu depan aku akan kembali ke Austrilia aku harap hari sabtu pagi kau bisa menemani ku jalan-jalan ^^. Jangan pakai kotak lensa mu! Biarkan blue eyes mu yang aku lihat yyaaa  . Ku tunggu jam 7 di dekat stasiun kereta sekolah.” Tulis Pak S pada selembar kertas putih bergambar Mikey Mouse. Kiy yang membaca surat itu tersenyum kecil. Menahan tawa lepasnya. “Hai-Hai…” Sapa Iy dan Mi memasuki kelas lalu duduk di sebelah Kiy. Kiy hanya tersenyum pada 2 sahabatnya itu. “Kenapa?” tanya Iy. “Gak ada apa-apa.” Jawab Kiy dengan senyum lagi. “Di tembak Pak S yyaa Kiy? Senyum-senyum aja dari tadi!” usil Mi. Expressi Kiy berubah drastic berawal senyum sekarang menjadi dingin. “Aku denger-denger, si cewek centil dan sok popular dari kita itu tunangan Pak S lho! Dia bicara sendiri waktu di depan kelas.” Gossip Mi yang sangat serius. “Bener aku gak ngaco deh kali ini! Tanyakan satu kelas centil itu pasti benar.” Ucap Mi meyakinkan 2 sahabatnya bermuka unbelievable. “Mana mungkin si centil itu bisa punyak cowok seganteng Pak S? pasti mimpi tu cewek.” Gusar Iy mendengar berita tentang cewek centil itu. “Siapa sih cewek centil itu?” tanya Kiy pada sahabatnya. “Ampuunn deh Kiy. Kelewatan gossip!! Cewek centil itu si Ow itu lho.” Jawab Iy dengan gregetan. “Iya.. Si Ow itu lho yang selalu sok baik di depan mu.” Sambung Mi. “Tapi dia bener-bener baik. Buktinya dia selalu tolongin aku.” Bantah Kiy. Bantahan Kiy tak cukup kuat melawan omelan 2 sahabatnya yang hobby gossip itu. Terpaksa Kiy berdiam diri menutup mulut hanya mendengarkan percakapan luar biasa hebohnya bagi gossip lovers. Sabtu yang di janjikan telah datang. Kiy memakai baju pelaut miliknya berwarna biru dan putih. Topi yang di kenakan Kiy bukan topi pelaut tapi topi casual biasa berwarna hitam. Tak lupa juga Kiy memakai sepatu Converse warna biru pemberian mama Kiy sewaktu pulang dari mall. Kiy juga tak lupa membawa dompet kecil,dan kamera kesanyangannya. Kiy terlihat sangat cantik dan serasi dengan mata Kiy berwarna biru mengkilau tanpa di lapisi lensa kotak lagi. Kiy melakukan apa yang Pak S minta. Rambut Kiy di sisir sampai halus dan mengkilau. Tepat jam 6.30 Kiy berangkat menuju stasiun depan sekolah. Butuh waktu 30 menit sampai ke stasiun itu. Dan saat sampai stasiun tepat jam 7,Kiy berharap sudah melihat Pak S berdiri menunggunya. Selama perjalanan menuju stasiun, debaran jantung Kiy bersenandung merdu menandakan kebahagian yang tak pernah tergantikan. “Kiyy…” Sapa Pak S dari kejahuan stasiun. Lalu Kiy tersenyum lebar berlari menuju tempat Pak S berpijak. “Pak guru maaf lama!!” sapa Kiy. “Aduuhh jangan panggil Pak guru dong! Panggil saja In lebih singkat kan?” ucap Pak S sambil tersenyum lebar ke Kiy. Mata Kiy, menatap tepat saat Pak S tersenyum lebar. Di mata Kiy, saat Pak S tersenyum, Pak S terlihat sangat indah dan Kiy tak ingin melepaskan Pak S kembali ke Aus. “Hari ini baju mu serasi dengan mata dan mood mu. Kau terlihat sangat menawan.” Puji Pak S dan Pak S tersenyum lagi. Bayangkan perasaan Kiy saat di puji Pak S! pasti senang. Gak mungkin gak! Perkataan manis terlontar dari bibir seorang yang tampan berambut coklat muda,bermata coklat,dan tubuhnya sangat tinggi, juga baik hati. Betapa sempurnanya Pak S di mata Kiy dan gerombolan cewek sekolah. Kencan bermulai dengan jalan pagi berkeliling taman dan melihat sakura bermekaran. Kiy mengabadikan moment saat di taman melihat sakura bermekaran. Dengan bantuan orang yang lewat, Kiy dapat foto berdua sama Pak S. Banyak sekali foto yang berkenang-kenang manis di antara Kiy dan Pak S. Kiy sangat kegirangan melepas semua sifat gembiranya selama ini yang Kiy pendam. Mata semua orang berjalan satu arah atau beda arah selalu tertuju pada Pak S dan Kiy. Entah mengapa seperti itu terjadi. Mungkin semua orang menganggap mereka pasangan serasi. Berlanjut ketempat berikutnya dan berikutnya. Dan tempat terakhir untuk kencan adalah Cinema. Pak S memang sudah bertekad untuk mengajak Kiy menonton Film. Mereka berdua sangat menikmati film baru anime. Kencan sudah berakhir! Saatnya Pak S dan Kiy saling bersapa “Good bye.” Kiy ingin melambat waktu berjalan karena Kiy masih ingin bersama Pak S. Begitu juga dengan Pak S. “Mungkin kamu satu-satunya orang yang aku rindukan.” Ucap lembut Pak S. Kiy kaget mendengar ucapan Pak S, tanpa sadar air mata Kiy mulai mengalir. “Jangan nangis Kiy! Aku gak lama-lama di Aus. Pasti aku kembali lagi.” Hibur Pak S. “Aduuhh Pak S ini! Ada hewan kecil masuk ke mata. Mangkannya jadi seperti nangis.” Hibur Kiy tak ingin membuat Pak S melontarkan janji padanya yang tak pernah di tepati. “Mana?” ucap Pak S yang langsung memegang tangan Kiri Kiy untuk mengusap mata. Lalu Pak S mendekatkan wajahnya dan meniup pelan tepat ke mata Kiy. Kiy melihat gerakan cepat Pak S memegang tangannya dan memeluk setengah badanya, sangat SHOCK dan berdebar-debar. “Good Bye Kiy! I’ll miss you so much.” Bisik Pak S tepat di telinga Kiy.
Tanpa pikir panjang, Kiy merubah posisi Pak S yang setengah memeluk Kiy menjadi sepenuhnya memeluk Kiy. Kiy memeluk erat Pak S dan tak berniat melepaskan pelukannya. Pak S menghentikan pelukan lama Kiy dan tersenyum lebar. Pak S menggenggam tangan Kiy menuju rumahnya. “Aku akan kirim email untuk mu.” Ucap Pak S di depan gerbang rumah Kiy. Perlahan Pak S mulai berjalan jauh dari rumah Kiy. Kepergian Pak S dan kenangan Pak S selama dengan Kiy, tak akan pernah Kiy lupakan. Kiy akan selalu mengingat kenangan itu. “Siapa tadi Kiy?” tanya Mama Kiy. “Bukan siapa-siapa Ma!” jawab Kiy dingin berjalan menuju kamar. Di kamar, Kiy hanya diam terpaku merenungkan semuanya. Minggu pagi hari keberangkatan Pak S ke Australia. Semua anak cewek di sekolah mengantar Pak S ke bandara.
Semua hadir tak ada yang absen kecuali Kiy. Kiy pergi ke lain arah dengan anak-anak cewek lainnya. Kiy menuju tempat pemakaman umum. Di taruhlah buket perpaduan bunga mawar dan lily di makam seorang yang bernama Junior. Lalu Kiy tersenyum sendiri melihat foto Kiy dengan Junior yang terpajang di nisan itu. Senyuman itu pudar dan berubah menjadi sebuah tangisan. Tangisan terisak-isak. Beberapa menit kemudian Kiy sudah tenang. “Hari ini guru praktek baru di sekolah ku akan kembali ke Australia. Dia sangat baik dan tampan. Anehnya, Guru itu 1 tahun lebih tua dari pada aku. Hebat benarkan guru itu! Kapan-kapan kalau Pak S kembali, aku akan mengenalkan dirinya di depan mu :’) jangan khawatir Junior. Guru baru itu, mengubah kehidupan ku di SMA.” Senyum Kiy sambil mengusap air matanya dengan lengan bajunya. “Dan aku terlalu takut untuk jatuh cinta. Aku terlalu takut untuk kehilangan seorang lagi dan aku akan jatuh lagi seperti saat kau pergi Junior. Meskipun kami berdua saling suka, aku tak akan biarkan dia melelehkan hati ku yang dingin penuh dengan luka.” Lanjut Kiy dengan wajah serius dan expressi yang sangat datar. Setelah kepergian Pak S kembali ke Australia, suasana kelas saat bahasa inggris kembali normal dengan guru perempuan berumur 40 tahun memandu proses belajar. Tak ada lagi wajah cewek di kelas senang-senang sendiri melihat wajah Pak S. Suasana di luar kelaspun sama berbeda.
Semuanya sangat berbeda 100% saat Pak S pergi. Sewaktu sudah sampai di rumah, Kiy menyempatkan membuka email miliknya.
Terlihat dengan mata kepala Kiy di layar laptop tertulis email masuk dari S_in alias Pak S. Kiy langsung membuka dengan cepat email tersebut. “Kiy.. aku sudah sampai di Aus. Aku lupa kalau di sini lagi musim dingin. Sewaktu sampai bandara, badan ku mati kedinginan. Bagaimana suasana kelas? Apa sangat berbeda? Bagaimana keadaan mu sekarang? Jangan-jangan kamu temukan cowok pengganti ku ya? Hahaha (peace).” Isi email Pak S pada Kiy. Kiy yang membaca tersenyum lebar dan lega Pak S tidak melupakannya. Kiy langsung membalas email Pak S. ( 1 tahun kemudian…..) Sekarang Kiy sudah kelas XI tak terasa sudah 1 tahun ini Pak S meninggalkan sekolahan elit ini, juga kirim-kirim email dengan Kiy.
Meskipun isinya kadang-kadang tak bermutu,Kiy dan Pak S saling gembira. Sekarang Kiy sedang menjalankan pacaran jarak jauh yang tak resmi. Yyaa mereka berdua secara resmi belum berpacaran, tapi mereka sudah seperti kekasih di dunia maya. Suatu ketika, saat Kiy membolos 3 jam pelajaran dengan berjalan-jalan dengan kereta. Kiy membawa semua buku-bukunya berjaga-jaga kalau kelebihan jam sesuai rencana bolos Kiy yang sudah di perkiraan oleh Kiy sendiri, sehingga Kiy bisa langsug pulang. Saat barusan masuk kereta, ada seorang yang menyapa Kiy. “Kiy!” sapa orang tersebut. Dengan gerak reflex, Kiy menoleh ke belakang dan ternyata Pak S. “Kenapa kamu di sini? Kamu bolos yya? Dasar bandel.” Tegur Pak S. “Terus Pak S sendiri kenapa ada di sini? Bukannya Pak S gak boleh kembali sebelum kuliah di Aus selesai?” balik tegur Kiy. “Itu karena aku ingin melihat semuanya.” Senyum Pak S mengiringi badan Pak S duduk di sebelah Kiy. “Aku juga ingin melihatnya jika aku bisa.” Renung Kiy sambil menundukkan kepala. “Eeemm?? Kamu past bisa Kiy.” Semangat Pak S terlontar untuk Kiy. Tapi semangat Pak S malah membuat Kiy patah semangat dan remuk hatinya. “Eeehh… salah yya? Maaf Kiy.” Kaget Pak S melihat wajah murung Kiy. Kiy menegakkan kembali kepalanya lalu tersenyum tipis ke Pak S. “Ceritakan semuanya.” Ucap Pak S dengan wajah sengat serius. “Semua berwal tepat tanggal 13 january saat aku lahir. Setelah aku lahir, seorang laki-laki lahir dalam rahim mama ku saat itu juga. hanya berjarak 3 menit laki-laki itu keluar. Lalu seorang sanak keluarga ingin mengasuh anak laki-laki itu. Mama ku menyetujuinya akhirnya kami berdua hidup terpisah sampai kami berumur 8 tahun. Saat itulah aku tahu, aku memiliki seorang saudara laki-laki yang wajahnya sangat mirip dengan ku. kami selalu bersama-sama meskipun rumah dia berjarak jutaan mil dari rumah ku. Suatu ketika, kami berjanjian melakukan perayaan ultah ke 14 bersama. Dia berjanji akan mendatangi ku sebelum ultah kami datang. tapi yang terjadi bukan kebahagian. 1 hari sebelum kami bertambah umur, dia pergi ke tempat jauh tak bersama ku. hanya dia sendiri pergi kesana. Padahal aku sudah menantikan hari itu! Aku ingin melihat wajahnya untuk terakhir sebelum dia tinggalkan aku.” Cerita Kiy panjang lebar pada Pak S. “Tapi aku beruntung masih bisa bertemu dengannya walaupun hanya makam Junior.” Lanjut Kiy. Pak S yang mendengarkannya sangat tersentuh dan menepuk pundak Kiy pelan. Kiy menatap Pak S dalam-dalam dan tersenyum sangat tipis. Turun dari kereta daan menuju makam Junior sesuai permintaan Pak S. “Junior aku membawa teman baru yang sudah pernah aku ceritakan.” Ucap Kiy pada makam sudara laki-lakinya itu. Pak S lalu mulai berlutut dan tersenyum di depan makam Junior. Perlahan, Pak S mulai menceritakan tentang dirinya. Setelah puas bertemu Junior, Pak S mengantar Kiy pulang dan menuju Bandara tuk kembali ke Aus. (8 bulan setelah lulus SMA..) Pak S sekarang telah lulus dari universitas dan mengajar kembali ke SMA elit tempat Pak S jatuh cinta dengan muridnya. Setiap Kiy lewat stasiun di depan sekolahnya, Kiy selalu teringat kisahnya dengan Pak S. Bermulai dengan kencan lalu menuju makam Junior bersama. Saat Kiy pulang dari sebuah toko yang biasa Kiy datangin dengan Mi dan Iy. Kiy teringat semua kenangan bersama Pak S. Masa SMA sudah berlalu! Sekarang hanya Kiy sendirian yang rutin datang ke toko itu. Karena sejak lulus SMA, Iy dan Mi sudah menikah dengan tunangan mereka. Anehnya mereka sama-sama memiliki cerita yang sama, jatuh cinta pandangan pertama. Kiy sama seperti 2 sahabatnya kalau Kiy berakhir kisah cintanya menjadi pertunangan dengan Pak S. Kereta Kiy akan datang beberapa menit lagi. Kiy berlari-lari dari toko semasa SMA menuju stasiun di depan sekolahnya mengejar tempat duduk. Tanpa melihat arah dengan baik, Kiy tertubruk dengan seorang dari arah berlawanan saat di gerbang stasiun. “Maaf.” Ucap Kiy sambil menampakkan wajahnya. Tanpa sadar orang itu adalah Pak S. “Kiy!!” kaget Pak S. “Pak S!!” kaget Kiy saat melihat wajah Pak S di depan wajahnya setelah 2 tahun lebih 1 bulan Pak S tak tampak lagi. Kereta telah datang! Tanpa memperlebar percakapan, Kiy berlari menuju kereta dan mendapatkan tempat duduk yang sangat nyaman.
Dan seorang di sebelah Kiy adalah Pak S. Sepanjang perjalan pulang, mereka bercakap-cakap panjang lebar. Menanyakan kabar satu sama lain. Kiy dan Pak S terasa seperti di bawa kembali saat Pak S pratek mengajar di sekolah Kiy. Turun dari stasiun, Pak S mengantarkan Kiy pulang.
Tepat di depan rumah Kiy, Pak S mengutarakan cintanya. “Aku sudah lama suka dengan mu,Kiy. Dan kau tahu itu sejak lama. Tapi belum sempat aku mengatakannya. Sekarang aku akan mengatakannya! Maukah kau berbagi kehidupan dengan ku Kiy?” ucap Pak S panjang lebar menahan malu. Kiy gugup untuk menjawabnya. “Entalah Pak. Aku tak tahu.” Ucap Kiy lalu masuk ke dalam rumah. Di dalam kamar, Kiy merenungkan pernyataan Pak S yang menurut Kiy sangat mendadak. Esok paginya, Kiy bangkit dari ranjangnya sambil memegang kepalanya yang lagi cenat-cenut semalam. “Mama dengar lho kemarin cowok itu bilang apa.” Tegur Mama Kiy. “Tenang Ma! Aku gak sama cowok itu. Jadi mama bisa jodohin aku sama kayak Iy dan Mi.” Jawab jutek Kiy. “Itu yang mama takutkan! Kalau kamu di jodohin, mama takut kamu terpaksa suka sama orang itu. Bukan tulus sama dia.” Ucap Mama Kiy menceritakan ketakutannya.
Sesaat Kiy tersedak dengan ucapan mamanya. “Berarti Mama…” Ucap Kiy sambil menolehkan wajah kaget pada mamanya sendiri. “Iyaa Kiy! Mama setuju apa yang kamu lakukan.” Senyum Mama Kiy yang lebar merest perasaan Kiy dan Pak S bersatu. Kiy menuju ke kamar dan merennung sampai siang hari. Keputusan Kiy sudah mantap! Kiy mengganti baju lalu berpamitan dengan mamanya keluar. Kiy menuju sekolahan dan bertanya kepada semua guru tentang keberadaan Pak S sekarang. Semua guru menjawab Pak S lagi cuti. Kiy menjadi kaget dengan cepat,Kiy mencari ke semua tempat dekat dengan sekolah. Tapi sampai jam pulang sekolah tiba, Pak S tak ditemukan. Sosok pria dari depan terlihat jelas di kejahuan mata Kiy. Kiy melihat Pak S yang ada di kejahuan. Tanpa basa-basi, Kiy lari menuju tempat Pak S berpijak “PAK SIIINN…” Teriak Kiy lalu Kiy berlari menuju pelukan Pak S. “I do..” Ucap Kiy senang.
Dan Pak S tersenyum lebar memeluk Kiy yang tak akan dia lepaskan lagi. Dan lagi, kisah mereka bertambah di tempat yang sama AT THE TRAIN STATION. “Guru baru itu sudah mengubah hidup ku sejak bertemu pertama kali.” Tulis Kiy di buku sakunya hadiah dari Pak S. 



AT THE TRAIN STATION THEIR LOVE COME TRUE…. 






 :)



-------------TAMAT-----------

0 komentar:

Posting Komentar